26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Tinggalkan Surat, Bule Kanada Tewas Tersayat

AMLAPURA, BALI EXPRESS –Luc Biloudeau ditemukan sudah tak berdaya di toilet kamar tempatnya tinggal, Senin (20/9). Pagi itu, sekitar pukul 09.00, suasana vila milik Wayan Sudiasna di Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, mendadak gempar. 

Warga negara asing (WNA) asal Kanada itu tewas dengan luka sayatan di lengan kiri, kaki kiri, dan kaki kanan. Jasadnya ditemukan pertama kali oleh Sabrina Andrea, yang tiada lain kekasih korban. Sabrina tampak sangat syok. Dia tak menyangka kekasihnya tewas secara tragis. 

Sabrina lantas memberitahu penghuni vila lainnya untuk melaporkan peristiwa itu ke polisi. Tim INAFIS Polres Karangasem dan tenaga medis Puskesmas Manggis pun tiba di lokasi dan langsung dilakukan identifikasi.

Baca Juga :  Perbaiki Pompa Air di Atap Villa, Pemuda Tewas Kesetrum dan Jatuh

Polisi sudah mengantongi beberapa barang bukti seperti pisau pemotong (cutter), dua gelas, obat, beberapa barang lain hingga surat yang ditulis korban untuk sang kekasih. Dalam surat itu, korban intinya menjelaskan tentang riwayat kesehatan atau kondisi tubuhnya yang tak seperti dulu.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai Kompol I Made Suadnyana menyebut, pria 60 tahun itu diduga tewas bunuh diri dengan cara menyayat lengan kiri dan beberapa bagian kakinya. Hasil identifikasi polisi, luka sayatan itu cukup serius hingga akibatkan korban tak tertolong lantaran kehilangan banyak darah.

Selain itu, korban diperkirakan meninggal beberapa jam sebelum ditemukan sehingga timbul lebam pada mayat. “Untuk memastikan kemungkinan lain, jenazah sudah dibawa ke Instalasi Forensik RSUP Sanglah. Tapi perlu otopsi. Apakah keluarganya mengizinkan atau tidak, kami masih tunggu itu,” kata Made Suadnyana.

Baca Juga :  Okupansi Villa Mulai Naik, Didominasi Wisatawan Lokal dan Domestik

Polisi juga masih lakukan pengembangan. Untuk kemungkinan ada tindakan lain yang dialami korban selain dugaan bunuh diri. “Siapa yang diajak komunikasi sebelumnya, belum sampai ke arah sana. Nanti akan kami cek,” kata Kapolsek.

Informasi lainnya, bule yang sudah tinggal di Padangbai sejak 2014 itu diketahui sempat menjalani operasi saraf namun kondisinya belum membaik. Karena itu, korban diduga pasrah hingga nekat akhiri hidup. “Kami sudah koordinasi dengan konsulat, kedutaan Kanada di Indonesia. Bagaimana tindak selanjutnya untuk proses pemulangan jenazah atau dimakamkan di mana,” pungkasnya.


AMLAPURA, BALI EXPRESS –Luc Biloudeau ditemukan sudah tak berdaya di toilet kamar tempatnya tinggal, Senin (20/9). Pagi itu, sekitar pukul 09.00, suasana vila milik Wayan Sudiasna di Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, mendadak gempar. 

Warga negara asing (WNA) asal Kanada itu tewas dengan luka sayatan di lengan kiri, kaki kiri, dan kaki kanan. Jasadnya ditemukan pertama kali oleh Sabrina Andrea, yang tiada lain kekasih korban. Sabrina tampak sangat syok. Dia tak menyangka kekasihnya tewas secara tragis. 

Sabrina lantas memberitahu penghuni vila lainnya untuk melaporkan peristiwa itu ke polisi. Tim INAFIS Polres Karangasem dan tenaga medis Puskesmas Manggis pun tiba di lokasi dan langsung dilakukan identifikasi.

Baca Juga :  Insiden Anak Ditabrak Motor Saat Ngelawang Harus Jadi Peringatan Keras

Polisi sudah mengantongi beberapa barang bukti seperti pisau pemotong (cutter), dua gelas, obat, beberapa barang lain hingga surat yang ditulis korban untuk sang kekasih. Dalam surat itu, korban intinya menjelaskan tentang riwayat kesehatan atau kondisi tubuhnya yang tak seperti dulu.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai Kompol I Made Suadnyana menyebut, pria 60 tahun itu diduga tewas bunuh diri dengan cara menyayat lengan kiri dan beberapa bagian kakinya. Hasil identifikasi polisi, luka sayatan itu cukup serius hingga akibatkan korban tak tertolong lantaran kehilangan banyak darah.

Selain itu, korban diperkirakan meninggal beberapa jam sebelum ditemukan sehingga timbul lebam pada mayat. “Untuk memastikan kemungkinan lain, jenazah sudah dibawa ke Instalasi Forensik RSUP Sanglah. Tapi perlu otopsi. Apakah keluarganya mengizinkan atau tidak, kami masih tunggu itu,” kata Made Suadnyana.

Baca Juga :  Villa Milik Tersangka Kasus Asabri di Gianyar Disita

Polisi juga masih lakukan pengembangan. Untuk kemungkinan ada tindakan lain yang dialami korban selain dugaan bunuh diri. “Siapa yang diajak komunikasi sebelumnya, belum sampai ke arah sana. Nanti akan kami cek,” kata Kapolsek.

Informasi lainnya, bule yang sudah tinggal di Padangbai sejak 2014 itu diketahui sempat menjalani operasi saraf namun kondisinya belum membaik. Karena itu, korban diduga pasrah hingga nekat akhiri hidup. “Kami sudah koordinasi dengan konsulat, kedutaan Kanada di Indonesia. Bagaimana tindak selanjutnya untuk proses pemulangan jenazah atau dimakamkan di mana,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru