alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Dibakar Cemburu, Matsari Tebas Kakek Hingga Lehernya Nyaris Putus

BADUNG, BALI EXPRESS – Matsari, 44, diamankan polisi setelah nekat menebas kepala seorang kakek bernama Karmiadi, 70, Sabtu (20/3). Tragedi mengenaskan itu berlangsung di Jalan Muding Indah IX, Kerobokan Kaja, Kuta Utara Badung, tepatnya di sebuah sungai kecil yang menjadi pembatas antara Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. 

Aksi pelaku itu didasari api cemburu karena sang istri ingin diajak bersetubuh oleh korban. Dari informasi yang berhasil dihimpun saat menyambangi lokasi insiden mengenaskan tersebut, Minggu, (21/3), terlihat jembatan kecil di atas sebuah sungai yang sudah dilingkari garis polisi. 

Ada juga kolam pancing yang cukup besar di arah timur lautnya. Di sebelah timur tempat kejadian perkara (TKP) yang masih masuk ke dalam wilayah Banjar Tegeh Sari, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat itu, terdapat sebuah kos yang merupakan tempat tinggal pelaku. 

Aada pula penghuni kos, Nengah Mertha, 43, bersama istrinya yang menyampaikan insiden naas itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. “Waktu saya pulang kerja, disana (sambil menunjuk TKP) sudah ramai, saat ditanyakan, ternyata ada pembunuhan. Pelakunya tetangga kos saya, sering dipanggil Pak Mat,” tandas Mertha. 

Dikatakan Mertha, pelaku berprofesi sebagai pencari rongsokan dan tinggal bersama sang istri. “Saat korban membersihkan barang bekas, dipenggal dari belakang hingga korban jatuh ke sungai, saat diangkat sudah meninggal, dan kepalanya hampir putus,” imbuh Mertha yang mendapat cerita dari tetangga kosnya, Yasin, yang menjadi saksi sekaligus yang mengangkat mayat Karmiadi.

Disebutkan Mertha, kakek malang itu tinggal sendiri di sebuah rumah berlantai dua di Jalan Muding Indah IX Nomor 6, yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Korban dan pelaku memang saling kenal dan biasanya saling menyapa saat bertemu. Bahkan sebelumnya, korban pernah menjadi penghuni di kos tersebut. 

“Korban sempat tinggal disini juga, lalu pindah ke rumah yang berlantai dua di barat karena ditawari untuk menjaga rumah itu, sebelum dijual oleh pemiliknya,” pungkas pria asal Karangasem itu.

Kakek malang asal Mojokerto itu sendiri berprofesi sebagai penjual barang bekas, dia membeli barang bekas dari pengepul rongsokan, lalu barang tersebut akan dibersihkan dan diperbaiki untuk nantinya dijual ke Pasar Kreneng. 

Tetangga kos lainnya, Sofyan, menambahkan mbah (korban) sempat tinggal sekitar 2,5 tahun, sebelum pindah. “Saya ndak nyangka, padahal mbahnya baik, sering nongkrong disini, ” tuturnya.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa memaparkan, dari keterangan saksi, saat itu sekitar pukul 16.00 Wita, korban membersihkan barang bekas berupa sangkar burung di lokasi menghadap ke utara di atas jembatan. 

Namun tiba-tiba, pelaku yang beralamat di Gang Pao, Kelurahan Banjar Tabulu, Camplong, Sampang, Jawa Timur ini, datang membawa celurit dan langsung menebas leher korban. “Setelah ditebas, korban tersungkur ke sungai,” paparnya. 

Selanjutnya pelaku membuang celurit yang dipakainya ke sungai, lalu meninggalkan lokasi dan menuju ke kamar kosnya yang dekat dengan TKP. 

Kejadian itu sontak membuat heboh warga sekitar, dan sampai di telinga Kepala Dusun Banjar Tegeh Made Rai Kasna, yang kemudian diteruskan kepada polisi. 

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Gabungan Resmob Krimum Polda Bali, Satuan Reskrim Polres Badung Unit I, serta Unit Reskrim Polsek Kuta Utara, melakukan penyelidikan, dan menangkap pelaku di tempat penampungan rongsokan yang letaknya tidak jauh dari TKP. 

Evakusai tubuh korban sudah dilakukan bersama warga sekitar. Korban mengalami luka tebas dari bagian kepala belakang, leher belakang hingga bahu depan bagian kanan hingga nyaris putus. 

Jenazah Karmiadi selanjutnya dievakuasi ke RSUP Sanglah dan menunggu pihak keluarga untuk tindakan selanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku mengaku sengaja mengakhiri nyawa korban karena terbakar api cemuburu. Konon  korban ingin mengajak istrinya untuk berhubungan intim. 

