alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Tanggap Bencana, BPBD Badung Gelar Simulasi Gempa Bumi

BADUNG, BALI EXPRESS – Untuk menciptakan seluruh desa/kelurahan tanggap bencana, Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Badung melaksanakan pelatihan khusus.

Pelatihan kali ini dibarengi dengan pelaksanaan simulasi penanganan bencana yang akan dilaksanakan di seluruh desa/kelurahan. Pelatihan dan simulasi tahun ini dilaksanakan pertama kali di Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara.

Kalaksa BPBD Badung Wayan Darma mengatakan, kegiatan simulasi bencana ini dilakukan untuk menjadikan seluruh desa/kelurahan siap dalam menghadapi bencana. Simulasi ini diakui sebagai salah satu program dalam tahapan pra bencana yang dimiliki BPBD Badung. Rencananya akan dilaksanakan pelatihan dan simulasi bencana di enam desa/kelurahan di Badung.

“Simulasi dan pelatihan sejatinya adalah program rutin yang kami miliki. Tahun ini kami memilih enam desa/kelurahan, karena keterbatasan anggaran. Nantinya kami juga akan menyasar seluruh desa/kelurahan yang ada di Badung,” ujar Darma saat dikonfirmasi Jumat (20/5).

Menurutnya, dalam simulasi yang dilaksanakan di Kelurahan Kerobokan melibatkan seluruh unsur yang ada. Mulai dari Bendesa Adat, Linmas, Pacalang, Kepala Lingkungan, Kelian Adat, dan lainnya.

Pelatihan yang dilaksanakan juga melibatkan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di lingkungan setempat. “Pelatihan tanggap bencana ini berlangsung selama empat hari, diawali dengan pemberian materi dan terakhir dilaksanakan simulasi gempa bumi,” ungkapnya.

Mengenai gempa bumi, mantan Camat Petang ini menerangkan, yang paling diutamakan adalah keselamatan diri. Namun saat terjadinya bencana masyarakat diharapkan tidak langsung berlari ke luar ruangan. Melainkan dalam guncangan gempa dapat berlindung di pinggir ruangan atau di bawah meja terlebih dulu.

“Pertama saat ada gempa bumi agar mencari tempat yang aman di pinggir ruangan atau kalau ada meja dapat berlindung di sana. Tentunya pertama harus melindungi kepala terlabih dulu dari reruntuhan. Ketika guncangan sudah mereda baru mendengarkan komando dari petugas yang ada untuk mencari tempat yang lebih aman,” terangnya.

Melalui pelatihan ini, Darma menjelaskan, agar seluruh petugas yang ada dapat memahami langkah-langkah menangani bencana. Tentunya dalam setiap kantor akan dibentuk tim yang memiliki pengetahuan tanggap bencana. “Harapan kami ketika selesai pelatihan penguatan desa/keluarahan tangguh bencana, jadi seluruhnya betul-betul tangguh dan siap siaga menangani bencana. Baik dari gempa bumi, gunung meletus, dan sebagainya,” harapnya.

Secara kronologi, terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7 Skala Ritcher saat Pembentukan Forum PRB di Kelurahan Kerobokan. Akibat kerasnya guncangan gempa terdapat dua korban luka-luka, satu orang mengalami patah pada tulang lengan bagian kanan. Sementara satu orang lainnya mengalami patah tulang pada kaki kanan.

Kedua korban telah dievakuasi oleh Tim Tanggap Darurat Bencana Kelurahan Kerobokan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya mendapatkan perawatan dari tim medis.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Untuk menciptakan seluruh desa/kelurahan tanggap bencana, Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Badung melaksanakan pelatihan khusus.

Pelatihan kali ini dibarengi dengan pelaksanaan simulasi penanganan bencana yang akan dilaksanakan di seluruh desa/kelurahan. Pelatihan dan simulasi tahun ini dilaksanakan pertama kali di Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara.

Kalaksa BPBD Badung Wayan Darma mengatakan, kegiatan simulasi bencana ini dilakukan untuk menjadikan seluruh desa/kelurahan siap dalam menghadapi bencana. Simulasi ini diakui sebagai salah satu program dalam tahapan pra bencana yang dimiliki BPBD Badung. Rencananya akan dilaksanakan pelatihan dan simulasi bencana di enam desa/kelurahan di Badung.

“Simulasi dan pelatihan sejatinya adalah program rutin yang kami miliki. Tahun ini kami memilih enam desa/kelurahan, karena keterbatasan anggaran. Nantinya kami juga akan menyasar seluruh desa/kelurahan yang ada di Badung,” ujar Darma saat dikonfirmasi Jumat (20/5).

Menurutnya, dalam simulasi yang dilaksanakan di Kelurahan Kerobokan melibatkan seluruh unsur yang ada. Mulai dari Bendesa Adat, Linmas, Pacalang, Kepala Lingkungan, Kelian Adat, dan lainnya.

Pelatihan yang dilaksanakan juga melibatkan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di lingkungan setempat. “Pelatihan tanggap bencana ini berlangsung selama empat hari, diawali dengan pemberian materi dan terakhir dilaksanakan simulasi gempa bumi,” ungkapnya.

Mengenai gempa bumi, mantan Camat Petang ini menerangkan, yang paling diutamakan adalah keselamatan diri. Namun saat terjadinya bencana masyarakat diharapkan tidak langsung berlari ke luar ruangan. Melainkan dalam guncangan gempa dapat berlindung di pinggir ruangan atau di bawah meja terlebih dulu.

“Pertama saat ada gempa bumi agar mencari tempat yang aman di pinggir ruangan atau kalau ada meja dapat berlindung di sana. Tentunya pertama harus melindungi kepala terlabih dulu dari reruntuhan. Ketika guncangan sudah mereda baru mendengarkan komando dari petugas yang ada untuk mencari tempat yang lebih aman,” terangnya.

Melalui pelatihan ini, Darma menjelaskan, agar seluruh petugas yang ada dapat memahami langkah-langkah menangani bencana. Tentunya dalam setiap kantor akan dibentuk tim yang memiliki pengetahuan tanggap bencana. “Harapan kami ketika selesai pelatihan penguatan desa/keluarahan tangguh bencana, jadi seluruhnya betul-betul tangguh dan siap siaga menangani bencana. Baik dari gempa bumi, gunung meletus, dan sebagainya,” harapnya.

Secara kronologi, terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7 Skala Ritcher saat Pembentukan Forum PRB di Kelurahan Kerobokan. Akibat kerasnya guncangan gempa terdapat dua korban luka-luka, satu orang mengalami patah pada tulang lengan bagian kanan. Sementara satu orang lainnya mengalami patah tulang pada kaki kanan.

Kedua korban telah dievakuasi oleh Tim Tanggap Darurat Bencana Kelurahan Kerobokan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya mendapatkan perawatan dari tim medis.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/