Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Buka Dengan Disiplin Prokes, Destinasi Pantai Lovina Masih Lengang

20 September 2021, 19: 23: 39 WIB | editor : Nyoman Suarna

Buka Dengan Disiplin Prokes, Destinasi Pantai Lovina Masih Lengang

MASIH SEPI : Artshop dan kios di Pantai Lovina masih tutup dan sepi. (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Destinasi wisata Pantai Lovina yang berlokasi di desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng mulai diuji coba untuk pembukaan pariwisata. Destinasi di Buleleng tengah itu pun merupakan destinasi favorit wisatawan bila berkunjung ke Buleleng. tak lengkap rasanya bila ke Bali tanpa menginjakkan kaki di pasir hitam Pantai Lovina. Namun, kala pandemi menyerang, destinasi ini pun turut tutup. Beberapa kiros dan artshop yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan nampak sepi. Mirisnya, hampir semua artshop yang berjejer rapi di pinggir pantai itu kosong. Para pedagang memilih untuk tutup lantaran sudah tak ada lagi yang membeli.

Hampir dua tahun berjalan pandemi mematikan ekonomi pariwisata. Kini pemerintah kembali membuka sektor pariwisata paska Buleleng dinyatakan turun level menjadi level III Covid-19. Uji coba pembukaan pariwisata khususnya Pantai Lovina sudah dilakukan sejak Jumat (17/9) akhir pekan lalu. Kendati telah dibuka untuk wisatawan, Pantai Lovina dengan ikon patung lumba-lumba itu pun nampak lengang. Kios dan artshop terlihat masih tutup. Pun para wisatawan yang biasanya bersuka ria di pinggir pantai juga belum nampak.

Terkait hal itu Perbekel Desa Kalibukbuk, Ketut Suka menjelaskan, disiplin prokes akan selalu menjadi prioritas dalam kawasan pariwisata. Tak terkecuali Pantai Lovina. Dirinya pun mengaki destinasi wisata Lovina dan sekitarnya telah siap menyambut dibukanya kembali pariwisata Buleleng. terlebih Buleleng kini masuk dalam zona kuning. “Kami senang dengan kebijakan pembukaan pariwisata. Oleh karena itu dengan tetap mengedepankan prokes ini terlebih buelelng sudah zona kuning, semoga pariwisata kami siap. Untuk lovina kami sudah siapkan prokesnya. Alat2nya juga sudah kami sipkan. Satgas juga kami siagakan untuk mengatasi. Wsiatawan yang datang juga lebih dominan lokal,” jelasnya saat dihubungi via telepon, Senin (20/9) siang.

Baca juga: WN Kanada Ditemukan Tewas, Terdapat Luka Sayat di Lengan dan Kaki

Perihal artshop serta kios pedagag yang masih tutup, Perbekel Suka mengklaim para pedagang masih bersiap. Baik mempersiapkan tempat maupun barang-barang yang akan dijual agar nampak baru dan tidak usang. “Semuanya sudah berbenah mulai kios dan artshopnya. Kondisi barang yang dipajang sudah mulai usang jadi mereka mesti ganti. Jadi ini kendalanya modal untuk memajang barang-barangnya. Itu sangat menggembirakan. Walau ada keterbatasan. Kalaupun sedikit minimal roda perekonomian di kawasan pariwisata berputar. Karena kami terpusat pada Lovina. Tidk ada sektor lainnya,” tambahnya.

Disamping itu, para pemandu wisata untuk melihat lumba-lumba pun telah siap. Pemandu yang biasa melayani tamu sudah mengikuti vaksin. Pemerintah desa pun akan mengarahkan para pemandu agar memperlihatkan kartu vaksin ketika melayani tamu. “Teman-teman pemandu wisata juga sudah siap. Mereka sudah vaksin. Kami harap mereka juga memasang kartu vaksin itu di jukungnya bila perlu. Biar dilhat. Kalau pemandu sehat, penumpang sehat, kan sama-sama enak,” tegasnya.

Untuk memasuki kawasan wisata Lovina nantinya, pemerintah desa akan menerjunkan Satgas Covid-19 di tingkat desa untuk melakukan pemantauan pengunjung. Selain itu pengunjung yang datang wajib menunjukkan kartu vaksin minimal satu kali.

Hal senada disampaikan Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa. Uji coba pembukaan pariwisata di Buleleng sudah dilakukan akhir pekan lalu. Kawasan pariwisata nantinya akan menerapkan CHSE yang diprogramkan oleh pemerintah melalui Dinas Pariwisata Buleleng. Ia pun menyatakan kesiapan pariwisata Buleleng bila dibuka. Bahkan ia menyebut para pelaku wisata hampir 100 persen tervaksinasi. “Sekarang saat mulai dibuka kembali kami sudah sangat siap. Para pelaku parawisata sudah hampir 100 persen tervaksinasi. Begitu juga dalam program CHSE. Di Buleleng sudah 100 persen. Kami bersama Dinas Pariwisata sudah mengupayakan itu,” terangnya.

Saat ini wisatawan yang berkunjung ke Buleleng didominasi oleh wisatawan lokal. Wisatawan mancanegara masih belum terlihat kecuali para wisman yang telah menetap di Bali. “Saat ini masih didominasi wisatawan lokal, mancanegara masih belum. Kami berharap setelah dtw ini dibuka penerbangan juga dibuka nantinya agar wisatawaan mancanegara juga bisa berkunjung,” kata dia. 

(bx/dhi/man/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia