alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Lontar Sempat Dikembalikan, Museum Dukuh Penaban Menggeliat Lagi

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Sempat menurun, Museum Pustaka Lontar di Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem mulai kembali kedatangan wisatawan. Tak hanya sekadar melihat-lihat suasana sekitar, pengunjung yang notabene pegiat pustaka juga sudah mulai berkunjung untuk melihat koleksi lontar yang dimiliki masyarakat Desa Dukuh Penaban.

Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya mengatakan, pengunjung sudah mulai datang ke museum sejak Oktober lalu. Pihaknya mengaku banyak aktivitas yang sempat terhentikan akibat Covid-19, dan sekarang sudah mulai berjalan. “Kami lakukan kerja sama kecil dengan beberapa pihak untuk membuat kegiatan supaya tetap ada aktivitas. Tapi selama pandemi jumlahnya dibatasi,” ujar Suarya, Minggu (19/12).

Menurut Suarya, pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 lalu berimbas pada aktivitas dan kunjungan wisatawan ke museum. Sejumlah lontar milik masyarakat yang disimpan di museum sempat dikembalikan. Alasannya agar lontar dirawat pemilik masing-masing. “Jumlahnya sekitar 200 lebih, karena kunjungan sempat menurun dan supaya aman,” katanya.

Meski sempat sepi, pengelola juga tak menutup objek agar kegiatan seperti pelatihan lontar dan konservasi tetap berjalan. “Kami sudah mengadakan fasilitas protokol kesehatan, kami juga imbau memakai masker supaya sama-sama nyaman. Sejauh ini program yang kami kerjasamakan berjalan baik,” ungkap ASN di Pemkab Karangasem ini.

Menurut Suarya, meski dalam kondisi pandemi, wisatawan tetap antusias. Hal yang menarik bagi pengunjung, selain dapat mendapat pendidikan lontar melalui klinik lontar, suguhan pemandangan sekitar juga membuat wisatawan betah. “Kegiatan klinik lontar itu tentu konservasi lontar, transkrip alih aksara, jasa pembacaan prasasti. Itu semua dinikmati wisatawan terutama luar Bali dan mancanegara. Jika situasi normal lagi, tentu animonya saya yakin makin banyak yang berkunjung,” terangnya.

Dijelaskan, dari 315 cakep lontar, pihak pengelola sudah mengkonversi 108 cakep melalui digitalisasi. Menurutnya, tidak semua koleksi lontar dikonversi mengingat ada beberapa yang bersifat privasi, tidak untuk umum. Kerja sama dengan Kemendikbud Ristek terkait dokumentasi data lontar juga dijajaki. “Kami berharap kunjungan normal lagi. Di masa pandemi ini, fasilitas sudah kami penuhi untuk penerapan Prokes. Jadi aman. Wisatawan juga kami imbau memakai masker jika berkunjung,” pungkasnya.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Sempat menurun, Museum Pustaka Lontar di Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem mulai kembali kedatangan wisatawan. Tak hanya sekadar melihat-lihat suasana sekitar, pengunjung yang notabene pegiat pustaka juga sudah mulai berkunjung untuk melihat koleksi lontar yang dimiliki masyarakat Desa Dukuh Penaban.

Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya mengatakan, pengunjung sudah mulai datang ke museum sejak Oktober lalu. Pihaknya mengaku banyak aktivitas yang sempat terhentikan akibat Covid-19, dan sekarang sudah mulai berjalan. “Kami lakukan kerja sama kecil dengan beberapa pihak untuk membuat kegiatan supaya tetap ada aktivitas. Tapi selama pandemi jumlahnya dibatasi,” ujar Suarya, Minggu (19/12).

Menurut Suarya, pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 lalu berimbas pada aktivitas dan kunjungan wisatawan ke museum. Sejumlah lontar milik masyarakat yang disimpan di museum sempat dikembalikan. Alasannya agar lontar dirawat pemilik masing-masing. “Jumlahnya sekitar 200 lebih, karena kunjungan sempat menurun dan supaya aman,” katanya.

Meski sempat sepi, pengelola juga tak menutup objek agar kegiatan seperti pelatihan lontar dan konservasi tetap berjalan. “Kami sudah mengadakan fasilitas protokol kesehatan, kami juga imbau memakai masker supaya sama-sama nyaman. Sejauh ini program yang kami kerjasamakan berjalan baik,” ungkap ASN di Pemkab Karangasem ini.

Menurut Suarya, meski dalam kondisi pandemi, wisatawan tetap antusias. Hal yang menarik bagi pengunjung, selain dapat mendapat pendidikan lontar melalui klinik lontar, suguhan pemandangan sekitar juga membuat wisatawan betah. “Kegiatan klinik lontar itu tentu konservasi lontar, transkrip alih aksara, jasa pembacaan prasasti. Itu semua dinikmati wisatawan terutama luar Bali dan mancanegara. Jika situasi normal lagi, tentu animonya saya yakin makin banyak yang berkunjung,” terangnya.

Dijelaskan, dari 315 cakep lontar, pihak pengelola sudah mengkonversi 108 cakep melalui digitalisasi. Menurutnya, tidak semua koleksi lontar dikonversi mengingat ada beberapa yang bersifat privasi, tidak untuk umum. Kerja sama dengan Kemendikbud Ristek terkait dokumentasi data lontar juga dijajaki. “Kami berharap kunjungan normal lagi. Di masa pandemi ini, fasilitas sudah kami penuhi untuk penerapan Prokes. Jadi aman. Wisatawan juga kami imbau memakai masker jika berkunjung,” pungkasnya.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/