alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Instalasi Forensik Kelawahan Tangani Jenazah Selama Pandemi

DENPASAR, BALI EXPRESS- Selain Rumah Sakit yang sedikit kewalahan dalam melayani pasien selama masa pandemi Covid-19, Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah juga sedikit kewalahan dalam memberikan pelayanan.

Khususnya diakui dr.Kunthi Yulianti, Sp.F, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah untuk jenazah yang dengan status pasien Covid-19. “Selama Pandemi, kami sedikit kewalahan dalam menangani jenazah di rumah sakit Sanglah, khususnya jenazah dengan status pasien Covid-19,” jelasnya.

Hal ini dilanjutkan dr.Kunthi karena jenazah yang berstatus pasien covid-19, harus ditangani sesuai dengan protokol pengurusan jenazah Covid-19 yang ditetapkan oleh Kemwnterian Kesehatan Republik Indonesia.

Meskipun mengakui kewalahan dalam penanganan jenazah karena terkendala sumber daya manusia yang menangani jenazah, selama tahun 2020, dr.Kunthi mengakui jumlah jenazah yang diterima Rumah Sakit Sanglah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode tahun 2019.

Selama tahun 2020, jumlah jenazah yang diterima instalasi Kedokteran Forensi RSUP Sanglah sebanyak 3386 jenazah dan 8 persen diantarannya adalah jenazah berasal dari luar. “Sedangkan untuk tahun 2019, jumlah jenazah yang kamj terima sebanyak 4.829 jenazah, penurunan ini terjadi karena kunjungan masyarakat yang sakit selama tahun 2020 ke Rumah Sakit Sanglah  juga mengalami penurunan,”ungkapnya.

Terkait penanganan jenazah ini, dr.Kunthi mengatakan, tidak semua jenazah yang diterima Instalasi forensi RSUP Sanglah dilakukan test Swab/PCR. Karena test Swab/PCR akan dilakukan jika ada permintaan otopsi dari pihak kepolisian.

Sementara itu, terkait pelayanan instalaai Kedokteran Forensi RSUP Sanglah, selain melayani pengurusan Jenazah dan pemulasaran jenazah, instalasi ini dilanjutkan dr.Kunthi juga menyediakannlayanan untik pasien yang masih hidup.

Layanan tersebut adalah, layanan forensik klinik. “Layanan ini khusus untik.pasien yang maaih hidup, bentuk layanannya adalah layanan visum untuk kepentingan pemeriksaan hukum terhadap korban kekerasan, seperti kasus penganiayaan, kekerasan seksual dan lain sebagainya, untuk layanan visum ini dilakukan di IRD,” tandasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS- Selain Rumah Sakit yang sedikit kewalahan dalam melayani pasien selama masa pandemi Covid-19, Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah juga sedikit kewalahan dalam memberikan pelayanan.

Khususnya diakui dr.Kunthi Yulianti, Sp.F, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah untuk jenazah yang dengan status pasien Covid-19. “Selama Pandemi, kami sedikit kewalahan dalam menangani jenazah di rumah sakit Sanglah, khususnya jenazah dengan status pasien Covid-19,” jelasnya.

Hal ini dilanjutkan dr.Kunthi karena jenazah yang berstatus pasien covid-19, harus ditangani sesuai dengan protokol pengurusan jenazah Covid-19 yang ditetapkan oleh Kemwnterian Kesehatan Republik Indonesia.

Meskipun mengakui kewalahan dalam penanganan jenazah karena terkendala sumber daya manusia yang menangani jenazah, selama tahun 2020, dr.Kunthi mengakui jumlah jenazah yang diterima Rumah Sakit Sanglah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode tahun 2019.

Selama tahun 2020, jumlah jenazah yang diterima instalasi Kedokteran Forensi RSUP Sanglah sebanyak 3386 jenazah dan 8 persen diantarannya adalah jenazah berasal dari luar. “Sedangkan untuk tahun 2019, jumlah jenazah yang kamj terima sebanyak 4.829 jenazah, penurunan ini terjadi karena kunjungan masyarakat yang sakit selama tahun 2020 ke Rumah Sakit Sanglah  juga mengalami penurunan,”ungkapnya.

Terkait penanganan jenazah ini, dr.Kunthi mengatakan, tidak semua jenazah yang diterima Instalasi forensi RSUP Sanglah dilakukan test Swab/PCR. Karena test Swab/PCR akan dilakukan jika ada permintaan otopsi dari pihak kepolisian.

Sementara itu, terkait pelayanan instalaai Kedokteran Forensi RSUP Sanglah, selain melayani pengurusan Jenazah dan pemulasaran jenazah, instalasi ini dilanjutkan dr.Kunthi juga menyediakannlayanan untik pasien yang masih hidup.

Layanan tersebut adalah, layanan forensik klinik. “Layanan ini khusus untik.pasien yang maaih hidup, bentuk layanannya adalah layanan visum untuk kepentingan pemeriksaan hukum terhadap korban kekerasan, seperti kasus penganiayaan, kekerasan seksual dan lain sebagainya, untuk layanan visum ini dilakukan di IRD,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/