Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Lalu Lintas Ganjil Genap di Pantai Kuta Dinilai Belum Tepat

20 September 2021, 18: 13: 50 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lalu Lintas Ganjil Genap di Pantai Kuta Dinilai Belum Tepat

SEPI: Tim Satgas Pantai Kuta saat melakukan pengawasan di pantai Kuta yang masih sepi, Minggu (19/9) (DOK.BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS- Rencana Pemprov Bali menerapkan lalu lintas kendaraan ganji genap daerah tujuan wisata yakni Pantai Sanur, Denpasar, dan Pantai Kuta  ditanggapi Pemkab Badung.

Kedepannya kendaraan yang akan menuju kedua pantai tersebut akan dibatasi berdasarkan nomor kendaraan ganjil atau genap. Kebijakan ganjil genap ini akan diterapkan pada Sabtu, Minggu, hari libur nasional, dan hari libur fakultatif daerah. Sementara untuk waktu pelaksanaannya mulai dari pukul 06.30-09.30 wita dan pukul 15.00-18.00 wita.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung masih menunggu Surat Edaran (SE) Gubernur Bali terkait penerapan lalu lintas tersebut. Setelah menerima SE baru dilanjutkan dengan pembahasan. “Berdasarkan hasil rapat waktu hari Jumat lalu di Dishub Provinsi Bali bahwa untuk wilayah Wisata Kuta rencananya pemeriksaan ganjil genap ada di dua titik,” ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Badung I Made Gede Wiryantara Adi Susandi dikonfirmasi Senin (20/9).

Baca juga: PTM Hari Pertama di Gianyar, KPPAD Bali Beri Sejumlah Catatan

Menurutnya, dua lokasi yang akan menjadi pusat penerapan ganjil genap di wilayah Pariwisata Kuta adalah pertigaan Jalan Pantai Kuta hingga Jalan Bakung Sari depan KFC Kuta Square dan pertigaan Jalan Kartika Plaza sampai Jalan Bakung Sari.

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista menyayangkan adanya pembatasan wisatawan menuju Pantai Kuta. Pihaknya menilai kebijakan tersebut belum tepat dilaksanakan lantaran sejak dibuka pengunjung Pantai Kuta masih sepi. “Sebaiknya kebijakan ini terlebih dahulu dikaji lebih matang,” saran Wasista.

Wasista juga mengungkapkan semenjak dibuka peningkatan kunjungan ke Pantai Kuta hanya mencapai 30 persen. Pihaknya juga merasa kebingungan terkait penerapan kebijakan tersebut. “Kalau tujuannya untuk mengurangi kemacetan, saat pandemi ini tidak ada kemacetan di Kuta, kalau untuk mengurangi penularan Covid-19 di Pantai Kuta juga masih sepi,” paparnya.

Pria yang hobi bersepeda ini berharap kebijakan semacam itu juga diterapkan di daerah lainnya. Sebab, selain Kuta masih banyak daerah lain menerima kunjungan wisatawan. (esa)

(bx/wan/man/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia