alexametrics
28.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Kerabat Kru Meninggal, Uji Nyali di Eks RSU Bangli Batal

BALI EXPRESS, BANGLI – Sempat heboh di dunia maya, ajang uji nyali yang rencananya dilakukan di bekas Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli oleh salah satu kelompok spiritual berdomisili di Tabanan, Senin malam (20/5) batal dilaksanakan. Berembus kabar, panitia penyelenggara memutuskan membatalkan acara tersebut  lantaran kerabat salah seorang kru meninggal dunia.

 

Banyak spekulasi bermunculan terkait batalnya kegiatan yang melibatkan para penekun spiritual tersebut. Koran ini mencoba menelusuri beberapa sumber untuk menanyakan penyebab pasti batalnya kegiatan pendeteksian alam gaib tersebut. Namun sayangnya, koran ini belum berhasil meminta konfirmasi panitia.

 

Berdasarkan keterangan salah seorang warga yang namanya enggan dikorankan, khabar meninggalnya kerabat salah seorang kru sudah diketahui beberapa jam menjelang acara dimulai. Sesuai jadwal yang tertera di poster, kegiatan dimulai pukul 21.00. “Pihak kepolisian juga datang ke sini, bilang acara batal. Tapi masih ditutup, apa krunya yang meninggal atau kerabatnya,” ujar sumber.

 

Informasi di lapangan juga menyebutkan, pembatalan pendeteksian alam gaib di bekas RSU Bangli, ada kaitannya dengan penghuni alam gaib yang menunjukkan eksistensinya. Khabar burung itu makin kuat, ketika ada isu, penunggu gedung bekas RS tidak terima adanya aktivitas berbau mistis digelar di sana. 

 

Kepala Lingkungan Banjar Kawan Kelurahan Kawan I Nengah Sujena mengaku tidak mendapat kepastian dari panitia penyelenggara, terkait pembatalan acara. Padahal, isu pembatalan acara tersebut kuat berhembus dari sejumlah akun media sosial, selebaran, dan poster. “Poster sudah ditempel di area gedung dan di jalan-jalan,” sambungnya.

 

“Dua minggu sebelum hari H saya sudah dikirimi surat. Komunikasi lewat telepon juga. Tiga kali saya dihubungi. Katanya mau ngadain uji nyali. Saya sarankan mereka urus izin keramaian di kepolisian, tapi Senin malam tidak datang-datang,” jelas Sujena, dihubungi via telepon, Selasa (21/5).

 

Sujena enggan memastikan apakah pembatalan itu ada kaitannya dengan lokasi yang dijadikan tempat uji nyali. Namun dia mengamini, gedung bekas RS sangat angker. Banyak cerita yang muncul, mulai dari penampakan perawat, sosok anak kecil, hingga makhluk bertubuh besar dan hitam.

 

“Aneh juga. Saya juga kaget waktu dikhabari batal. Memang persiapan acaranya tidak begitu serius. Komunikasi panitia dengan saya juga gak terlalu lama,” kata dia meyakini.

 

Menurut Sujena, bekas RSU Bangli kerap dijadikan tempat uji nyali atau ajang coba-coba bagi para pecinta dunia mistis. Sebab, kondisi gedung yang menyeramkan dianggap mendukung. Oleh karena itu, para pembuat konten video media sosial semacam Youtube berlomba-lomba menjajal angkernya eks RSU yang berlokasi di Jalan Kusuma Yudha, Kota Bangli.

 

“Kalau uji nyali kali ini jadi, berarti bekas rumah sakit itu sudah tiga kali dijadikan tempat uji nyali. Tapi yang sudah pernah jalan, sudah dua kali. Saya senang dijadikan tempat seperti itu, biar pemerintah tahu, mestinya bangunan itu dibongkar atau diapakan,” ketusnya.

 

Di sisi lain, warga yang menunggu sejak Senin petang, kecewa lantaran tidak bisa menyaksikan aktivitas berbau mistis itu. Sejak pukul 20.00, warga sudah memadati jalan depan area bekas RS. Namun beberapa jam berselang, mereka dikhabari pihak kepolisian bahwa acara batal. Sebagai gantinya, warga yang sudah lama menunggu, mencoba menjajal angkernya gedung eks RSU Bangli dengan berbekal lampu senter. 

 

Hingga Selasa (21/5) dini hari sekitar pukul 01.00, warga masih mengerumuni area gedung dengan harapan uji nyali dilaksanakan. Suasana malam yang awalnya mencekam, berbalik menjadi ramai. Tapi malam makin larut, acara tak kunjung dimulai. Mereka yang lama menunggu, beramai-ramai menjarah semua sudut gedung.

 

Pantauan koran ini, warga sekitar sempat melempar benda keras ke dalam area gedung lantaran suasana makin gaduh. Beberapa anak muda yang telanjur masuk ke dalam, memilih bertahan sampai situasi mereda.

 

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi membantah adanya pembubaran paksa acara uji nyali oleh kepolisian Polres Bangli. “Itu kami meninjau saja. Gak ada itu namanya pembubaran paksa,” ungkap Sulhadi.

 

Dia mengatakan, panitia membatalkan acara itu lantaran kerabat salah seorang kru meninggal dunia. “Jadi acaranya batal. Mereka gak jadi ke Bangli. Itu menurut laporannya. Kalau pastinya, hanya panitia yang tahu,” pungkas Sulhadi.


