alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Keluar Masuk Nusa Penida Wajib Tunjukkan Bukti Vaksinasi Dosis Kedua

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS­- Pemerintah Kecamatan Nusa Penida, Klungkung memperketat pengawasan di pintu keluar masuk kepulauan Nusa Penida. Warga yang hendak menyeberang dari dan ke Nusa Penida wajib menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 dosis kedua kepada petugas jaga.

Berdasarkan surat perihal vaksinasi dan pemberlakukan bukti vaksin dosis kedua, aturan itu berlaku mulai Jumat (24/12) mendatang. Surat tersebut ditandatangani oleh Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra. “Wajib dapat menunjukkan bukti bahwa sudah vaksin dosis ll. Namun itu dilakukan sifatnya insidental atau sewaktu penertiban terhadap calon penumpang yang mau menyeberang,” kata Widyasa Putra, Selasa (21/12).

Ketika ada giat penertiban, petugas jaga penyeberangan sudah melibatkan Satgas Kecamatan dan tim vaksinatornya. Apabila ada yang tidak bisa menunjukkan bukti vaksin dosis kedua, atau bahkan sama sekali belum disuntik vaksin, maka langsung diarahkan melakukan vaksinasi.

Aturan tersebut juga berlaku bagi warga yang akan berurusan ke Kantor Camat Nusa Penida. Jika tidak bisa menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 dosis kedua, pelayanan akan ditunda atau tidak dilayani.  Pihak kecamatan harus menerapkan aturan itu karena kawasan Nusa Penida sebagai daerah pariwisata, mobilitas keluar masuk wisatawan cukup tinggi, sehingga rentan terjadi penularan Covid-19.

Selain itu karena capaian vaksinasi di sana tergolong rendah, yaitu 83 persen untuk dosis pertama, dan dosis kedua baru mencapai 63 persen.  Widyasa menyebutkan, rendahnya capaian vaksinasi tidak terlepas dari geografis dan luas wilayah Nusa Penida. Penduduk tersebar hingga ke pelosok, sehingga cukup jauh untuk menjangkau tempat vaksinasi yang telah ditentukan. Minat warga ikut vaksinasi dosis kedua minim sebagaimana disampaikan pihak desa, menurut Widyasa, juga karena ketika vaksinasi dosis pertama ada pemberian bingkisan, berupa sembako. “Dijelaskan oleh desa bahwa warga menanyakan apakah pada dosis II juga ada bingkisan. Itu juga yang berpengaruh mengurangi antusias warga melakukan vaksin dosis ll,” tandasnya.


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS­- Pemerintah Kecamatan Nusa Penida, Klungkung memperketat pengawasan di pintu keluar masuk kepulauan Nusa Penida. Warga yang hendak menyeberang dari dan ke Nusa Penida wajib menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 dosis kedua kepada petugas jaga.

Berdasarkan surat perihal vaksinasi dan pemberlakukan bukti vaksin dosis kedua, aturan itu berlaku mulai Jumat (24/12) mendatang. Surat tersebut ditandatangani oleh Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra. “Wajib dapat menunjukkan bukti bahwa sudah vaksin dosis ll. Namun itu dilakukan sifatnya insidental atau sewaktu penertiban terhadap calon penumpang yang mau menyeberang,” kata Widyasa Putra, Selasa (21/12).

Ketika ada giat penertiban, petugas jaga penyeberangan sudah melibatkan Satgas Kecamatan dan tim vaksinatornya. Apabila ada yang tidak bisa menunjukkan bukti vaksin dosis kedua, atau bahkan sama sekali belum disuntik vaksin, maka langsung diarahkan melakukan vaksinasi.

Aturan tersebut juga berlaku bagi warga yang akan berurusan ke Kantor Camat Nusa Penida. Jika tidak bisa menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 dosis kedua, pelayanan akan ditunda atau tidak dilayani.  Pihak kecamatan harus menerapkan aturan itu karena kawasan Nusa Penida sebagai daerah pariwisata, mobilitas keluar masuk wisatawan cukup tinggi, sehingga rentan terjadi penularan Covid-19.

Selain itu karena capaian vaksinasi di sana tergolong rendah, yaitu 83 persen untuk dosis pertama, dan dosis kedua baru mencapai 63 persen.  Widyasa menyebutkan, rendahnya capaian vaksinasi tidak terlepas dari geografis dan luas wilayah Nusa Penida. Penduduk tersebar hingga ke pelosok, sehingga cukup jauh untuk menjangkau tempat vaksinasi yang telah ditentukan. Minat warga ikut vaksinasi dosis kedua minim sebagaimana disampaikan pihak desa, menurut Widyasa, juga karena ketika vaksinasi dosis pertama ada pemberian bingkisan, berupa sembako. “Dijelaskan oleh desa bahwa warga menanyakan apakah pada dosis II juga ada bingkisan. Itu juga yang berpengaruh mengurangi antusias warga melakukan vaksin dosis ll,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/