alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Laju Kasus Masih Tinggi, Pemprov Bali Gencarkan Razia Masker

DENPASAR, BALI EXPRESS – Razia penerapan protokol kesehatan (prokes), salah satunya penggunaan masker, kian gencar dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pada Minggu (20/9), razia gabungan dengan melibatkan pihak TNI/Polri dilakukan jajaran Satpol PP Provinsi Bali.

Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Muhammad Yamin, Renon; simpang BPD Bali di sekitar Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon; dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Pantauan di Jalan Muhammad Yamin, setidaknya ada tiga orang pengemudi kendaraan yang terjaring razia ini. Mereka kedepatan tidak mengenakan masker. Ada juga yang kena tegur karena menggunakan masker tidak semestinya. Tidak sampai menutup bagian hidung. Ada juga yang maskernya rusak, sehingga diberikan penggantinya.

Mereka yang kedapatan tidak memakai masker langsung dikenai sanksi denda. Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 Tahun 2020, denda untuk perorangan sebesar Rp 100 ribu yang dibayar di tempat.

Razia gabungan ini dipimpin langsung Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi. Dia menegaskan, razia akan terus digencarkan untuk mendukung pencegahan dan pengendalian Covid-19.

 “Sudah 14 hari dilaksanakan serentak di provinsi dan juga kabupaten/kota. Dan kami berterima kasih karena mendapat dukungan penuh dari jajaran TNI/Polri. Bahkan, di tingkat kabupaten atau kota juga melibatkan pecalang,” ujarnya.

Dia mengarisbawahi, razia dilakukan bukan untuk menjadikan pengenaan denda sebagai tujuan, melainkan untuk memberi efek jera bagi masyarakat yang melanggar.

 “Pengenaan denda itu bukan tujuan. Bukan denda yang dikedepankan. Razia ini tujuannya membuat masyarakat lebih patuh. Masker bukan hanya sekadar dipakai, tapi harus dipakai secara benar. Menutupi area mulut dan hidung,” jelasnya.

 

Selain mengintesifkan kegiatan razia, jelasnya, Pemprov Bali juga mengambil sejumlah langkah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, yakni melakukan penutupan kembali sejumlah area public, seperti Lapangan Puputan Margarana.

Dia mengklaim, selama 14 hari dilakukannya razia, upaya pengendalian kasus baru relatif membuahkan hasil. Bahkan, sampai dengan Sabtu (14/9), penambahan kasus positif Covid-19 berhasil dikendalikan pada dua digit.

 “Ini artinya, apa yang kami lakukan dalam kurun waktu 14 hari terakhir, berhasil mempersempit ruang pergerakan penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Disinggung mengenai pengenaan sanksi berupa denda bagi mereka yang kedapatan tidak menggunakan masker karena tidak mampu membeli, Rai Dharmadi, menyebut bahwa aparat yang bertugas tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

 “Kami ini bukan robot. Kami juga mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Bagi yang benar-benar tidak mampu, dikenakan sanksi sosial, pembinaan dan membuat surat pernyataan,” tegas Rai Dharmadi.

Dia menambahkan, secara akumulatif, razia serentak yang digelar di seluruh Bali sejak 7 September 2020 telah menertibkan 557 orang pelanggar prokes. Dari jumlah tersebut, sebanyak 264 orang dijatuhi sanksi denda dan 293 memperoleh sanksi pembinaan.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan, penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes merupakan cara untuk menguatkan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

Dewa Indra yang juga ketua harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali ini menambahkan, saat vaksin dan obat Covid-19 belum ditemukan, cara yang paling ampuh untuk terhindar dari risiko penularan adalah dengan melaksanakan prokes secara disiplin.

Mengenai perkembangan kasus, menurutnya, sampai saat ini trennya masih perlu mendapatkan perhatian, karena pertumbuhan kasus harian masih meningkat. Kemudian angka kematian yang masih bertambah, serta menurunnya tingkat kesembuhan.

