alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Anggaran Terbatas, Proyek Penguatan Tebing Uluwatu Tertunda

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Beberapa proyek fisik yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung dihentikan sementara atau batal dilaksanakan, mengingat anggaran yang terbatas di tengah wabah Covid-19. Salah satunya adalah rencana proyek penguatan tebing Pura Luhur Uluwatu, di Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan. Sempat digadang-gadang berjalan tahun ini, proyek tersebut terpaksa ditunda.

Urungnya proyek penguatan tebing yang retak tersebut, dibenarkan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, GA Sriasih, Selasa (21/7). “Proyek itu tidak jadi. Anggaranya terpotong karena adanya Covid-19,” ungkapnya.

Sriasih juga mengakui tidak hanya rencana proyek penguatan tebing Pura Uluwatu yang dibatalkan, beberapa proyek lain juga bernasib serupa. Sebut saja Taman Bung Karno di Desa Penarungan, Mengwi. Taman Delta di Dalung, dan lainnya. “Semua kegiatan kita yang lelang dan semua swakelola, dihentikan terkait dengan anggaran,” jelasnya.

Terkait hal itu, Sriasih tak bisa berkomentar banyak soal kapan  rencana proyek yang sempat masuk prioritas dari tahun 2019 itu bisa dijalankan. Yang jelas, diupayakan proyek akan diajukan kembali ketika kondisi anggaran sudah stabil. “Sampai anggaran tersedia (proyek dijalankan). Tapi tetap kita ajukan semoga normal kembali,” tegasnya

Ia mengakui, proyek itu sempat berproses sampai ke tahap lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung. Hanya saja belum sampai menemukan pemenang lelang, Covid 19 sudah mewabah di Indonesia termasuk Badung. “Sempat berproses sampai ke pelelangan. Tapi akhirnya karena ada surat edaran dari Pak Sekda, semua kegiatan dihentikan terkait dengan Covid-19. Jadi anggarannya dialihkan,” katanya.

Untuk diketahui, rencana penguatan tebing Uluwatu, tepat di bawah Pura Uluwatu, sudah bergulir sejak lama. Bahkan sudah pernah dilakukan penambalan pada era Bupati AA Gde Agung dan Wakil Bupati I Ketut Sudikerta. Nah, pada era Bupati Giri Prasta, muncul rencana penguatan tebing dengan cara injeksi. Bahkan rencana tersebut bergulir sejak 2017.

Karena beberapa kendala, baru masuk lelang pada 2019. Sayang saat itu belum ditemukan pemenang lelang, dan waktu yang tersedia guna realisasi proyek dengan anggaran Rp 29,5 miliar itu pendek. Namun proses analisis keretakan tebing tersebut telah dilakukan oleh Konsultan Konstruksi PT Inakko Internasional Konsulindo.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Beberapa proyek fisik yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung dihentikan sementara atau batal dilaksanakan, mengingat anggaran yang terbatas di tengah wabah Covid-19. Salah satunya adalah rencana proyek penguatan tebing Pura Luhur Uluwatu, di Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan. Sempat digadang-gadang berjalan tahun ini, proyek tersebut terpaksa ditunda.

Urungnya proyek penguatan tebing yang retak tersebut, dibenarkan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, GA Sriasih, Selasa (21/7). “Proyek itu tidak jadi. Anggaranya terpotong karena adanya Covid-19,” ungkapnya.

Sriasih juga mengakui tidak hanya rencana proyek penguatan tebing Pura Uluwatu yang dibatalkan, beberapa proyek lain juga bernasib serupa. Sebut saja Taman Bung Karno di Desa Penarungan, Mengwi. Taman Delta di Dalung, dan lainnya. “Semua kegiatan kita yang lelang dan semua swakelola, dihentikan terkait dengan anggaran,” jelasnya.

Terkait hal itu, Sriasih tak bisa berkomentar banyak soal kapan  rencana proyek yang sempat masuk prioritas dari tahun 2019 itu bisa dijalankan. Yang jelas, diupayakan proyek akan diajukan kembali ketika kondisi anggaran sudah stabil. “Sampai anggaran tersedia (proyek dijalankan). Tapi tetap kita ajukan semoga normal kembali,” tegasnya

Ia mengakui, proyek itu sempat berproses sampai ke tahap lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung. Hanya saja belum sampai menemukan pemenang lelang, Covid 19 sudah mewabah di Indonesia termasuk Badung. “Sempat berproses sampai ke pelelangan. Tapi akhirnya karena ada surat edaran dari Pak Sekda, semua kegiatan dihentikan terkait dengan Covid-19. Jadi anggarannya dialihkan,” katanya.

Untuk diketahui, rencana penguatan tebing Uluwatu, tepat di bawah Pura Uluwatu, sudah bergulir sejak lama. Bahkan sudah pernah dilakukan penambalan pada era Bupati AA Gde Agung dan Wakil Bupati I Ketut Sudikerta. Nah, pada era Bupati Giri Prasta, muncul rencana penguatan tebing dengan cara injeksi. Bahkan rencana tersebut bergulir sejak 2017.

Karena beberapa kendala, baru masuk lelang pada 2019. Sayang saat itu belum ditemukan pemenang lelang, dan waktu yang tersedia guna realisasi proyek dengan anggaran Rp 29,5 miliar itu pendek. Namun proses analisis keretakan tebing tersebut telah dilakukan oleh Konsultan Konstruksi PT Inakko Internasional Konsulindo.


Most Read

Artikel Terbaru

/