alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Diduga Konsleting Listrik, Toko Roti dan Laundry Ludes Terbakar

GIANYAR, BALI EXPRESS – Dua unit bangunan yang masing-masing dijadikan toko roti dan laundry di Banjar Tebesaya, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, dilalap si jago merah Selasa malam (19/10) sekitar pukul 23.00 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 500 Juta.

Informasi di lapangan menyebutkan jika peristiwa itu diketahui pertama kali diketahui oleh salah seorang saksi bernama Suko Purwanto yang keluar dari kamar kosnya untuk membeli rokok. Namun saksi melihat asap dari toko roti Dapur Dewata. Atas kondisi tersebut saksi pun berteriak ‘kebakaran..kebakaran’ sehingga membuat warga setempat berhamburan keluar rumah. Karena api sudah mulai merembet ke Laundry Anjali yang ada disebelahnya, warga pun mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Saksi lainnya, Ida Bagus Putu Putra Wiadnyana pun mengambil inisiatif dengan mengendarai sepeda motor mencari Pemadam Kebakaran Pemkab Gianyar yang disiagakan di Banjar Ambengan, Desa Peliatan.

Tak berselang lama, 6 unit armada Pemadam Kebakaran Pemkab Gianyar pun tiba di TKP dan melakukan upaya pemadaman hingga akhirnya pukul 00.30 WITA api berhasil dipadamkan.

Kapolsek Ubud AKP I Made Tama ang dikonfirmasi terpisah membenarkan perihal peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan yang didapatkan oleh pihaknya, diketahui jika bangunan tersebut adalah milik I Made Sadru, 66, yang dikontrak oleh Desa Putu Niti, 56. Kebakaran yang terjadi mengakibatkan dua unit bangunan masing-masing berukuran 6 x 4 meter hangus beserta isinya. Mulai dari 2 unit mesin pengering, 1 unit mesin setrika uap, pakaian milik konsumen, 4 set meja, 3 unit rak kayu, 1 unit frizzer, 2 unit kulkas, 2 unit rak pendingin roti, 1 unit open besar/mesin pemanas roti, 1 unit open kecil, 1 unit mesin pengolah roti dan 1 unit mesin pemotong roti. “Jadi dua bangunan ini dijadikan toko roti dan laundry. Ditafsir kerugian bangunan dan beserta isinya mencapai Rp 500 Juta,” ujarnya Rabu (20/10).

Namun pihaknya belum dapat memastikan apa penyebab pasti kebakaran tersebut. Hanya saja sementara kebakaran diduga terjadi akibat konsleting listrik pada bangunan tersebut. “Apalagi didalamnya ada oven besar, mesin pemanas roti. Tapi kita masih akan melakukan olah TKP untuk dapat memastikan penyebabnya,” imbuhnya.

Ditambahkan oleh Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha, pihaknya mengerahkan 6 unit armada Damkar Gianyar dengan total 24 orang petugas untuk memadamkan api di lokasi. “Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian mencapai ratusan juta, untuk penyebabnya masih diselidiki pihak kepolisian,” tegasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Dua unit bangunan yang masing-masing dijadikan toko roti dan laundry di Banjar Tebesaya, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, dilalap si jago merah Selasa malam (19/10) sekitar pukul 23.00 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 500 Juta.

Informasi di lapangan menyebutkan jika peristiwa itu diketahui pertama kali diketahui oleh salah seorang saksi bernama Suko Purwanto yang keluar dari kamar kosnya untuk membeli rokok. Namun saksi melihat asap dari toko roti Dapur Dewata. Atas kondisi tersebut saksi pun berteriak ‘kebakaran..kebakaran’ sehingga membuat warga setempat berhamburan keluar rumah. Karena api sudah mulai merembet ke Laundry Anjali yang ada disebelahnya, warga pun mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Saksi lainnya, Ida Bagus Putu Putra Wiadnyana pun mengambil inisiatif dengan mengendarai sepeda motor mencari Pemadam Kebakaran Pemkab Gianyar yang disiagakan di Banjar Ambengan, Desa Peliatan.

Tak berselang lama, 6 unit armada Pemadam Kebakaran Pemkab Gianyar pun tiba di TKP dan melakukan upaya pemadaman hingga akhirnya pukul 00.30 WITA api berhasil dipadamkan.

Kapolsek Ubud AKP I Made Tama ang dikonfirmasi terpisah membenarkan perihal peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan yang didapatkan oleh pihaknya, diketahui jika bangunan tersebut adalah milik I Made Sadru, 66, yang dikontrak oleh Desa Putu Niti, 56. Kebakaran yang terjadi mengakibatkan dua unit bangunan masing-masing berukuran 6 x 4 meter hangus beserta isinya. Mulai dari 2 unit mesin pengering, 1 unit mesin setrika uap, pakaian milik konsumen, 4 set meja, 3 unit rak kayu, 1 unit frizzer, 2 unit kulkas, 2 unit rak pendingin roti, 1 unit open besar/mesin pemanas roti, 1 unit open kecil, 1 unit mesin pengolah roti dan 1 unit mesin pemotong roti. “Jadi dua bangunan ini dijadikan toko roti dan laundry. Ditafsir kerugian bangunan dan beserta isinya mencapai Rp 500 Juta,” ujarnya Rabu (20/10).

Namun pihaknya belum dapat memastikan apa penyebab pasti kebakaran tersebut. Hanya saja sementara kebakaran diduga terjadi akibat konsleting listrik pada bangunan tersebut. “Apalagi didalamnya ada oven besar, mesin pemanas roti. Tapi kita masih akan melakukan olah TKP untuk dapat memastikan penyebabnya,” imbuhnya.

Ditambahkan oleh Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha, pihaknya mengerahkan 6 unit armada Damkar Gianyar dengan total 24 orang petugas untuk memadamkan api di lokasi. “Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian mencapai ratusan juta, untuk penyebabnya masih diselidiki pihak kepolisian,” tegasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/