Akibat perbuatan kejamnya, Matsuri terancam dikenakan Pasal 340 KUHP, karena tindakannya sudah termasuk dalam unsur  pembunuhan berencana, terancam hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun. (ges)


BADUNG, BALI EXPRESS – Matsari, 44, diamankan polisi setelah nekat menebas kepala seorang kakek bernama Karmiadi, 70, Sabtu (20/3). Tragedi mengenaskan itu berlangsung di Jalan Muding Indah IX, Kerobokan Kaja, Kuta Utara Badung, tepatnya di sebuah sungai kecil yang menjadi pembatas antara Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. 

Aksi pelaku itu didasari api cemburu karena sang istri ingin diajak bersetubuh oleh korban. Dari informasi yang berhasil dihimpun saat menyambangi lokasi insiden mengenaskan tersebut, Minggu, (21/3), terlihat jembatan kecil di atas sebuah sungai yang sudah dilingkari garis polisi. 

Ada juga kolam pancing yang cukup besar di arah timur lautnya. Di sebelah timur tempat kejadian perkara (TKP) yang masih masuk ke dalam wilayah Banjar Tegeh Sari, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat itu, terdapat sebuah kos yang merupakan tempat tinggal pelaku. 

Aada pula penghuni kos, Nengah Mertha, 43, bersama istrinya yang menyampaikan insiden naas itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. “Waktu saya pulang kerja, disana (sambil menunjuk TKP) sudah ramai, saat ditanyakan, ternyata ada pembunuhan. Pelakunya tetangga kos saya, sering dipanggil Pak Mat,” tandas Mertha. 

Dikatakan Mertha, pelaku berprofesi sebagai pencari rongsokan dan tinggal bersama sang istri. “Saat korban membersihkan barang bekas, dipenggal dari belakang hingga korban jatuh ke sungai, saat diangkat sudah meninggal, dan kepalanya hampir putus,” imbuh Mertha yang mendapat cerita dari tetangga kosnya, Yasin, yang menjadi saksi sekaligus yang mengangkat mayat Karmiadi.

Disebutkan Mertha, kakek malang itu tinggal sendiri di sebuah rumah berlantai dua di Jalan Muding Indah IX Nomor 6, yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Korban dan pelaku memang saling kenal dan biasanya saling menyapa saat bertemu. Bahkan sebelumnya, korban pernah menjadi penghuni di kos tersebut. 

“Korban sempat tinggal disini juga, lalu pindah ke rumah yang berlantai dua di barat karena ditawari untuk menjaga rumah itu, sebelum dijual oleh pemiliknya,” pungkas pria asal Karangasem itu.

Kakek malang asal Mojokerto itu sendiri berprofesi sebagai penjual barang bekas, dia membeli barang bekas dari pengepul rongsokan, lalu barang tersebut akan dibersihkan dan diperbaiki untuk nantinya dijual ke Pasar Kreneng. 

Tetangga kos lainnya, Sofyan, menambahkan mbah (korban) sempat tinggal sekitar 2,5 tahun, sebelum pindah. “Saya ndak nyangka, padahal mbahnya baik, sering nongkrong disini, ” tuturnya.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa memaparkan, dari keterangan saksi, saat itu sekitar pukul 16.00 Wita, korban membersihkan barang bekas berupa sangkar burung di lokasi menghadap ke utara di atas jembatan. 

Namun tiba-tiba, pelaku yang beralamat di Gang Pao, Kelurahan Banjar Tabulu, Camplong, Sampang, Jawa Timur ini, datang membawa celurit dan langsung menebas leher korban. “Setelah ditebas, korban tersungkur ke sungai,” paparnya. 

Selanjutnya pelaku membuang celurit yang dipakainya ke sungai, lalu meninggalkan lokasi dan menuju ke kamar kosnya yang dekat dengan TKP. 

Kejadian itu sontak membuat heboh warga sekitar, dan sampai di telinga Kepala Dusun Banjar Tegeh Made Rai Kasna, yang kemudian diteruskan kepada polisi. 

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Gabungan Resmob Krimum Polda Bali, Satuan Reskrim Polres Badung Unit I, serta Unit Reskrim Polsek Kuta Utara, melakukan penyelidikan, dan menangkap pelaku di tempat penampungan rongsokan yang letaknya tidak jauh dari TKP. 

Evakusai tubuh korban sudah dilakukan bersama warga sekitar. Korban mengalami luka tebas dari bagian kepala belakang, leher belakang hingga bahu depan bagian kanan hingga nyaris putus. 

Jenazah Karmiadi selanjutnya dievakuasi ke RSUP Sanglah dan menunggu pihak keluarga untuk tindakan selanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku mengaku sengaja mengakhiri nyawa korban karena terbakar api cemuburu. Konon  korban ingin mengajak istrinya untuk berhubungan intim. 

Akibat perbuatan kejamnya, Matsuri terancam dikenakan Pasal 340 KUHP, karena tindakannya sudah termasuk dalam unsur  pembunuhan berencana, terancam hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/