alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Putri Suastini Koster Minta Mulai Batasi Anak Gunakan Gadget

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster menyarankan agar penggunaan gadget untuk anak-anak dibatasi. Sebab hal tersebut sebagai salah satu cara pola asuh anak dan remaja di era digital.

Ny Putri Koster menyampaikan bahwasannya pandemi Covid -19 telah memaksa kita untuk menggunakan dunia digital lebih sering dan lebih luas dalam berbagai sendi kehidupan. “Penggunaan media digital tentu saja memberi dampak positif, mempermudah akses komunikasi serta dampak positif lainnya,” jelas dia, Kamis (19/5).

Namun di sisi lain, penggunaan media digital juga memberi dampak negatif yang harus diantisipasi, khususnya bagi anak- anak dan generasi muda. Mendidik anak dalam era digital dewasa ini merupakan sebuah tantangan bagi para orang tua.

Perkembagan teknologi digital yang pesat memberi dampak negatif bagi perkembangan para generasi bangsa. Baik secara fisik maupun psikologisnya jika lalai dalam menyikapi perkembangan teknologi tersebut .

Secara fisik, penggunaan gadget dapat mengurangi kegiatan fisik dari anak- anak serta dapat berpengaruh terhadap kesehatannya akibat dari radiasi yang ditimbulkan. “Di sisi lain, penggunaan gadget tanpa kontrol juga berdampak secara psikis kepada anak. Dimana mengakibatkan hilangnya rasa percaya diri anak, anak menjadi gelisah, menginginkan sesuatu secara instant serta mudah menyerah. Untuk mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan digital ini ,peran orang tua sangat penting,” sambungnya.

Sebagai orang tua harus memperkuat landasan kasih sayang, mendidik, mengingatkan, memantau sekaligus menjadi contoh dan memberi contoh penggunaan gadget tersebut. “Seperti misalnya memberlakukan pembatasan jam penggunaan gadget dan mengarahkan anak ke kegiatan yang lebih produktif,” tutup Ny. Putri Koster.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster menyarankan agar penggunaan gadget untuk anak-anak dibatasi. Sebab hal tersebut sebagai salah satu cara pola asuh anak dan remaja di era digital.

Ny Putri Koster menyampaikan bahwasannya pandemi Covid -19 telah memaksa kita untuk menggunakan dunia digital lebih sering dan lebih luas dalam berbagai sendi kehidupan. “Penggunaan media digital tentu saja memberi dampak positif, mempermudah akses komunikasi serta dampak positif lainnya,” jelas dia, Kamis (19/5).

Namun di sisi lain, penggunaan media digital juga memberi dampak negatif yang harus diantisipasi, khususnya bagi anak- anak dan generasi muda. Mendidik anak dalam era digital dewasa ini merupakan sebuah tantangan bagi para orang tua.

Perkembagan teknologi digital yang pesat memberi dampak negatif bagi perkembangan para generasi bangsa. Baik secara fisik maupun psikologisnya jika lalai dalam menyikapi perkembangan teknologi tersebut .

Secara fisik, penggunaan gadget dapat mengurangi kegiatan fisik dari anak- anak serta dapat berpengaruh terhadap kesehatannya akibat dari radiasi yang ditimbulkan. “Di sisi lain, penggunaan gadget tanpa kontrol juga berdampak secara psikis kepada anak. Dimana mengakibatkan hilangnya rasa percaya diri anak, anak menjadi gelisah, menginginkan sesuatu secara instant serta mudah menyerah. Untuk mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan digital ini ,peran orang tua sangat penting,” sambungnya.

Sebagai orang tua harus memperkuat landasan kasih sayang, mendidik, mengingatkan, memantau sekaligus menjadi contoh dan memberi contoh penggunaan gadget tersebut. “Seperti misalnya memberlakukan pembatasan jam penggunaan gadget dan mengarahkan anak ke kegiatan yang lebih produktif,” tutup Ny. Putri Koster.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/