alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Senderan Jebol, Perbaikan Swadaya, Tunggu Cuaca Cerah

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Anomali cuaca sempat mengakibatkan hujan lebat disertai angin kencang di Karangasem. Seperti di muara Sungai Mantri dan Sungai Lebah di Dusun Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, beberapa waktu lalu. Senderan di sungai tesebut jebol hingga membuat beberapa perahu nelayan yang ditambatkan di kawasan itu, hanyut.

Perbaikan senderan sudah diupayakan dengan memasang kawat bronjong. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem sudah memohon ke Balai Wilayah Sungai Bali-Penida untuk mengirim kawat bronjong. Selanjutnya pengerjaan dilakukan swadaya oleh masyarakat setempat.

Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa mengatakan,  kawat bronjong untuk perbaikan senderan yang diberikan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida sudah tiba di Karangasem sekitar dua minggu lalu. Namun belum bisa dipasang karena menunggu kesiapan masyarakat setempat. Masyarakat masih menunggu cuaca cerah. “Kami sudah koordinasikan kepada nelayan setempat,” ujarnya Sutirtayasa, (21/3).

Untuk teknisnya, kawat bronjong dipasang searah arus sungai. Ketika kondisi volume air besar, air sungai tidak menggerus senderan lagi. Potensi mengakibatkan jebol seperti yang terjadi saat ini dapat terhindarkan. “Pemasangan akan didampingi staf PUPR Karangasem,” ujar mantan kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem itu.

Sekadar mengingatkan, senderan Tukad Mantri jebol pada pertengahan Februari 2021 akibat diterjang arus air saat intensitas hujan tinggi. Dampak jebolnnya senderan ini, menghanyutkan perahu nelayan setempat.

 


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Anomali cuaca sempat mengakibatkan hujan lebat disertai angin kencang di Karangasem. Seperti di muara Sungai Mantri dan Sungai Lebah di Dusun Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, beberapa waktu lalu. Senderan di sungai tesebut jebol hingga membuat beberapa perahu nelayan yang ditambatkan di kawasan itu, hanyut.

Perbaikan senderan sudah diupayakan dengan memasang kawat bronjong. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem sudah memohon ke Balai Wilayah Sungai Bali-Penida untuk mengirim kawat bronjong. Selanjutnya pengerjaan dilakukan swadaya oleh masyarakat setempat.

Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa mengatakan,  kawat bronjong untuk perbaikan senderan yang diberikan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida sudah tiba di Karangasem sekitar dua minggu lalu. Namun belum bisa dipasang karena menunggu kesiapan masyarakat setempat. Masyarakat masih menunggu cuaca cerah. “Kami sudah koordinasikan kepada nelayan setempat,” ujarnya Sutirtayasa, (21/3).

Untuk teknisnya, kawat bronjong dipasang searah arus sungai. Ketika kondisi volume air besar, air sungai tidak menggerus senderan lagi. Potensi mengakibatkan jebol seperti yang terjadi saat ini dapat terhindarkan. “Pemasangan akan didampingi staf PUPR Karangasem,” ujar mantan kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem itu.

Sekadar mengingatkan, senderan Tukad Mantri jebol pada pertengahan Februari 2021 akibat diterjang arus air saat intensitas hujan tinggi. Dampak jebolnnya senderan ini, menghanyutkan perahu nelayan setempat.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/