alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Dua Kelompok Bentrok di Pedungan, Warga Bunyikan Kulkul Bulus

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bentrokan antar dua kelompok pecah di Simpang Jalan Batas Dukuh Sari-Jalan Pulau Roti, Banjar Dukuh Pesirahan, Pedungan, Denpasar Selatan, Selasa (21/6) sekitar pukul 00.30. dinihari. Keributan itu membuat warga sekitar resah, hingga membunyikan Kulkul (pentungan) Bulus di Balai Banjar.

Informasi yang dihimpun Koran Bali Express (Jawa Pos Grup), kelompok yang bertikai adalah warga Ambon, Maluku dengan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa bermula dari adanya kesalahpahaman antara pria berinisial N asal Ambon dan JK asal Sumba. Kemudian N menelepon JK untuk datang ke warung Bu Ayuk yang ada di Pelabuhan Benoa.

Kepala Lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan Wayan Mertanadi.I Gede Paramasutha/Bali Expres

Sesampainya di lokasi yang dimaksud, terjadi perkelahian yang membuat N terluka di kepala karena dikeroyok oleh JK bersama kelompoknya. “Karena kepalanya terluka, N sampai dirawat di RS AD, Jalan Sudirman. Hal itu yang diduga membuat teman-temannya tidak terima,” beber sumber yang enggan disebut namanya.

Teman-teman N sesama warga Ambon yang mengetahui insiden itu pun mendatangi kediaman JK di Jalan Batas Dukuh Sari. Ternyata, kelompok JK sudah bersiap di sana sambil membawa batu. Bahkan, kelompok itu langsung menyerang dengan melemparkan batu-batu tersebut. Apesnya, ada warga asal Banjar Dukuh Pesirahan berinisial GS, 34, yang terkena imbas lemparan batu.

Kepala pria itu bocor hingga harus dirawat di Puskesmas Pedungan. Akibatnya, pertikaian dua kelompok ini memantik kemarahan warga sekitar. Bahkan sampai membunyikan Kulkul Bulus (membunyikan kentongan) di Balai Banjar Dukuh Pesirahan sebagai tanda marabahaya. “Apalagi keributan serupa disebut sudah pernah terjadi di daerah itu, warga tentunya jadi sangat terusik,” tambah sumber.

Mendengar suara Kulkul Bulus, semakin banyak warga yang keluar rumah. Beruntung aparat dari Polsek Densel dibawah Pimpinan Kapolsek Kompol I Made Teja Dwi Permana didampingi Pawas dan Padal segera tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Begitu juga Kepala Lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan Wayan Mertanadi sudah memantau di lokasi.

Mereka mengimbau seluruh masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing supaya tidak memicu kejadian yang lebih besar dan menyerahkan atau mempercayakan kepada petugas Kepolisian untuk menangani perkara ini. Polisi mengamankan 14 orang dari kelompok Sumba yang saat itu masih ada di sekitar TKP.

Mereka berinisial A, Mlk, Mrk, S, E, AG, Ant, KT, TS, AM, N, L, DB, dan AN. Semuanya dirapatkan ke Mapolsek Denpasar Selatan guna dimintai keterangan. Adapun korban selain GS, yakni J asal Sumba Barat, terluka bagian lengan kiri. Lalu FBAP, 20, terluka pada kepala, bahu sebelah kiri dan kaki sebelah kiri. “Untuk sementara diketahui tidak ada korban jiwa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan Wayan Mertanadi membenarkan kelompok yang berseteru adalah warga Ambon dan Sumba. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui pasti awal mula permasalahan yang terjadi. Lantaran ia maupun warga tidak berani mendekat karena batu berterbangan. “Kejadiannya mulai sekitar 00.30, secara garis besar antar warga Sumba dan warga Ambon,” tuturnya.

Mertanadi juga menyebut ada beberapa orang dari kelompok yang berseteru ini tinggal di sebuah kos daerah Jalan Batas. Sedangkan sisanya tinggal di luar desa. Kala itu warganya membunyikan Kulkul Bulus sebagai pertanda ada bahaya agar warga waspada, terlebih salah satu warga sudah terkena imbasnya. Apalagi, Mertanadi yang memantau langsung di lokasi melihat orang yang bertikai ada membawa senjata tajam.

Mengingat kejadian serupa tidak hanya sekali ini terjadi di wilayah tersebut, maka pihaknya mengimbau kepada tuan rumah yang memiliki kos atau kontrakan agar mengevaluasi atau menseleksi orang yang akan menyewa.