BALI EXPRESS, BANGLI – Sempat heboh di dunia maya, ajang uji nyali yang rencananya dilakukan di bekas Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli oleh salah satu kelompok spiritual berdomisili di Tabanan, Senin malam (20/5) batal dilaksanakan. Berembus kabar, panitia penyelenggara memutuskan membatalkan acara tersebut  lantaran kerabat salah seorang kru meninggal dunia.

 

Banyak spekulasi bermunculan terkait batalnya kegiatan yang melibatkan para penekun spiritual tersebut. Koran ini mencoba menelusuri beberapa sumber untuk menanyakan penyebab pasti batalnya kegiatan pendeteksian alam gaib tersebut. Namun sayangnya, koran ini belum berhasil meminta konfirmasi panitia.

 

Berdasarkan keterangan salah seorang warga yang namanya enggan dikorankan, khabar meninggalnya kerabat salah seorang kru sudah diketahui beberapa jam menjelang acara dimulai. Sesuai jadwal yang tertera di poster, kegiatan dimulai pukul 21.00. “Pihak kepolisian juga datang ke sini, bilang acara batal. Tapi masih ditutup, apa krunya yang meninggal atau kerabatnya,” ujar sumber.

 

Informasi di lapangan juga menyebutkan, pembatalan pendeteksian alam gaib di bekas RSU Bangli, ada kaitannya dengan penghuni alam gaib yang menunjukkan eksistensinya. Khabar burung itu makin kuat, ketika ada isu, penunggu gedung bekas RS tidak terima adanya aktivitas berbau mistis digelar di sana. 

 

Kepala Lingkungan Banjar Kawan Kelurahan Kawan I Nengah Sujena mengaku tidak mendapat kepastian dari panitia penyelenggara, terkait pembatalan acara. Padahal, isu pembatalan acara tersebut kuat berhembus dari sejumlah akun media sosial, selebaran, dan poster. “Poster sudah ditempel di area gedung dan di jalan-jalan,” sambungnya.

 

“Dua minggu sebelum hari H saya sudah dikirimi surat. Komunikasi lewat telepon juga. Tiga kali saya dihubungi. Katanya mau ngadain uji nyali. Saya sarankan mereka urus izin keramaian di kepolisian, tapi Senin malam tidak datang-datang,” jelas Sujena, dihubungi via telepon, Selasa (21/5).

 

Sujena enggan memastikan apakah pembatalan itu ada kaitannya dengan lokasi yang dijadikan tempat uji nyali. Namun dia mengamini, gedung bekas RS sangat angker. Banyak cerita yang muncul, mulai dari penampakan perawat, sosok anak kecil, hingga makhluk bertubuh besar dan hitam.

 

“Aneh juga. Saya juga kaget waktu dikhabari batal. Memang persiapan acaranya tidak begitu serius. Komunikasi panitia dengan saya juga gak terlalu lama,” kata dia meyakini.

 

Menurut Sujena, bekas RSU Bangli kerap dijadikan tempat uji nyali atau ajang coba-coba bagi para pecinta dunia mistis. Sebab, kondisi gedung yang menyeramkan dianggap mendukung. Oleh karena itu, para pembuat konten video media sosial semacam Youtube berlomba-lomba menjajal angkernya eks RSU yang berlokasi di Jalan Kusuma Yudha, Kota Bangli.

 

“Kalau uji nyali kali ini jadi, berarti bekas rumah sakit itu sudah tiga kali dijadikan tempat uji nyali. Tapi yang sudah pernah jalan, sudah dua kali. Saya senang dijadikan tempat seperti itu, biar pemerintah tahu, mestinya bangunan itu dibongkar atau diapakan,” ketusnya.

 

Di sisi lain, warga yang menunggu sejak Senin petang, kecewa lantaran tidak bisa menyaksikan aktivitas berbau mistis itu. Sejak pukul 20.00, warga sudah memadati jalan depan area bekas RS. Namun beberapa jam berselang, mereka dikhabari pihak kepolisian bahwa acara batal. Sebagai gantinya, warga yang sudah lama menunggu, mencoba menjajal angkernya gedung eks RSU Bangli dengan berbekal lampu senter. 

 

Hingga Selasa (21/5) dini hari sekitar pukul 01.00, warga masih mengerumuni area gedung dengan harapan uji nyali dilaksanakan. Suasana malam yang awalnya mencekam, berbalik menjadi ramai. Tapi malam makin larut, acara tak kunjung dimulai. Mereka yang lama menunggu, beramai-ramai menjarah semua sudut gedung.

 

Pantauan koran ini, warga sekitar sempat melempar benda keras ke dalam area gedung lantaran suasana makin gaduh. Beberapa anak muda yang telanjur masuk ke dalam, memilih bertahan sampai situasi mereda.

 

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi membantah adanya pembubaran paksa acara uji nyali oleh kepolisian Polres Bangli. “Itu kami meninjau saja. Gak ada itu namanya pembubaran paksa,” ungkap Sulhadi.

 

Dia mengatakan, panitia membatalkan acara itu lantaran kerabat salah seorang kru meninggal dunia. “Jadi acaranya batal. Mereka gak jadi ke Bangli. Itu menurut laporannya. Kalau pastinya, hanya panitia yang tahu,” pungkas Sulhadi.


Most Read

Artikel Terbaru

/