 “Ini harus dikendalikan agar tidak terus berkembang menjadi keadaan yang lebih buruk dan membahayakan masyarakat,” cetusnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Razia penerapan protokol kesehatan (prokes), salah satunya penggunaan masker, kian gencar dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pada Minggu (20/9), razia gabungan dengan melibatkan pihak TNI/Polri dilakukan jajaran Satpol PP Provinsi Bali.

Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Muhammad Yamin, Renon; simpang BPD Bali di sekitar Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon; dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Pantauan di Jalan Muhammad Yamin, setidaknya ada tiga orang pengemudi kendaraan yang terjaring razia ini. Mereka kedepatan tidak mengenakan masker. Ada juga yang kena tegur karena menggunakan masker tidak semestinya. Tidak sampai menutup bagian hidung. Ada juga yang maskernya rusak, sehingga diberikan penggantinya.

Mereka yang kedapatan tidak memakai masker langsung dikenai sanksi denda. Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 Tahun 2020, denda untuk perorangan sebesar Rp 100 ribu yang dibayar di tempat.

Razia gabungan ini dipimpin langsung Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi. Dia menegaskan, razia akan terus digencarkan untuk mendukung pencegahan dan pengendalian Covid-19.

 “Sudah 14 hari dilaksanakan serentak di provinsi dan juga kabupaten/kota. Dan kami berterima kasih karena mendapat dukungan penuh dari jajaran TNI/Polri. Bahkan, di tingkat kabupaten atau kota juga melibatkan pecalang,” ujarnya.

Dia mengarisbawahi, razia dilakukan bukan untuk menjadikan pengenaan denda sebagai tujuan, melainkan untuk memberi efek jera bagi masyarakat yang melanggar.

 “Pengenaan denda itu bukan tujuan. Bukan denda yang dikedepankan. Razia ini tujuannya membuat masyarakat lebih patuh. Masker bukan hanya sekadar dipakai, tapi harus dipakai secara benar. Menutupi area mulut dan hidung,” jelasnya.

 

Selain mengintesifkan kegiatan razia, jelasnya, Pemprov Bali juga mengambil sejumlah langkah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, yakni melakukan penutupan kembali sejumlah area public, seperti Lapangan Puputan Margarana.

Dia mengklaim, selama 14 hari dilakukannya razia, upaya pengendalian kasus baru relatif membuahkan hasil. Bahkan, sampai dengan Sabtu (14/9), penambahan kasus positif Covid-19 berhasil dikendalikan pada dua digit.

 “Ini artinya, apa yang kami lakukan dalam kurun waktu 14 hari terakhir, berhasil mempersempit ruang pergerakan penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Disinggung mengenai pengenaan sanksi berupa denda bagi mereka yang kedapatan tidak menggunakan masker karena tidak mampu membeli, Rai Dharmadi, menyebut bahwa aparat yang bertugas tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

 “Kami ini bukan robot. Kami juga mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Bagi yang benar-benar tidak mampu, dikenakan sanksi sosial, pembinaan dan membuat surat pernyataan,” tegas Rai Dharmadi.

Dia menambahkan, secara akumulatif, razia serentak yang digelar di seluruh Bali sejak 7 September 2020 telah menertibkan 557 orang pelanggar prokes. Dari jumlah tersebut, sebanyak 264 orang dijatuhi sanksi denda dan 293 memperoleh sanksi pembinaan.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan, penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes merupakan cara untuk menguatkan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

Dewa Indra yang juga ketua harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali ini menambahkan, saat vaksin dan obat Covid-19 belum ditemukan, cara yang paling ampuh untuk terhindar dari risiko penularan adalah dengan melaksanakan prokes secara disiplin.

Mengenai perkembangan kasus, menurutnya, sampai saat ini trennya masih perlu mendapatkan perhatian, karena pertumbuhan kasus harian masih meningkat. Kemudian angka kematian yang masih bertambah, serta menurunnya tingkat kesembuhan.

 “Ini harus dikendalikan agar tidak terus berkembang menjadi keadaan yang lebih buruk dan membahayakan masyarakat,” cetusnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/