alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Tak Semua Siswa di Denpasar Diusulkan Dapat Kuota Gratis

DENPASAR, BALI EXPRESS ­– Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan siswa dan sekolah pada masa pandemi ini masih terus berlanjut. Sistem PJJ ini tentunya membutuhkan jaringan internet untuk dapat mengakses materi pembelajaran yang diberikan secara online. Untuk itu, siswa dan guru juga membutuhkan kuota internet, di samping memanfaatkan jaringan WiFi yang tersedia.

Namun kebutuhan kuota tidak serta merta diberikan kepada seluruh siswa dan guru secara merata. Kuota gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini akan diberikan kepada siswa dan guru mulai bulan September hingga Desember 2020. Besaran kuota internet yang diterima siswa yakni 35 GB per bulan. Sedangkan untuk guru yakni 42 GB per bulan.

Pemberian kuota internet gratis ini sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan nomor surat 8202/C/PD/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet Bagi Peserta Didik. “Jadi ini diberikan selama 4 bulan ke depan kepada mereka secara gratis,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawa, Senin (21/9) siang.

Gunawan pun menegaskan, tidak seluruhnya siswa dan guru akan mendapatkan kuota gratis, karena ada siswa dan guru yang di rumahnya telah dilengkapi dengan fasilitas WiFi. “Kemungkinan tidak semua, karena berdasarkan data usulan, ada siswa maupun sekolah yang tidak mengusulkan. Maksudnya sekolah tidak  mengusulkan 100 persen siswanya karena kemungkinan di rumahnya sudah punya Wifi,” katanya.

Selain itu, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah siswa yang sudah diinput ke dalam Dapodik untuk bisa mendapat kuota gratis ini. Begitu pula dengan jumlah sekolah yang mengusulkan. Akan tetapi pihaknya berharap semua siswa sudah didaftarkan. “Kami sudah minta operator mengecek, tapi kendalanya susahnya akses server Verval Ponsel Pusdatin karena trafik akses se-Indonesia terlalu tinggi,” katanya.

Adapun yang berhak mendapatkan kuota yakni semua siswa tanpa membedakan status swasta dan negeri. “Aturan yang sudah beredar dari Kemendikbud, bantuan kuota internet menyasar satuan pendidikan, tidak membedakan negeri maupun swasta,” katanya.


DENPASAR, BALI EXPRESS ­– Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan siswa dan sekolah pada masa pandemi ini masih terus berlanjut. Sistem PJJ ini tentunya membutuhkan jaringan internet untuk dapat mengakses materi pembelajaran yang diberikan secara online. Untuk itu, siswa dan guru juga membutuhkan kuota internet, di samping memanfaatkan jaringan WiFi yang tersedia.

Namun kebutuhan kuota tidak serta merta diberikan kepada seluruh siswa dan guru secara merata. Kuota gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini akan diberikan kepada siswa dan guru mulai bulan September hingga Desember 2020. Besaran kuota internet yang diterima siswa yakni 35 GB per bulan. Sedangkan untuk guru yakni 42 GB per bulan.

Pemberian kuota internet gratis ini sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan nomor surat 8202/C/PD/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet Bagi Peserta Didik. “Jadi ini diberikan selama 4 bulan ke depan kepada mereka secara gratis,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawa, Senin (21/9) siang.

Gunawan pun menegaskan, tidak seluruhnya siswa dan guru akan mendapatkan kuota gratis, karena ada siswa dan guru yang di rumahnya telah dilengkapi dengan fasilitas WiFi. “Kemungkinan tidak semua, karena berdasarkan data usulan, ada siswa maupun sekolah yang tidak mengusulkan. Maksudnya sekolah tidak  mengusulkan 100 persen siswanya karena kemungkinan di rumahnya sudah punya Wifi,” katanya.

Selain itu, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah siswa yang sudah diinput ke dalam Dapodik untuk bisa mendapat kuota gratis ini. Begitu pula dengan jumlah sekolah yang mengusulkan. Akan tetapi pihaknya berharap semua siswa sudah didaftarkan. “Kami sudah minta operator mengecek, tapi kendalanya susahnya akses server Verval Ponsel Pusdatin karena trafik akses se-Indonesia terlalu tinggi,” katanya.

Adapun yang berhak mendapatkan kuota yakni semua siswa tanpa membedakan status swasta dan negeri. “Aturan yang sudah beredar dari Kemendikbud, bantuan kuota internet menyasar satuan pendidikan, tidak membedakan negeri maupun swasta,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/