alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Jembrana Catat Rekor Tertinggi, Tambah 26 Terkonfirmasi Covid-19

NEGARA, BALI EXPRESS – Warga Jembrana yang terkonfirmasi Covid-19 kembali bertambah. Tercatat ada 26 warga hasil swabnya positif, Senin (21/9). Penambahan itu sekaligus menjadi rekor tertinggi kasus terkonfirmasi Covid-19 dalam satu hari di Kabupaten Jembrana. 

Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan  Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jembrana, dr I Gusti Agung Arisantha di Posko GTPP Covid-19 Jembrana. “Hari ini tercatat ada penambahan 26 kasus terkonfirmasi baru. Ini menjadi rekor tertinggi selama pandemi di Jembrana ,” ujarnya.

Berdasarkan data penanganan pasien Covid-19, Arisantha mengatakan, warga yang terkonfirmasi Covid-19 sebarannya merata di tiap kecamatan yang didominasi dari klaster keluarga.

“Merata di tiap kecamatan, berasal dari lingkungan keluarga, kantor, tenaga medis, dan juga hasil tracing melalui rapid tes reaktif yang kemudian swabnya juga positif,“ terangnya.

Secara spesifik, Arisantha mengatakan, dari tenaga medis yang terkonfirmasi ada seorang dokter yang bertugas di Puskesmas I Pekutatan, kemudian bidan serta tenaga lainnya yang bertugas difasalitas kesehatan 5 orang.

Kemudian ada juga dari instansi kepolisian sebanyak tiga orang, serta klaster keluraga yang tertular dari anggota keluarga lainnya, yang sebelumnya sudah dinyatakan positif, termasuk juga seorang ibu hamil asal Desa Poh Santen yang juga terkonfirmasi positif.

Berkaca dari jumlah tambahan positif itu, Arisantha mengingatkan kepada masyarakat Jembrana untuk selalu mewaspadai penularan virus, terutama melalui klaster keluarga. Ia menyadari sangat sulit bagi masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam lingkungan keluarga. 

“Kasus hari ini hampir semuanya ada korelasinya dengan klaster keluarga. Penularan cukup banyak terjadi dari kegiatan keluarga, seperti acara adat dan keagaamaan yang melibatkan jumlah warga banyak. Ini berlaku divsemua agama,” tandasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan protkol kesehatan dalam situasi apapun. Pihaknya tidak mungkin melarang kegiatan adat maupun agama, karena itu memang harus berjalan. Tetapi hendaknya warga bisa memastikan rangkaian protokol kesehatan itu bisa berjalan dan diterapkan.

“Misalnya menjaga jarak aman, mengatur batasan jumlah peserta, dan menggunakan masker dengan benar. Memang  sulit karena belum terbiasa , tapi mau tidak mau harus dilakukan karena potensi penularan dari klaster keluarga sangat besar dan sangat mungkin terjadi lagi,” paparnya.

Diluar penambahan positif, labjutnya, hari ini dinyatakan sembuh sebanyak dua orang pasien terkonfirmasi. Satu pasien dirawat di RSU Negara sebelumnya, satu lagi merupakan warga isolasi mandiri. 

“Secara kumulatif hari ini jumlah pasien terkonfirmasi menjadi 236 orang dengan angka kesembuhan sebanyak 210 orang. Sementara kasus kematian dengan status terkonfirmasi Covid-19 sebanyak lima orang,” pungkasnya. 


NEGARA, BALI EXPRESS – Warga Jembrana yang terkonfirmasi Covid-19 kembali bertambah. Tercatat ada 26 warga hasil swabnya positif, Senin (21/9). Penambahan itu sekaligus menjadi rekor tertinggi kasus terkonfirmasi Covid-19 dalam satu hari di Kabupaten Jembrana. 

Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan  Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jembrana, dr I Gusti Agung Arisantha di Posko GTPP Covid-19 Jembrana. “Hari ini tercatat ada penambahan 26 kasus terkonfirmasi baru. Ini menjadi rekor tertinggi selama pandemi di Jembrana ,” ujarnya.

Berdasarkan data penanganan pasien Covid-19, Arisantha mengatakan, warga yang terkonfirmasi Covid-19 sebarannya merata di tiap kecamatan yang didominasi dari klaster keluarga.

“Merata di tiap kecamatan, berasal dari lingkungan keluarga, kantor, tenaga medis, dan juga hasil tracing melalui rapid tes reaktif yang kemudian swabnya juga positif,“ terangnya.

Secara spesifik, Arisantha mengatakan, dari tenaga medis yang terkonfirmasi ada seorang dokter yang bertugas di Puskesmas I Pekutatan, kemudian bidan serta tenaga lainnya yang bertugas difasalitas kesehatan 5 orang.

Kemudian ada juga dari instansi kepolisian sebanyak tiga orang, serta klaster keluraga yang tertular dari anggota keluarga lainnya, yang sebelumnya sudah dinyatakan positif, termasuk juga seorang ibu hamil asal Desa Poh Santen yang juga terkonfirmasi positif.

Berkaca dari jumlah tambahan positif itu, Arisantha mengingatkan kepada masyarakat Jembrana untuk selalu mewaspadai penularan virus, terutama melalui klaster keluarga. Ia menyadari sangat sulit bagi masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam lingkungan keluarga. 

“Kasus hari ini hampir semuanya ada korelasinya dengan klaster keluarga. Penularan cukup banyak terjadi dari kegiatan keluarga, seperti acara adat dan keagaamaan yang melibatkan jumlah warga banyak. Ini berlaku divsemua agama,” tandasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan protkol kesehatan dalam situasi apapun. Pihaknya tidak mungkin melarang kegiatan adat maupun agama, karena itu memang harus berjalan. Tetapi hendaknya warga bisa memastikan rangkaian protokol kesehatan itu bisa berjalan dan diterapkan.

“Misalnya menjaga jarak aman, mengatur batasan jumlah peserta, dan menggunakan masker dengan benar. Memang  sulit karena belum terbiasa , tapi mau tidak mau harus dilakukan karena potensi penularan dari klaster keluarga sangat besar dan sangat mungkin terjadi lagi,” paparnya.

Diluar penambahan positif, labjutnya, hari ini dinyatakan sembuh sebanyak dua orang pasien terkonfirmasi. Satu pasien dirawat di RSU Negara sebelumnya, satu lagi merupakan warga isolasi mandiri. 

“Secara kumulatif hari ini jumlah pasien terkonfirmasi menjadi 236 orang dengan angka kesembuhan sebanyak 210 orang. Sementara kasus kematian dengan status terkonfirmasi Covid-19 sebanyak lima orang,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/