Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Pihak Rumah Sakit Cemaskan Menipisnya Pasokan Oksigen 

21 Juli 2021, 17: 23: 22 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pihak Rumah Sakit Cemaskan Menipisnya Pasokan Oksigen 

OKSIGEN : Proses distribusi oksigen tabung di RS Tabanan sebelum kelangkaan terjadi beberapa bulan lalu. Sekda Tabanan I Gede Susila (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr I Nyoman Suratmika. (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Kelangkaan oksigen untuk kebutuhan medis mulai bikin runyam di Tabanan. Pihak rumah sakit dibuat degdegan. Bahkan sampai Rabu (21/7) siang, pasokan oksigen di Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan sudah sangat tipis. 

Informasinya, pasokan yang tersisa di bawah lima ratus kubik. Itupun sisa setelah didrop dari provinsi, Senin (19/7) lalu dengan volume distribusi sekitar dua ribuan meter kubik. Sementara kebutuhan oksigen rata-rata per hari di Rumah Sakit Tabanan berkisar seribu sampai 1.200 meter kubik.

Dan sampai Rabu (21/7) pasokan yang tersisa di bawah 500 meter kubik. Sisa pasokan ini membuat pihak rumah sakit waswas.

Baca juga: Polsek Sukawati Serahkan Sarana Kontak Kepada Pecalang Desa Batubulan

Kelangkaan ini juga membuat skema antisipasi yang sudah dibuat bersama rekanan, yakni sanggup memasok oksigen media dua kali kebutuhan puncak sudah tidak bisa jalan.

Terlebih saat ini, urusan oksigen diambil alih oleh Pos Koordinasi Penyediaan Oksigen Medis yang dibentuk Gubernur Bali.

Soal kelangkaan oksigen untuk kepentingan medis ini tidak dipungkiri Sekretaris Daerah atau Sekda Tabanan I Gede Susila saat dikonfirmasi. Bahkan, pihaknya berharap kebutuhan oksigen setiap hari masih bisa tercukupi.

"Kami maklumi semua rumah sakit di Bali ini semua berperan aktif dalam pandemi, di samping perawatan pasien umum lainnya. Kebutuhan oksigen jadi atensi kami," kata Susila.

Sejauh ini, sambungnya, distribusi oksigen yang kini diatur provinsi sudah berjalan. Meskipun pasokan yang diterima terbatas.

"Dalam artian kalau dahulu bisa dirancang untuk keperluan satu minggu atau sepuluh hari ke depan, sekarang tiap hari dikirim. Saya tidak hafal berapa kebutuhan masing-masing rumah sakit di Tabanan," sebutnya.

Dia menegaskan, situasi yang membuat waswas saat ini karena kebutuhan yang telah dirancang kini hanya bisa dipenuhi untuk satu hari. Selain itu, dia memastikan, kelangkaan ini tidak sampai berimbas pada pelayanan.

"Tidak ada mengurangi pelayanan, gara-gara oksigen diirit, sehingga kematian melonjak. Karena kami selalu koordinasi dengan provinsi. Standar perawatan bagi yang terkonfirmasi positif tidak bisa diabaikan," tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, dr I Nyoman Suratmika, kelangkaan oksigen untuk kepentingan medis ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Dikatakanya, volume produksi tetap, hanya saja tingkat kebutuhannya yang melonjak. 

"Jadi, suplai berkurang yang perlu banyak. Yang didapatkan rumah sakit sedikit. Di Tabanan per hari ini kalau sampai sore ini tidak dapat kiriman saya tidak bisa bicara apalagi," kata Suratmika dengan nada agak pasrah.

Karena itu, di samping tempat isolasi, distrubusi obat, ketersediaan oksigen juga perlu memperoleh perhatian. Terlebih di Tabanan ada sepuluh rumah sakit dan delapan di antaranya menangani pasien Covid-19.

"Oksigen ini harus lebih intens diurus. Jangan harap tunggu kiriman. Jadi kami harus ke situ (provinsi) ikut antri. Seperti kemarau, mencari air, jerikennya kami bawa," pungkasnya. 

(bx/hai/rin/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia