alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

3.863 KPM Di Gianyar Belum Lakukan Transaksi BPNT

GIANYAR, BALI EXPRESS – Dari bulan Juli hingga September 2021, sebanyak 3.863 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belum melakukan transaksi pencairan bantuan sosial (bansos) BPNT di Kabupaten Gianyar. 

Terkait hal tersebut, Bupati Gianyar Made Mahayastra menjelaskan bahwa dari Bulan Juli hingga September 2021 dalam realisasi pencairan Bansos BPNT di Kabupaten Gianyar, pihaknya mendapati adanya KPM yang belum melakukan transaksi sebanyak 3.863 KPM. 

Menurutnya ada beberapa penyebab yang membuat KPM belum melakukan transaksi. Diantaranya karena KPM belum mendatangi agen e-warung untuk berbelanja kebutuhan pokok, KKS error, KKS hilang, atau KPM tidak ditemukan. “Atas kondisi ini kita minta Bank pengelola (Himbara) untuk mempercepat pendistribusian ulang dengan pemanggilan ulang KPM melalui desa atau pun diserahkan langsung sesuai BNBA,” tegasnya Rabu (20/10).

Disamping itu, pihaknya juga meminta KPM segera merealisasikan transaksi melalui e-warung untuk menghindari pemblokiran bansos. Sebab program BPNT itu mekanisme penyalurannya tidak tunai melainkan melalui e-warung, dengan nilai Rp 200 ribu setiap bulannya selama satu tahun.

 

Lebih lanjut, Bupati Mahayastra menegaskan jika dalam penyaluran bansos dari Kemensos dalam PKH dan BPNT bukan dicairkan oleh Pemkab Gianyar, melainkan dari Bank Pengelola yakni Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sedangkan untuk Kabupaten Gianyar sebagai penyalurnya adalah Bank BNI. “Ini yang harus ditegaskan kalau yang mencairkan bukan Pemkab Gianyar, tapi bank himbara dalam hal ini untuk di Gianyar bank BNI, langsung dari pusat,” imbuhnya.

Ia pun menjelaskan bahwa untuk program PKH Bansos Tahap 1 pada bulan Januari dari 9.671 KPM terdapat 4 KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) yang belum terdistribusi karena 2 KPM meninggal dunia dan 2 KPM terblokir KKS. Sedangkan pada tahap 2 April dari 10.509 KPM terdapat 2 KKS yg belum terdistribusi dikarenakan 1 KKS masih dalam proses pengalihan pengurus KPM dan 1 KKS kepala keluarga penerima manfaat mengalami gangguan jiwa.

Sehingga dalam 2 KKS tersebut ada 6 anggota keluarga yang belum dapat melakukan transaksi. “Untuk program ini PKH ini hampir 100 persen telah tersalurkan, hanya ada beberapa yang masih terkendala administrasi,” tandasnya.

Sedangkan untuk 3.863 KPM yang belum melakukan transaksi rinciannya pada bulan Juli 2021 dari 13.925 KPM, belum melakukan transaksi sebanyak 1.190. Kemudian pada bulan Agustus dari 13.925 KPM, belum melakukan transaksi sebanyak 1.267 dan Bulan September dari 13.903 KPM, belum melakukan transaksi sebànyak 1.406 KPM. Disamping itu pada bulan Juli sampai September 2021 terdapat 100 KKS tidak bisa terdistribusi dikarenakan adanya Kartu ganda atau ditemukan ganda sebanyak  33 KKS, keluarga mampu sebanyak 13 KKS, meninggal dunia 1 KKS, pindah atau tidak ditemukan 9 KKS dan tidak hadir pada saat penerimaan sebanyak 44 KKS.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Dari bulan Juli hingga September 2021, sebanyak 3.863 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belum melakukan transaksi pencairan bantuan sosial (bansos) BPNT di Kabupaten Gianyar. 

Terkait hal tersebut, Bupati Gianyar Made Mahayastra menjelaskan bahwa dari Bulan Juli hingga September 2021 dalam realisasi pencairan Bansos BPNT di Kabupaten Gianyar, pihaknya mendapati adanya KPM yang belum melakukan transaksi sebanyak 3.863 KPM. 

Menurutnya ada beberapa penyebab yang membuat KPM belum melakukan transaksi. Diantaranya karena KPM belum mendatangi agen e-warung untuk berbelanja kebutuhan pokok, KKS error, KKS hilang, atau KPM tidak ditemukan. “Atas kondisi ini kita minta Bank pengelola (Himbara) untuk mempercepat pendistribusian ulang dengan pemanggilan ulang KPM melalui desa atau pun diserahkan langsung sesuai BNBA,” tegasnya Rabu (20/10).

Disamping itu, pihaknya juga meminta KPM segera merealisasikan transaksi melalui e-warung untuk menghindari pemblokiran bansos. Sebab program BPNT itu mekanisme penyalurannya tidak tunai melainkan melalui e-warung, dengan nilai Rp 200 ribu setiap bulannya selama satu tahun.

 

Lebih lanjut, Bupati Mahayastra menegaskan jika dalam penyaluran bansos dari Kemensos dalam PKH dan BPNT bukan dicairkan oleh Pemkab Gianyar, melainkan dari Bank Pengelola yakni Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sedangkan untuk Kabupaten Gianyar sebagai penyalurnya adalah Bank BNI. “Ini yang harus ditegaskan kalau yang mencairkan bukan Pemkab Gianyar, tapi bank himbara dalam hal ini untuk di Gianyar bank BNI, langsung dari pusat,” imbuhnya.

Ia pun menjelaskan bahwa untuk program PKH Bansos Tahap 1 pada bulan Januari dari 9.671 KPM terdapat 4 KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) yang belum terdistribusi karena 2 KPM meninggal dunia dan 2 KPM terblokir KKS. Sedangkan pada tahap 2 April dari 10.509 KPM terdapat 2 KKS yg belum terdistribusi dikarenakan 1 KKS masih dalam proses pengalihan pengurus KPM dan 1 KKS kepala keluarga penerima manfaat mengalami gangguan jiwa.

Sehingga dalam 2 KKS tersebut ada 6 anggota keluarga yang belum dapat melakukan transaksi. “Untuk program ini PKH ini hampir 100 persen telah tersalurkan, hanya ada beberapa yang masih terkendala administrasi,” tandasnya.

Sedangkan untuk 3.863 KPM yang belum melakukan transaksi rinciannya pada bulan Juli 2021 dari 13.925 KPM, belum melakukan transaksi sebanyak 1.190. Kemudian pada bulan Agustus dari 13.925 KPM, belum melakukan transaksi sebanyak 1.267 dan Bulan September dari 13.903 KPM, belum melakukan transaksi sebànyak 1.406 KPM. Disamping itu pada bulan Juli sampai September 2021 terdapat 100 KKS tidak bisa terdistribusi dikarenakan adanya Kartu ganda atau ditemukan ganda sebanyak  33 KKS, keluarga mampu sebanyak 13 KKS, meninggal dunia 1 KKS, pindah atau tidak ditemukan 9 KKS dan tidak hadir pada saat penerimaan sebanyak 44 KKS.


Most Read

Artikel Terbaru

/