alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Puluhan Ribu KPM di Buleleng Terima Bantuan

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata dalam Data Terpadu Kesejarteraan Sosial (DTKS) menerima bantuan dari pemerintah, Rabu (21/7) pagi secara simbolis. Bantuan tersebut diberikan kepada warga kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19. Bantuan yang diserahkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), serta Bansos beras. Berdasarkan data pada triwulan II tahun 2021, bantuan yang diserahkan lewat PKH sebanyak 28.467 KPM. Sedangakan untuk program BPNT sebanyak 41.635 KK dan BST diberikan untuk 17.723 KK. Sementara untuk Bantuan Sosial Beras disalurkan kepada 3.000 KK.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman Putra menjelaskan, dibandingkan dengan hasil sensus Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 yang mencatat da 35.250 KK miskin, data dari Kementrian Sosial RI menyatakan ada 64.198 KK miski atau 239.314 jiwa yang masuk dalam DTKS. Jumlah itu pun menurut Kariaman jauh lebih banyak. “Program pendataan kami libatkan pihak desa dan kelurahan. Karena kondisi di wilayahnya mereka yang tahu. Selanjutnya kami verifikasi dan usul lewat Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos. Dari data itu akan diperoleh naman-nama yang menerima bantuan dan yang tidak menerima,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Dokter Nyoman Sutjidra menyampaikan, Dinas Sosial harus terus melakukan update pada DTKS untuk mendata masyarakat Buleleng. “Harus terus diperbaharui secara berkala. Agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.

Sutjidra menambahkan, kondisi pandemi saat ini seluruh sektor terdampak. Banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Akan tetapi pemerintah belum mampu memberikan bantuan kepada masyarakat secara keseluruhan. Untuk itu, pemerintah menyasar warga-warga yang diprioritaskan untuk menerima bantuan. “Pemerintah tidak bisa memberikan bantuan pada seluruh warga yang terdampak. Sehingga pemerintah memberi prioritas bantuan pada warga disabilitas, lansia, dan warga miskin terdampak,” jelasnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata dalam Data Terpadu Kesejarteraan Sosial (DTKS) menerima bantuan dari pemerintah, Rabu (21/7) pagi secara simbolis. Bantuan tersebut diberikan kepada warga kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19. Bantuan yang diserahkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), serta Bansos beras. Berdasarkan data pada triwulan II tahun 2021, bantuan yang diserahkan lewat PKH sebanyak 28.467 KPM. Sedangakan untuk program BPNT sebanyak 41.635 KK dan BST diberikan untuk 17.723 KK. Sementara untuk Bantuan Sosial Beras disalurkan kepada 3.000 KK.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman Putra menjelaskan, dibandingkan dengan hasil sensus Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 yang mencatat da 35.250 KK miskin, data dari Kementrian Sosial RI menyatakan ada 64.198 KK miski atau 239.314 jiwa yang masuk dalam DTKS. Jumlah itu pun menurut Kariaman jauh lebih banyak. “Program pendataan kami libatkan pihak desa dan kelurahan. Karena kondisi di wilayahnya mereka yang tahu. Selanjutnya kami verifikasi dan usul lewat Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos. Dari data itu akan diperoleh naman-nama yang menerima bantuan dan yang tidak menerima,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Dokter Nyoman Sutjidra menyampaikan, Dinas Sosial harus terus melakukan update pada DTKS untuk mendata masyarakat Buleleng. “Harus terus diperbaharui secara berkala. Agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.

Sutjidra menambahkan, kondisi pandemi saat ini seluruh sektor terdampak. Banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Akan tetapi pemerintah belum mampu memberikan bantuan kepada masyarakat secara keseluruhan. Untuk itu, pemerintah menyasar warga-warga yang diprioritaskan untuk menerima bantuan. “Pemerintah tidak bisa memberikan bantuan pada seluruh warga yang terdampak. Sehingga pemerintah memberi prioritas bantuan pada warga disabilitas, lansia, dan warga miskin terdampak,” jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/