alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Tersangka Penganiayaan Kakak-Adik di Jembrana Dibebaskan dari Penjara

NEGARA, BALI EXPRESS – Kejari Jembrana resmi menghentikan penuntutan perkara penganiayaan antara kakak dan adik dari Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali. Kedua belah pihak yang bertikai akhirnya dipertemukan dan saling memaafkan atas kesalahan yang dilakukan.

Tersangka I Wayan Latar, selaku kakak dari korban I Komang Ardana dipertemukan dengan disaksikan keluarga besar, aparat desa dan pihak terkait di Kejari Jembrana, Selasa (22/2). Tersangka meminta maaf pada korban dan berjanji tidak mengulangi lagi, serta akan hidup rukun bersama korban yang masuk kakak kandungnya.

“Dengan penghentian penuntutan hukum, status tersangka sudah dicabut dan bisa kembali ke masyarakat,” ujar Kajari Jembrana Triono Rahyudi.

Setelah upaya penghentian penuntutan melalui restorasi justice, pihaknya lanjut Kajari Triono berharap kedua belah pihak komitmen dengan perjanjian yang telah dibuat. Tidak hanya masalah perjanjian damai, terpenting kedua belah pihak bisa menyatu lagi. “Kedua belah pihak, tersangka dan korban selama ini sudah tidak bertegur sapa. Dengan upaya damai restorasi justice ini, harapan kami perselisihan diakhiri dan hidup rukun sebagai keluarga, sebagai kakak beradik,” paparnya.

Kajari menambahkan, upaya restorasi justice yang dilakukan kejaksaan untuk memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Kedepan, tidak semua perkara diselesaikan di pengadilan. Tetapi dengan mengedepankan musyawarah untuk perkara ringan yang bisa diselesaikan secara musyawarah dengan mengangkat harkat martabat kedua belah pihak,” pungkasnya.






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

NEGARA, BALI EXPRESS – Kejari Jembrana resmi menghentikan penuntutan perkara penganiayaan antara kakak dan adik dari Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali. Kedua belah pihak yang bertikai akhirnya dipertemukan dan saling memaafkan atas kesalahan yang dilakukan.

Tersangka I Wayan Latar, selaku kakak dari korban I Komang Ardana dipertemukan dengan disaksikan keluarga besar, aparat desa dan pihak terkait di Kejari Jembrana, Selasa (22/2). Tersangka meminta maaf pada korban dan berjanji tidak mengulangi lagi, serta akan hidup rukun bersama korban yang masuk kakak kandungnya.

“Dengan penghentian penuntutan hukum, status tersangka sudah dicabut dan bisa kembali ke masyarakat,” ujar Kajari Jembrana Triono Rahyudi.

Setelah upaya penghentian penuntutan melalui restorasi justice, pihaknya lanjut Kajari Triono berharap kedua belah pihak komitmen dengan perjanjian yang telah dibuat. Tidak hanya masalah perjanjian damai, terpenting kedua belah pihak bisa menyatu lagi. “Kedua belah pihak, tersangka dan korban selama ini sudah tidak bertegur sapa. Dengan upaya damai restorasi justice ini, harapan kami perselisihan diakhiri dan hidup rukun sebagai keluarga, sebagai kakak beradik,” paparnya.

Kajari menambahkan, upaya restorasi justice yang dilakukan kejaksaan untuk memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Kedepan, tidak semua perkara diselesaikan di pengadilan. Tetapi dengan mengedepankan musyawarah untuk perkara ringan yang bisa diselesaikan secara musyawarah dengan mengangkat harkat martabat kedua belah pihak,” pungkasnya.






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru

/