alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Diintimidasi Oknum Aparat, Hendra Lapor ke Denpom Udayana

DENPASAR, BALI EXPRESS – Seorang warga bernama Hendra mengadukan oknum aparat TNI ke Denpom IX/Udayana Denpasar, Jumat (21/8), setelah tempat tinggalnya kerap didatangi oleh oknum aparat berbaju loreng dan mengusir Hendra.

Hendra merupakan orang yang mengontrak tanah Ketut Pujiama yang sedang bersengketa dengan Wayan Padma. Dari pengakuannya setelah mengajukan laporan di Mako Denpom, oknum tersebut bernama MHJ. “Mereka datang ke rumah saya, memotret rumah. Mereka datang berdua. Pernah juga lebih dari itu,” jelas Hendra kepada media.

Selain memotret, oknum tersebut juga melakukan intimidasi dengan meneriaki Hendra agar pergi dari tanah yang dikontraknya. “Saya pernah diteriaki untuk pergi dari tempat itu,” jelasnya lagi.

Baca Juga :  Rai Mantra Ingatkan Target Realisasi Pembangunan

Hendra melapor dengan memperlihatkan foto oknum aparat menggunakan seragam yang mengintimidasinya.

Walaupun sudah membawa lampiran bukti foto dan video, laporan Hendra tidak langsung diterima oleh petugas jaga piket Denpom. “Laporan saya belum diterima. Saya malah diminta pulang membawa bukti-bukti itu,” jelasnya.

Petugas piket Denpom mengatakan, belum ada tindak pidana dalam kasus ini, sehingga meminta Hendra menunggu kasus hukum di Polda. Hingga berita ini diturunkan, pihak Denpom belum berhasil dikonfirmasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus sengketa tanah antara Pujiama dan Wayan Padma belum menemukan titik terang. Kasus ini juga mengorbankan salah satu jurnalis senior Joko Sugianto yang awalnya membeli tanah kepada Pujiama.

Baca Juga :  Menunggu Pesona Matahari Terbit dari Sanur Street Beach Walk

Kasus masih bergulir di Polda Bali maupun BPN. Wayan Padma diduga kuat menggunakan kwitansi palsu dalam proses sertifikat tanah tersebut.

Hendra sempat membawa kasus ini ke Polsek Denpasar Selatan, tetapi oleh pihak Polsek Diminta untuk melapor ke Denpom.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Seorang warga bernama Hendra mengadukan oknum aparat TNI ke Denpom IX/Udayana Denpasar, Jumat (21/8), setelah tempat tinggalnya kerap didatangi oleh oknum aparat berbaju loreng dan mengusir Hendra.

Hendra merupakan orang yang mengontrak tanah Ketut Pujiama yang sedang bersengketa dengan Wayan Padma. Dari pengakuannya setelah mengajukan laporan di Mako Denpom, oknum tersebut bernama MHJ. “Mereka datang ke rumah saya, memotret rumah. Mereka datang berdua. Pernah juga lebih dari itu,” jelas Hendra kepada media.

Selain memotret, oknum tersebut juga melakukan intimidasi dengan meneriaki Hendra agar pergi dari tanah yang dikontraknya. “Saya pernah diteriaki untuk pergi dari tempat itu,” jelasnya lagi.

Baca Juga :  Suastini Koster : Hapus Mindset Nak Mula Keto

Hendra melapor dengan memperlihatkan foto oknum aparat menggunakan seragam yang mengintimidasinya.

Walaupun sudah membawa lampiran bukti foto dan video, laporan Hendra tidak langsung diterima oleh petugas jaga piket Denpom. “Laporan saya belum diterima. Saya malah diminta pulang membawa bukti-bukti itu,” jelasnya.

Petugas piket Denpom mengatakan, belum ada tindak pidana dalam kasus ini, sehingga meminta Hendra menunggu kasus hukum di Polda. Hingga berita ini diturunkan, pihak Denpom belum berhasil dikonfirmasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus sengketa tanah antara Pujiama dan Wayan Padma belum menemukan titik terang. Kasus ini juga mengorbankan salah satu jurnalis senior Joko Sugianto yang awalnya membeli tanah kepada Pujiama.

Baca Juga :  Ngontrak di Benoa, WNA Amerika Ditemukan Membusuk di Kamar

Kasus masih bergulir di Polda Bali maupun BPN. Wayan Padma diduga kuat menggunakan kwitansi palsu dalam proses sertifikat tanah tersebut.

Hendra sempat membawa kasus ini ke Polsek Denpasar Selatan, tetapi oleh pihak Polsek Diminta untuk melapor ke Denpom.


Most Read

Artikel Terbaru

/