“Bukannya mendiskriminasi, tapi untuk meminimalkan kejadian seperti ini, untuk warga luar yang mau ngekos tolong dievaluasi, pacalang pun setiap bulan melakukan pengecekan sekaligus pengamanan,” ucapnya.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bentrokan antar dua kelompok pecah di Simpang Jalan Batas Dukuh Sari-Jalan Pulau Roti, Banjar Dukuh Pesirahan, Pedungan, Denpasar Selatan, Selasa (21/6) sekitar pukul 00.30. dinihari. Keributan itu membuat warga sekitar resah, hingga membunyikan Kulkul (pentungan) Bulus di Balai Banjar.

Informasi yang dihimpun Koran Bali Express (Jawa Pos Grup), kelompok yang bertikai adalah warga Ambon, Maluku dengan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa bermula dari adanya kesalahpahaman antara pria berinisial N asal Ambon dan JK asal Sumba. Kemudian N menelepon JK untuk datang ke warung Bu Ayuk yang ada di Pelabuhan Benoa.

Kepala Lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan Wayan Mertanadi.I Gede Paramasutha/Bali Expres

Sesampainya di lokasi yang dimaksud, terjadi perkelahian yang membuat N terluka di kepala karena dikeroyok oleh JK bersama kelompoknya. “Karena kepalanya terluka, N sampai dirawat di RS AD, Jalan Sudirman. Hal itu yang diduga membuat teman-temannya tidak terima,” beber sumber yang enggan disebut namanya.

Teman-teman N sesama warga Ambon yang mengetahui insiden itu pun mendatangi kediaman JK di Jalan Batas Dukuh Sari. Ternyata, kelompok JK sudah bersiap di sana sambil membawa batu. Bahkan, kelompok itu langsung menyerang dengan melemparkan batu-batu tersebut. Apesnya, ada warga asal Banjar Dukuh Pesirahan berinisial GS, 34, yang terkena imbas lemparan batu.

Kepala pria itu bocor hingga harus dirawat di Puskesmas Pedungan. Akibatnya, pertikaian dua kelompok ini memantik kemarahan warga sekitar. Bahkan sampai membunyikan Kulkul Bulus (membunyikan kentongan) di Balai Banjar Dukuh Pesirahan sebagai tanda marabahaya. “Apalagi keributan serupa disebut sudah pernah terjadi di daerah itu, warga tentunya jadi sangat terusik,” tambah sumber.

Mendengar suara Kulkul Bulus, semakin banyak warga yang keluar rumah. Beruntung aparat dari Polsek Densel dibawah Pimpinan Kapolsek Kompol I Made Teja Dwi Permana didampingi Pawas dan Padal segera tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Begitu juga Kepala Lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan Wayan Mertanadi sudah memantau di lokasi.

Mereka mengimbau seluruh masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing supaya tidak memicu kejadian yang lebih besar dan menyerahkan atau mempercayakan kepada petugas Kepolisian untuk menangani perkara ini. Polisi mengamankan 14 orang dari kelompok Sumba yang saat itu masih ada di sekitar TKP.

Mereka berinisial A, Mlk, Mrk, S, E, AG, Ant, KT, TS, AM, N, L, DB, dan AN. Semuanya dirapatkan ke Mapolsek Denpasar Selatan guna dimintai keterangan. Adapun korban selain GS, yakni J asal Sumba Barat, terluka bagian lengan kiri. Lalu FBAP, 20, terluka pada kepala, bahu sebelah kiri dan kaki sebelah kiri. “Untuk sementara diketahui tidak ada korban jiwa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan Wayan Mertanadi membenarkan kelompok yang berseteru adalah warga Ambon dan Sumba. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui pasti awal mula permasalahan yang terjadi. Lantaran ia maupun warga tidak berani mendekat karena batu berterbangan. “Kejadiannya mulai sekitar 00.30, secara garis besar antar warga Sumba dan warga Ambon,” tuturnya.

Mertanadi juga menyebut ada beberapa orang dari kelompok yang berseteru ini tinggal di sebuah kos daerah Jalan Batas. Sedangkan sisanya tinggal di luar desa. Kala itu warganya membunyikan Kulkul Bulus sebagai pertanda ada bahaya agar warga waspada, terlebih salah satu warga sudah terkena imbasnya. Apalagi, Mertanadi yang memantau langsung di lokasi melihat orang yang bertikai ada membawa senjata tajam.

Mengingat kejadian serupa tidak hanya sekali ini terjadi di wilayah tersebut, maka pihaknya mengimbau kepada tuan rumah yang memiliki kos atau kontrakan agar mengevaluasi atau menseleksi orang yang akan menyewa.

“Bukannya mendiskriminasi, tapi untuk meminimalkan kejadian seperti ini, untuk warga luar yang mau ngekos tolong dievaluasi, pacalang pun setiap bulan melakukan pengecekan sekaligus pengamanan,” ucapnya.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/