alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Pemilik Kandang yang Digugat Rp 2,9 M akhirnya Pindahkan Babinya

BALI EXPRESS, GIANYAR – I Nyoman Suastawa sangat memegang teguh komitmennya bersama PT Nandini Bali. Sehari pasca dimediasi oleh Senator Gusti Ngurah Arya Wedakarna, kandang babi milik Suastawa tampak sudah bersih, di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan Gianyar, Selasa (21/5). Kedua babinya dipindahkan ke kandang lama, dan kandang yang dipermasalahkan itu akan dibongkarnya sesegera mungkin.

Peternak selaku  tergugat, I Nyoman Suastawa mengaku pemindahan ternak babinya itu telah dilakukan beberapa jam setelah mediasi. Sehingga saat ini kandangnya tersebut sudah bersih dan kedua ekor babi dipindahkan ke kandang lama. “Pemindahan sudah dilakukan kemarin pukul 15.00. Kandang juga sudah dibersihkan sambil menunggu tnidaklanjutan dari PT Nandini. Saya pastikan juga segera akan dibongkar,” tegasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Dalam kesempatan itu, pria mantan bendesa desa setempat ini juga mengaku pada lahan kandang yang dipermasalahkan itu tidak akan membangun kandang lagi. Melainkan dimanfaatkan dengan menanam  pohon pisang. Sedangkan babinya dipindahkan ke kandang lama yang jaraknya sekitar 80 meter dari kandang yang akan dibongkar.  

Disinggung degan dana kompensasi dari pihak PT Nandini untuk pemindahan kandang sesuai hasil mediasi belum ia terima. “Memang kesepakatan awalnya seperti itu, tetapi belum penandatanganan surat kesepakatan. Karena masih menunggu infor dari PT Nandini,” papar dia.

Sedangkan dikonfirmasi Kuasa Hukum PT Nandini Bali, Gede Masa mengatakan pemilik PT Nandini sedang berada di luar Bali. Sehingga ia belum sempat berkoordinasi denan kliennya tersebut. “Kalau sudah dipindahkan dan akan dibongkar itu kan bagus. Karena itu memang harapan kita, secepatnya juga kita akan cabut gugatan,” ungkapnya.

Disinggung dengan dana kompensasi yang akan diberikan kepada Nyoman Suastawa, ia juga masih menunggu kepastian dari pemilik PT Nandini. “Termasuk dana pemindahan itu juga pasti ada, tetapi masih menunggu ownernya datang. Sesuai kesepakatan kemarin, pasti diberikan sekitar Rp 2,5 juta itu,” imbuhnya.


BALI EXPRESS, GIANYAR – I Nyoman Suastawa sangat memegang teguh komitmennya bersama PT Nandini Bali. Sehari pasca dimediasi oleh Senator Gusti Ngurah Arya Wedakarna, kandang babi milik Suastawa tampak sudah bersih, di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan Gianyar, Selasa (21/5). Kedua babinya dipindahkan ke kandang lama, dan kandang yang dipermasalahkan itu akan dibongkarnya sesegera mungkin.

Peternak selaku  tergugat, I Nyoman Suastawa mengaku pemindahan ternak babinya itu telah dilakukan beberapa jam setelah mediasi. Sehingga saat ini kandangnya tersebut sudah bersih dan kedua ekor babi dipindahkan ke kandang lama. “Pemindahan sudah dilakukan kemarin pukul 15.00. Kandang juga sudah dibersihkan sambil menunggu tnidaklanjutan dari PT Nandini. Saya pastikan juga segera akan dibongkar,” tegasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Dalam kesempatan itu, pria mantan bendesa desa setempat ini juga mengaku pada lahan kandang yang dipermasalahkan itu tidak akan membangun kandang lagi. Melainkan dimanfaatkan dengan menanam  pohon pisang. Sedangkan babinya dipindahkan ke kandang lama yang jaraknya sekitar 80 meter dari kandang yang akan dibongkar.  

Disinggung degan dana kompensasi dari pihak PT Nandini untuk pemindahan kandang sesuai hasil mediasi belum ia terima. “Memang kesepakatan awalnya seperti itu, tetapi belum penandatanganan surat kesepakatan. Karena masih menunggu infor dari PT Nandini,” papar dia.

Sedangkan dikonfirmasi Kuasa Hukum PT Nandini Bali, Gede Masa mengatakan pemilik PT Nandini sedang berada di luar Bali. Sehingga ia belum sempat berkoordinasi denan kliennya tersebut. “Kalau sudah dipindahkan dan akan dibongkar itu kan bagus. Karena itu memang harapan kita, secepatnya juga kita akan cabut gugatan,” ungkapnya.

Disinggung dengan dana kompensasi yang akan diberikan kepada Nyoman Suastawa, ia juga masih menunggu kepastian dari pemilik PT Nandini. “Termasuk dana pemindahan itu juga pasti ada, tetapi masih menunggu ownernya datang. Sesuai kesepakatan kemarin, pasti diberikan sekitar Rp 2,5 juta itu,” imbuhnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/