alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Proyek RTH Rp 1,3 Miliar RJ Bupati Buleleng Molor

BALI EXPRESS, SINGARAJA-Proyek pengerjaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Rumah Jabatan (RJ) Bupati Buleleng dinilai lambat. Semestinya, proyek yang dibiayai dari APBD Perubahan 2018 senilai Rp 1,3 miliar ini tuntas pada 25 November 2018 ini. Akibatnya, Dinas Perumahan Pemukiman Pertanahan (Perkimta) Buleleng sudah dua kali melayangkan surat peringatan kepada rekanan

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perkimta Buleleng, Ni Komang Surattini mengklaim sejak awal rekanan menandatangani kontrak dan memulai pekerjaan, pihaknya rutin melakukan pengawasan. Dari pengawasan di lapangan itu, realisasi pekerjaan bukannya maju, namun sempat mengalami kemunduran.

“Kami dua kali sudah melayangkan surat peringatan karena dari segi waktu tinggal beberapa hari saja kontrak berakhir. Sekarang masih proses, dan tetap beri kesempatan rekanan menuntaskan pekerjaannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Dewan Sidak RSUD dan Dinkes, Tinjau Kesiapan Vaksinasi Covid-19

Surattini menambahkan, bila tak mampu menuntaskan hingga tanggal 25 November, rekanan akan diberi perpanjangan waktu pengerjaan selama 50 hari ke depan. Konsekuensinya setiap hari rekanan dikenakan sanksi denda keterlambatan sebesar satu per seribu dikalikan nilai kontrak pekerjaan.

Disinggung terkait penyebab keterlambatan pengerjaan RTH tersebut, Surattini enggan berkomnetar. Pihaknya menyebut jika penyebab lambatnya pekerjaan proyek ini karena persoalan internal perusahaan.

“Saat kami memberikan surat peringatan, kami juga sudah menyamaikan ada perpanjangan pekerjaan, namun selama perpanjangan itu rekanan dikenakan denda yang berlaku setiap hari sampai akhir pekerjaan,” jelasnya.

Seperti diketahui, pembangunan RTH di Rumah Jabatan Bupati Buleleng ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kawasan Sukarno Heritage. Pembangunan ini dilakukan di areal kosong di sebelah selatan jalan masuk menuju Rumah Jabatan Bupati.

Baca Juga :  Truk Angkut Beras Terguling di Tengading

Sedangkan pintu masuk dibuat lurus ke timur sampai di lobi rumah dinas. Untuk membatasi antara jalan masuk ke rumah dinas dengan areal RTH, dibangun pagar permanen.

Pada tahap awal rekanan akan membuat pertamanan dilengkapi dengan jogging track, dan areal permainan untuk anak-anak. Selain itu, juga akan dibuat boulevard untuk membatasi antara pertamanan dengan lintasan jogging track dan juga areal permainan anak-anak.

 

Setelah pengerjaan tahap awal ini rampung, tahun 2019 pembangunan RTH ini akan kembali dilanjutkan untuk melengkapi areal parkir bus dan kendaraan kecil. Areal parkir ini akan dibangun di kawasan Gedung Wanita Laksmi Graha yang berada di sebelah barat Tugu Singa Ambararaja.


BALI EXPRESS, SINGARAJA-Proyek pengerjaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Rumah Jabatan (RJ) Bupati Buleleng dinilai lambat. Semestinya, proyek yang dibiayai dari APBD Perubahan 2018 senilai Rp 1,3 miliar ini tuntas pada 25 November 2018 ini. Akibatnya, Dinas Perumahan Pemukiman Pertanahan (Perkimta) Buleleng sudah dua kali melayangkan surat peringatan kepada rekanan

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perkimta Buleleng, Ni Komang Surattini mengklaim sejak awal rekanan menandatangani kontrak dan memulai pekerjaan, pihaknya rutin melakukan pengawasan. Dari pengawasan di lapangan itu, realisasi pekerjaan bukannya maju, namun sempat mengalami kemunduran.

“Kami dua kali sudah melayangkan surat peringatan karena dari segi waktu tinggal beberapa hari saja kontrak berakhir. Sekarang masih proses, dan tetap beri kesempatan rekanan menuntaskan pekerjaannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Dewan Sidak RSUD dan Dinkes, Tinjau Kesiapan Vaksinasi Covid-19

Surattini menambahkan, bila tak mampu menuntaskan hingga tanggal 25 November, rekanan akan diberi perpanjangan waktu pengerjaan selama 50 hari ke depan. Konsekuensinya setiap hari rekanan dikenakan sanksi denda keterlambatan sebesar satu per seribu dikalikan nilai kontrak pekerjaan.

Disinggung terkait penyebab keterlambatan pengerjaan RTH tersebut, Surattini enggan berkomnetar. Pihaknya menyebut jika penyebab lambatnya pekerjaan proyek ini karena persoalan internal perusahaan.

“Saat kami memberikan surat peringatan, kami juga sudah menyamaikan ada perpanjangan pekerjaan, namun selama perpanjangan itu rekanan dikenakan denda yang berlaku setiap hari sampai akhir pekerjaan,” jelasnya.

Seperti diketahui, pembangunan RTH di Rumah Jabatan Bupati Buleleng ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kawasan Sukarno Heritage. Pembangunan ini dilakukan di areal kosong di sebelah selatan jalan masuk menuju Rumah Jabatan Bupati.

Baca Juga :  Dua Pasien Covid-19 Meninggal, Buleleng Masih Zona Oranye

Sedangkan pintu masuk dibuat lurus ke timur sampai di lobi rumah dinas. Untuk membatasi antara jalan masuk ke rumah dinas dengan areal RTH, dibangun pagar permanen.

Pada tahap awal rekanan akan membuat pertamanan dilengkapi dengan jogging track, dan areal permainan untuk anak-anak. Selain itu, juga akan dibuat boulevard untuk membatasi antara pertamanan dengan lintasan jogging track dan juga areal permainan anak-anak.

 

Setelah pengerjaan tahap awal ini rampung, tahun 2019 pembangunan RTH ini akan kembali dilanjutkan untuk melengkapi areal parkir bus dan kendaraan kecil. Areal parkir ini akan dibangun di kawasan Gedung Wanita Laksmi Graha yang berada di sebelah barat Tugu Singa Ambararaja.


Most Read

Artikel Terbaru

/