alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pohon Beringin Lapuk Timpa Dua Pelinggih di Pura Prajapati Desa Adat Sayan

GIANYAR, BALI EXPRESS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali sejak Senin dini hari (21/2) menyebabkan sebuah pohon beringin roboh di Sayan, Ubud, Gianyar. Dua pelinggih pun rusak ditimpa pohon yang tumbang.

Perbekel Sayan I Made Andika menjelaskan bahwa dirinya ada dilokasi saat pohon beringin tersebut roboh, tepatnya di Pura Prajapati Desa Adat Sayan. Saat itu sekitar pukul 07.30 WITA pohon beringin yang sudah lapuk tiba-tiba saja tumbang dan disaksikan pula oleh sejumlah warga.

“Lokasinya di utara setra, itu ada pohon beringin dan di utaranya ada pelinggih Pura Prajapati ditimpa pohon yang roboh,” ujarnya.

Adapun pelinggih yang ditimpa adalah pelinggih piasan dan bale pesandekan yang kondisinya kini hancur.

Atas kondisi tersebut, dirinya pun langsung diinformasikan kepada Kepala BPBD Gianyar. Dan tak berselang lama, tim BPBD Gianyar turun ke lapangan dan langsung melakukan pembersihan. “Saat ini sedang melakukan pembersihan puing-puing dari robohnya pohon beringin tersebut,” lanjutnya.

Pihaknya pun memprediksi jika kerugian yang dialami akibat peristiwa tersebut mencapai Rp 500 Juta. “Setelah berkoordinasi dengan bendesa dan tokoh adat disini,bserta kepala BPBD kerugiannya diprediksi kurang lebih sampai Rp 500 Juta.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan bahwa pohon beringin tersebut memiliki diameter sekitar 1,5 meter. “Jadi yang tumbang itu bagian utaranya yang lapuk, kemudian menimpa pelinggih piasan dan bale pesandekan Pura Prajapati, kondisi sekarang rusak berat, pelinggihnya masih bagus penyengkernya dan beberapa patung juga rusak,” paparnya.

Ditafsir, kerugian yang dialami mencapai Rp 500 Juta. Padahal kata dia, sebelumnya pihaknya sudah sempat memangkas pohon tersebut. Namun ternyata pohon tersebut batangnya lapuk. “Dahan pohon beringinya itu sekitar 1,5 meteran lumayan besar, tinggi pohon beringin mencapai 20 meter yang patah itu bagian atas saja. Karena lapuk, saat diguyur hujan disertai angin kencang, maka dahannya patah,” tandasnya.

 

 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali sejak Senin dini hari (21/2) menyebabkan sebuah pohon beringin roboh di Sayan, Ubud, Gianyar. Dua pelinggih pun rusak ditimpa pohon yang tumbang.

Perbekel Sayan I Made Andika menjelaskan bahwa dirinya ada dilokasi saat pohon beringin tersebut roboh, tepatnya di Pura Prajapati Desa Adat Sayan. Saat itu sekitar pukul 07.30 WITA pohon beringin yang sudah lapuk tiba-tiba saja tumbang dan disaksikan pula oleh sejumlah warga.

“Lokasinya di utara setra, itu ada pohon beringin dan di utaranya ada pelinggih Pura Prajapati ditimpa pohon yang roboh,” ujarnya.

Adapun pelinggih yang ditimpa adalah pelinggih piasan dan bale pesandekan yang kondisinya kini hancur.

Atas kondisi tersebut, dirinya pun langsung diinformasikan kepada Kepala BPBD Gianyar. Dan tak berselang lama, tim BPBD Gianyar turun ke lapangan dan langsung melakukan pembersihan. “Saat ini sedang melakukan pembersihan puing-puing dari robohnya pohon beringin tersebut,” lanjutnya.

Pihaknya pun memprediksi jika kerugian yang dialami akibat peristiwa tersebut mencapai Rp 500 Juta. “Setelah berkoordinasi dengan bendesa dan tokoh adat disini,bserta kepala BPBD kerugiannya diprediksi kurang lebih sampai Rp 500 Juta.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan bahwa pohon beringin tersebut memiliki diameter sekitar 1,5 meter. “Jadi yang tumbang itu bagian utaranya yang lapuk, kemudian menimpa pelinggih piasan dan bale pesandekan Pura Prajapati, kondisi sekarang rusak berat, pelinggihnya masih bagus penyengkernya dan beberapa patung juga rusak,” paparnya.

Ditafsir, kerugian yang dialami mencapai Rp 500 Juta. Padahal kata dia, sebelumnya pihaknya sudah sempat memangkas pohon tersebut. Namun ternyata pohon tersebut batangnya lapuk. “Dahan pohon beringinya itu sekitar 1,5 meteran lumayan besar, tinggi pohon beringin mencapai 20 meter yang patah itu bagian atas saja. Karena lapuk, saat diguyur hujan disertai angin kencang, maka dahannya patah,” tandasnya.

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/