alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Nyuri Telepon Seluler dan Uang, Pria Pengangguran Diciduk Polisi

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Arpiansa alias Rian, 21, asal Banjar Dinas Sekeling, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, diciduk jajaran Polsek Gerokgak karena terlibat aksi pencurian di sejumlah lokasi.

Ditangkapnya pria pengangguran ini bermula dari adanya pengaduan masyarakat, Selasa (15/12) lalu. Pasalnya, telah terjadi aksi pencurian satu unit telepon seluler alias handphone (Hp) di wilayah Desa Penyabangan dan pembobolan pintu rumah milik Wayan Latri, 60, di wilayah Desa Sumberkima.

Pembobolan pintu rumah korban Latri ini, baru diketahui Senin (14/12) sekitar pukul 20.45 Wita ketika korban baru datang dari Jembarana. Saat tiba di rumah, korban sudah melihat pintu kamar dalam kondisi terbuka lebar yang sebelumnya sudah dikunci rapat ketika akan meninggalkan rumah.

Lantaran curiga, korban langsung mengecek almari yang berada di dalam kamarnya. Benar saja, setelah dicek, ternyata uang Rp 6,2 Juta yang disimpan di dalam almari raib. Korban pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Gerokgak.

Dari laporan itu, Unit Reskrim Polsek Gerokgak langsung melakukan penyelidikan. Pelaku pun mengarah ke Arpiansa alias Rian. Dari informasi diperoleh, tersangka berada di salah satu hotel kawasan wilayah Gerokgak. Dan, polisi langsung menciduk tersangka Rian di lokasi tersebut. Saat diintrograsi, pelaku mengakui perbuatanya. Bukan hanya sekali itu saja, melainkan di beberapa  tempat kejadian perkara (TKP) lainnya.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Gerokgak, Kompol Made Widana mengatakan, beberapa TKP yang disatroni tersangka ini sekarang masih dalam pengembangan lebih lanjut. Terkait pencurian handphone di wilayah Desa Penyabangan, lanjut Kompol Widana, aksi itu dilakukan oleh tersangka Rian.

Kompol Widana menyebut, tersangka masuk dengan cara mendobrak pintu kamar serta mengambil sejumlah uang. Hasil kejahatannya itu, digunakan untuk membayar utang, membayar kos, membayar biaya perbaikan handphone, dan untuk keperluan sehari-hari.

“Orangnya (tersangka) tidak ada pekerjaan pasti, jadi timbul niat untuk mencuri. Sekarang kasusnya masih dalam pengembangan lebih lanjut, untuk mengungkap TKP lainnya. Barang bukti yang berhasil diamankan, uang Rp 600 ribu yang diduga sisa hasil kejahatannya dan 1 unit handphone,” pungkas Kompol Widana. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS- Arpiansa alias Rian, 21, asal Banjar Dinas Sekeling, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, diciduk jajaran Polsek Gerokgak karena terlibat aksi pencurian di sejumlah lokasi.

Ditangkapnya pria pengangguran ini bermula dari adanya pengaduan masyarakat, Selasa (15/12) lalu. Pasalnya, telah terjadi aksi pencurian satu unit telepon seluler alias handphone (Hp) di wilayah Desa Penyabangan dan pembobolan pintu rumah milik Wayan Latri, 60, di wilayah Desa Sumberkima.

Pembobolan pintu rumah korban Latri ini, baru diketahui Senin (14/12) sekitar pukul 20.45 Wita ketika korban baru datang dari Jembarana. Saat tiba di rumah, korban sudah melihat pintu kamar dalam kondisi terbuka lebar yang sebelumnya sudah dikunci rapat ketika akan meninggalkan rumah.

Lantaran curiga, korban langsung mengecek almari yang berada di dalam kamarnya. Benar saja, setelah dicek, ternyata uang Rp 6,2 Juta yang disimpan di dalam almari raib. Korban pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Gerokgak.

Dari laporan itu, Unit Reskrim Polsek Gerokgak langsung melakukan penyelidikan. Pelaku pun mengarah ke Arpiansa alias Rian. Dari informasi diperoleh, tersangka berada di salah satu hotel kawasan wilayah Gerokgak. Dan, polisi langsung menciduk tersangka Rian di lokasi tersebut. Saat diintrograsi, pelaku mengakui perbuatanya. Bukan hanya sekali itu saja, melainkan di beberapa  tempat kejadian perkara (TKP) lainnya.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Gerokgak, Kompol Made Widana mengatakan, beberapa TKP yang disatroni tersangka ini sekarang masih dalam pengembangan lebih lanjut. Terkait pencurian handphone di wilayah Desa Penyabangan, lanjut Kompol Widana, aksi itu dilakukan oleh tersangka Rian.

Kompol Widana menyebut, tersangka masuk dengan cara mendobrak pintu kamar serta mengambil sejumlah uang. Hasil kejahatannya itu, digunakan untuk membayar utang, membayar kos, membayar biaya perbaikan handphone, dan untuk keperluan sehari-hari.

“Orangnya (tersangka) tidak ada pekerjaan pasti, jadi timbul niat untuk mencuri. Sekarang kasusnya masih dalam pengembangan lebih lanjut, untuk mengungkap TKP lainnya. Barang bukti yang berhasil diamankan, uang Rp 600 ribu yang diduga sisa hasil kejahatannya dan 1 unit handphone,” pungkas Kompol Widana. 


Most Read

Artikel Terbaru

/