alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Soal Impor Beras, Parta Minta Jangan Lemahkan Moral Petani

DENPASAR, BALI EXPRESS – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Nyoman Parta mengkritisi rencana Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi melakukan impor beras. 

Impor beras sebanyak satu juta ton itu dianggapnya sangat melemahkan moral petani. Bahkan, sangat bertolakbelakang dengan visi Presiden Jokowi terkait kemandirian dan ketahanan pangan.

Dalam keterangan persnya, Minggu (21/3), Parta menilai bahwa rencana tersebut sama sekali tidak merepresentasikan kepentingan negara, terlebih para petani. Sebab rencana Mendag, M. Lutfi tersebut menurutnya bertolakbelakang dengan visi Presiden Jokowi tentang kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan.

“Kontraproduktif rencana tersebut, tidak senapas dengan visi Presiden Jokowi soal kedaulatan pangan. Bagaimana mau memahami visi Pak Jokowi soal kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan jika skema impor yang selalu dijadikan acuan oleh Mendag,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengatakan bahwa rencana impor beras juga telah banyak menyinggung perasaan para petani. Sebab, mereka sudah bersusah-payah berkontribusi untuk ketahanan pangan bangsa, justru tidak dihargai.

“Yang jelas ini menyinggung perasaan para petani kita yang sudah susah payah memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Politisi PDIP adal Gianyar ini, juga menyampaikan seharusnya Mendag paham jika petani merupakan penghasil kebutuhan strategis negara. Sudah selayaknya Mendag membuat kebijakan yang berpihak pada para petani, bukan sebaliknya. 

“Bukan saja harus melindungi, tapi juga memberikan pembelaan. Menteri Perdagangan harusnya membuat kebijakan yang membeli hasil pertanian lebih tinggi dari harga pasar, bukan malah sebaliknya membawa beras dari luar negeri,” tandas Parta.

Ia menegaskan bahwa tidak ada relevansinya impor beras dilakukan saat ini. “Saat para Petani kita memasuki masa panen. Jangan jatuhkan dan lemahkan semangat moral para petani kita. Jangan korbankan para petani kita dengan kebijakan yang berbau kepentingan para pemburu rente. PDIP akan berdiri tegak bersama para petani, menolak jika ada kebijakan yang merugikan,” imbuhnya. 

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Nyoman Parta mengkritisi rencana Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi melakukan impor beras. 

Impor beras sebanyak satu juta ton itu dianggapnya sangat melemahkan moral petani. Bahkan, sangat bertolakbelakang dengan visi Presiden Jokowi terkait kemandirian dan ketahanan pangan.

Dalam keterangan persnya, Minggu (21/3), Parta menilai bahwa rencana tersebut sama sekali tidak merepresentasikan kepentingan negara, terlebih para petani. Sebab rencana Mendag, M. Lutfi tersebut menurutnya bertolakbelakang dengan visi Presiden Jokowi tentang kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan.

“Kontraproduktif rencana tersebut, tidak senapas dengan visi Presiden Jokowi soal kedaulatan pangan. Bagaimana mau memahami visi Pak Jokowi soal kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan jika skema impor yang selalu dijadikan acuan oleh Mendag,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengatakan bahwa rencana impor beras juga telah banyak menyinggung perasaan para petani. Sebab, mereka sudah bersusah-payah berkontribusi untuk ketahanan pangan bangsa, justru tidak dihargai.

“Yang jelas ini menyinggung perasaan para petani kita yang sudah susah payah memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Politisi PDIP adal Gianyar ini, juga menyampaikan seharusnya Mendag paham jika petani merupakan penghasil kebutuhan strategis negara. Sudah selayaknya Mendag membuat kebijakan yang berpihak pada para petani, bukan sebaliknya. 

“Bukan saja harus melindungi, tapi juga memberikan pembelaan. Menteri Perdagangan harusnya membuat kebijakan yang membeli hasil pertanian lebih tinggi dari harga pasar, bukan malah sebaliknya membawa beras dari luar negeri,” tandas Parta.

Ia menegaskan bahwa tidak ada relevansinya impor beras dilakukan saat ini. “Saat para Petani kita memasuki masa panen. Jangan jatuhkan dan lemahkan semangat moral para petani kita. Jangan korbankan para petani kita dengan kebijakan yang berbau kepentingan para pemburu rente. PDIP akan berdiri tegak bersama para petani, menolak jika ada kebijakan yang merugikan,” imbuhnya. 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/