alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Guru Harus Jalani Swab Massal

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Disdikpora Buleleng tengah mengkaji rencana melakukan swab massal terhadap guru jenjang SD dan SMP di Buleleng. Upaya itu dilakukan mengingat rencana pembelajaran tatap muka yang akan dilakukan Januari 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika saat dikonfrimasi melalui sambungan telepon, Minggu (20/12) mengatakan, rencana itu mencuat setelah mengikuti rapat bersama Gubernur Bali,15 Desember lalu.

Kendati demikian, pihaknya belum memastikan kapan waktu pelaksanaan swab massal terhadap guru-guru di Buleleng.

“Ya, memang ada rencana swab massal untuk guru-guru SD dan SMP atas arahan Pak Gubernur. Jadi, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka, guru wajib diswab telebih dulu. Ini untuk mengantisipasi klaster penyebaran Virus Korona,” ujar Astika.

Disinggung terkait pembiayaan swab tes, Astika pun mengaku belum tahu secara pasti sumbernya. Kendati demikian, jika swab massal dirancang akan dilaksanakan secara bersamaan terhadap 6 ribuan guru SD dan SMP di Buleleng.

“Biayanya kami belum putuskan sumbernya darimana. Apakah dari Pemprov atau dari Pemkab Buleleng. Karena ini memang baru rencana sesuai arahan Pak Gubernur. Tetapi teknisnya akan dilakukan serempak, bukan bertahap. Karena tatap muka kan dimulai bersamaan,” imbuhnya.

Lanjut Astika, proses pembelajaran tatap muka memang sudah pasti akan dimulai Januari 2021 mendatang. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan rapat kordinasi secara virtual dengan sekolah di Buleleng untuk memastikan kesiapan pelaksanaan tatap muka.

“Recananya sudah fix (tatap muka). Tapi tergantung izin orang tua sekarang. Semua diserahkan kepada sekolah, untuk mengajukan tatap muka tersebut. Dalam pengajuan itu, kami harus melakukan verifikasi ulang. Diawali dengan simulasi di awal Januari 2021,” pungkasnya.

Sementara itu, DPRD Buleleng juga mendorong agar Disdikpora melakukan swab massal terhadap guru-guru di Buleleng. Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi anak didik maupun guru dalam proses pembelajaran.

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, meminta agar Pemkab Buleleng memaksimalkan mesin swab PCR yang ada di RSUD Buleleng untuk melakukan swab massal terhadap ribuan guru di Buleleng, sebelum pembelajaran tatap muka digelar.

“Karena peralatan PCR terbatas tentu sampel specimen yang diambil juga terbatas. Namun, itu bisa disiasati dengan pelaksanaan secara bertahap, karena jumlah guru kan ribuan,” jelas politisi asal Tamblang ini.

Solusinya, srikandi Demokrat ini juga menyarankan agar Pemkab Buleleng menggunakan rapid tes antigen yang tingkat akurasinya sampai 90 persen. Sehingga bisa mengantisipasi terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 akibat tatap muka.

“Kalau memungkinkan swab metode PCR kan tidak masalah. Tetapi jika terbatas, bisa menggunakan rapid antigen. Kami di dewan pasti sangat mendukung hal itu, sehingga pembelajaran aman dilaksanakan di tengah pandemi” pungkasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Disdikpora Buleleng tengah mengkaji rencana melakukan swab massal terhadap guru jenjang SD dan SMP di Buleleng. Upaya itu dilakukan mengingat rencana pembelajaran tatap muka yang akan dilakukan Januari 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika saat dikonfrimasi melalui sambungan telepon, Minggu (20/12) mengatakan, rencana itu mencuat setelah mengikuti rapat bersama Gubernur Bali,15 Desember lalu.

Kendati demikian, pihaknya belum memastikan kapan waktu pelaksanaan swab massal terhadap guru-guru di Buleleng.

“Ya, memang ada rencana swab massal untuk guru-guru SD dan SMP atas arahan Pak Gubernur. Jadi, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka, guru wajib diswab telebih dulu. Ini untuk mengantisipasi klaster penyebaran Virus Korona,” ujar Astika.

Disinggung terkait pembiayaan swab tes, Astika pun mengaku belum tahu secara pasti sumbernya. Kendati demikian, jika swab massal dirancang akan dilaksanakan secara bersamaan terhadap 6 ribuan guru SD dan SMP di Buleleng.

“Biayanya kami belum putuskan sumbernya darimana. Apakah dari Pemprov atau dari Pemkab Buleleng. Karena ini memang baru rencana sesuai arahan Pak Gubernur. Tetapi teknisnya akan dilakukan serempak, bukan bertahap. Karena tatap muka kan dimulai bersamaan,” imbuhnya.

Lanjut Astika, proses pembelajaran tatap muka memang sudah pasti akan dimulai Januari 2021 mendatang. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan rapat kordinasi secara virtual dengan sekolah di Buleleng untuk memastikan kesiapan pelaksanaan tatap muka.

“Recananya sudah fix (tatap muka). Tapi tergantung izin orang tua sekarang. Semua diserahkan kepada sekolah, untuk mengajukan tatap muka tersebut. Dalam pengajuan itu, kami harus melakukan verifikasi ulang. Diawali dengan simulasi di awal Januari 2021,” pungkasnya.

Sementara itu, DPRD Buleleng juga mendorong agar Disdikpora melakukan swab massal terhadap guru-guru di Buleleng. Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi anak didik maupun guru dalam proses pembelajaran.

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, meminta agar Pemkab Buleleng memaksimalkan mesin swab PCR yang ada di RSUD Buleleng untuk melakukan swab massal terhadap ribuan guru di Buleleng, sebelum pembelajaran tatap muka digelar.

“Karena peralatan PCR terbatas tentu sampel specimen yang diambil juga terbatas. Namun, itu bisa disiasati dengan pelaksanaan secara bertahap, karena jumlah guru kan ribuan,” jelas politisi asal Tamblang ini.

Solusinya, srikandi Demokrat ini juga menyarankan agar Pemkab Buleleng menggunakan rapid tes antigen yang tingkat akurasinya sampai 90 persen. Sehingga bisa mengantisipasi terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 akibat tatap muka.

“Kalau memungkinkan swab metode PCR kan tidak masalah. Tetapi jika terbatas, bisa menggunakan rapid antigen. Kami di dewan pasti sangat mendukung hal itu, sehingga pembelajaran aman dilaksanakan di tengah pandemi” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/