alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Keluarga di Celuk Kubur Sendiri Jenasah Covid-19

GIANYAR, BALI EXPRESS – Dengan alasan tidak ada petugas, jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terpaksa dikuburkan sendiri oleh keluarganya. Peristiwa ini terjadi di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, peristiwa itu berawal ketika salah seorang warga Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, berjenis kelamin perempuan berusia 90 tahun mengalami keluhan tidak bisa mengeluarkan dahak. Maka dari itu oleh keluarga, lansia ini dibawa ke RS Ganesha, Celuk. 

Setelah dua hari dirawat, pasien tersebut meninggal, hanya saja hasil swab belum keluar. Salah seorang keluarga pasien, Agus Aristya, mengatakan bahwa setelah meninggal pihak keluarga sudah didatangi banyak pihak mulai dari Sattgas Dinas, hingha Babinsa, yang memberikan informasi untuk mempersiapkan penguburan dengan SOP Covid-19. Meskipun hasil swab dari sang nenek belum keluar.

“Tapi setelah hasil swab yang keluar positif covid-19, kami langsung melakukan koordinasi dengan Kelian Desa, dan Satgas Covid-19 Desa Adat Celuk. Apalagi menurut aturan jika meninggal Covid harus segera dikuburkan,” ungkapnya.

Maka dari itu pihak keluarga pun mulai  mempersiapkan bambu, dan telah menggali kuburan. Hanya saja setelah semuanya siap, pihaknya justru tidak mendapatkan petugas penguburan. “Alasannya tidak ada petugas, dan ini sangat kami sayangkan. Apalagi kuburan sudah digali, sedangkan kepercayaan kita sebagai orang Bali, pantang membatalkan penguburan kalau lubang sudah disiapkan,” bebernya.

Atas kondisi tersebut, dengan segala resiko yang ada, keluarga pasien pun memutuskan untuk melakukan penguburan secara mandiri. “Cuma kami diminta mengenakan APD, tapi jenazah tetap kami yang mengambil sendiri ke Gianyar,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba, mengatakan bahwa kondisi itu terjadi lantaran penguburan pasien mendadak, sehingga tidak mendapatkan jadwal penguburan. “Yang di Celuk itu penguburannya mendadak dan harus sekarang, sedangkan penanganan jenazah sudah terjadwal,” tegasnya Jumat (20/8).

Sedangkan dalam satu hari penguburan dilakukan terjadwal. Dimana pada hari Kamis (19/8) ada 14 jenazah yang harus dikuburkan di wilayah Gianyar. “Petugas sudah mulai bekerja pukul 05.00 WITA sampai 21.00 WITA. Jadi pagi ada 6 jenazah kemudang siang hingga malam ada 8 jenazah, itu terjadwal,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Dengan alasan tidak ada petugas, jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terpaksa dikuburkan sendiri oleh keluarganya. Peristiwa ini terjadi di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, peristiwa itu berawal ketika salah seorang warga Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, berjenis kelamin perempuan berusia 90 tahun mengalami keluhan tidak bisa mengeluarkan dahak. Maka dari itu oleh keluarga, lansia ini dibawa ke RS Ganesha, Celuk. 

Setelah dua hari dirawat, pasien tersebut meninggal, hanya saja hasil swab belum keluar. Salah seorang keluarga pasien, Agus Aristya, mengatakan bahwa setelah meninggal pihak keluarga sudah didatangi banyak pihak mulai dari Sattgas Dinas, hingha Babinsa, yang memberikan informasi untuk mempersiapkan penguburan dengan SOP Covid-19. Meskipun hasil swab dari sang nenek belum keluar.

“Tapi setelah hasil swab yang keluar positif covid-19, kami langsung melakukan koordinasi dengan Kelian Desa, dan Satgas Covid-19 Desa Adat Celuk. Apalagi menurut aturan jika meninggal Covid harus segera dikuburkan,” ungkapnya.

Maka dari itu pihak keluarga pun mulai  mempersiapkan bambu, dan telah menggali kuburan. Hanya saja setelah semuanya siap, pihaknya justru tidak mendapatkan petugas penguburan. “Alasannya tidak ada petugas, dan ini sangat kami sayangkan. Apalagi kuburan sudah digali, sedangkan kepercayaan kita sebagai orang Bali, pantang membatalkan penguburan kalau lubang sudah disiapkan,” bebernya.

Atas kondisi tersebut, dengan segala resiko yang ada, keluarga pasien pun memutuskan untuk melakukan penguburan secara mandiri. “Cuma kami diminta mengenakan APD, tapi jenazah tetap kami yang mengambil sendiri ke Gianyar,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba, mengatakan bahwa kondisi itu terjadi lantaran penguburan pasien mendadak, sehingga tidak mendapatkan jadwal penguburan. “Yang di Celuk itu penguburannya mendadak dan harus sekarang, sedangkan penanganan jenazah sudah terjadwal,” tegasnya Jumat (20/8).

Sedangkan dalam satu hari penguburan dilakukan terjadwal. Dimana pada hari Kamis (19/8) ada 14 jenazah yang harus dikuburkan di wilayah Gianyar. “Petugas sudah mulai bekerja pukul 05.00 WITA sampai 21.00 WITA. Jadi pagi ada 6 jenazah kemudang siang hingga malam ada 8 jenazah, itu terjadwal,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/