alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Lakalantas Dua Tewas di Jalur Angker Banjar Kutri

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kecelakaan mengerikan kembali terjadi di Jalan Raya Singapadu, tepatnya di Banjar Kutri, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Jumat subuh (21/8). 

Korbannya adalah Dolo Raja,40, dan Nggada Wali, 33, tewas di tempat kejadian setelah menabrak leneng jaba pura. Jalur tersebut memang dikenal ‘tenget’ (angker) karena kerap terjadi lakalantas hingga makan korban. 

Kecelakaan bermula korban Dolo Raja yang mengendarai  sepeda motor nomor polisi DK 2224 KAK, membonceng Nggada Wali datang dari arah selatan menuju ke utara. 

Setibanya di lokasi, tepatnya di jaba Pura Panti Bendesa Manik Mas, Kutri, tiba-tiba tidak bisa menguasai kendaraanya hingga menabrak leneng pura maksan tersebut,  lalu terpental sekitar sejauh dua meter ke dekat Palinggih Pangapit Pura. 

Baca Juga :  Para Pemilik Motor di Area Balapan Liar Datangi Polres Klungkung

Dikonfirmasi Kasubag Humas Polres Gianyar, Iptu Ketut Suarnata, membenarkan kecelakaan tersebut. “Selanjutnya korban dibawa ke RSU Ganesa Celuk. Kejadian lakalantas itu karena pengendaranya kehilangan kendali,” jelasnya.

Sementara Kelihan Adat Banjar Kutri, Made Latra, menjelaskan, kejadian lakalantas di areal tersebut sudah terjadi delapan kali sejak awal tahun 2020 ini. Tahun-tahun sebelumnya, juga kerap terjadi dan rata-rata korbannya meninggal dunia. 

“Kejadian sudah sering sekali, dari awal sudah sering terjadi, bahkan kebanyakan korbannya meninggal dunia,” jelasnya. 

Lokasi lakalantas itu pun dirasa ada yang aneh dan mengarah ke hal yang mistis.  “Kalau kita di Bali tentu mengenal sekala dan niskala, secara sekala kemungkinan korban mengantuk, karena jalan tikungan, dan hal lainnya. Sedangkan di niskalanya kita kan tidak tahu seperti apa,” paparnya. 

Baca Juga :  Astungkara! Progres Penataan Jalan Gajah Mada Sudah 96 Persen

Latra juga menambahkan, lantaran kerap terjadi kecelakaan di wilayah banjarnya hingga merengut nyawa, membuat dirinya bertanya kepada salah satu rekannya yang diyakini bisa menerawang. 

Dikatakan di jalur tersebut memang sebagai perempatan agung secara niskala. Sehingga sejak dahulu banyak memakan korban, solusinya diarahkan agar membuat pacaruan dan membuat satu  palinggih. ” Kalau tidak dilakukan akan terus berlanjut. Nanti coba dirembugkan  antara banjar dan bendesa,” imbuhnya. 

Seminggu lalu, lanjutnya,  ada juga kecelakaan di dekat lokasi tersebut, korban sempat dirawat di rumah sakit, namun sayang nyawanya tidak tertolong. “Padahal korban naik motor sangat pelan, itu kebetulan kerabat saya. Baru dua hari lalu meninggal, ” imbuh Latra. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Kecelakaan mengerikan kembali terjadi di Jalan Raya Singapadu, tepatnya di Banjar Kutri, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Jumat subuh (21/8). 

Korbannya adalah Dolo Raja,40, dan Nggada Wali, 33, tewas di tempat kejadian setelah menabrak leneng jaba pura. Jalur tersebut memang dikenal ‘tenget’ (angker) karena kerap terjadi lakalantas hingga makan korban. 

Kecelakaan bermula korban Dolo Raja yang mengendarai  sepeda motor nomor polisi DK 2224 KAK, membonceng Nggada Wali datang dari arah selatan menuju ke utara. 

Setibanya di lokasi, tepatnya di jaba Pura Panti Bendesa Manik Mas, Kutri, tiba-tiba tidak bisa menguasai kendaraanya hingga menabrak leneng pura maksan tersebut,  lalu terpental sekitar sejauh dua meter ke dekat Palinggih Pangapit Pura. 

Baca Juga :  Tiga Mobil Tabrakan Beruntun di Meliling

Dikonfirmasi Kasubag Humas Polres Gianyar, Iptu Ketut Suarnata, membenarkan kecelakaan tersebut. “Selanjutnya korban dibawa ke RSU Ganesa Celuk. Kejadian lakalantas itu karena pengendaranya kehilangan kendali,” jelasnya.

Sementara Kelihan Adat Banjar Kutri, Made Latra, menjelaskan, kejadian lakalantas di areal tersebut sudah terjadi delapan kali sejak awal tahun 2020 ini. Tahun-tahun sebelumnya, juga kerap terjadi dan rata-rata korbannya meninggal dunia. 

“Kejadian sudah sering sekali, dari awal sudah sering terjadi, bahkan kebanyakan korbannya meninggal dunia,” jelasnya. 

Lokasi lakalantas itu pun dirasa ada yang aneh dan mengarah ke hal yang mistis.  “Kalau kita di Bali tentu mengenal sekala dan niskala, secara sekala kemungkinan korban mengantuk, karena jalan tikungan, dan hal lainnya. Sedangkan di niskalanya kita kan tidak tahu seperti apa,” paparnya. 

Baca Juga :  Penabrak Pelajar Yatim Piatu hingga Tewas Itu Ditangkap

Latra juga menambahkan, lantaran kerap terjadi kecelakaan di wilayah banjarnya hingga merengut nyawa, membuat dirinya bertanya kepada salah satu rekannya yang diyakini bisa menerawang. 

Dikatakan di jalur tersebut memang sebagai perempatan agung secara niskala. Sehingga sejak dahulu banyak memakan korban, solusinya diarahkan agar membuat pacaruan dan membuat satu  palinggih. ” Kalau tidak dilakukan akan terus berlanjut. Nanti coba dirembugkan  antara banjar dan bendesa,” imbuhnya. 

Seminggu lalu, lanjutnya,  ada juga kecelakaan di dekat lokasi tersebut, korban sempat dirawat di rumah sakit, namun sayang nyawanya tidak tertolong. “Padahal korban naik motor sangat pelan, itu kebetulan kerabat saya. Baru dua hari lalu meninggal, ” imbuh Latra. 


Most Read

Artikel Terbaru

/