Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Disbudpora Enggan Disalahkan Terkait Hibah di Klungkung

22 Maret 2018, 12: 27: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Disbudpora Enggan Disalahkan Terkait Hibah di Klungkung

I Nyoman Mudarta (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Persoalan dana hibah penunjang urusan kebudayaan di Klungkung terus menggelinding. Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) pun ogah disalahkan. Kepala Disdbudpora Kabupaten Klungkung I Nyoman Mudarta malah menyodok balik Kepala Inspektorat Daerah (Irda) Klungkung Made Seger, yang sempat melontarkan statement bahwa kesalahan administrasi sejumlah objek penerima hibah karena lemahnya sosialisasi verifikasi, hingga pengawasan terhadap dana hibah tersebut.

Sehingga terjadi kesalahan administrasi di 19 objek hibah. Mudarta menegaskan, sebelum dana itu cair, pihaknya sudah sosialisasi di empat kecamatan di Klungkung bersama pendamping hukum dari Kejaksaan Negeri Klungkung, termasuk mengundang Irda Klungkung.  

Saat sosialisasi  sudah dijelaskan bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) harus sudah disetorkan paling lambat 10 Januari 2018. Menurutnya, sosialisasi berjalan dua arah. Ada tanya jawab antara pemerintah dengan penerima hibah. Namun setelah cair, sejumlah kelompok masyarakat penerima hibah justeru tak bisa menyetor LPJ tepat waktu. Pun demikian dengan pembangunan fisik banyak tak selesai. Alasannya karena batas waktu pengerjaan terlalu mepet.  

Baca juga: Fraksi PDIP DPRD Badung Sepakat Enam Ranperda

“Kalau memang sing nidaang kar mragatang lebih baik de (kalau memang tidak akan bisa menyelsaikan tepat waktu, lebih jangan dicairkan,Ren), kami mengingatkan begitu,” tegas mantan kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung itu, Rabu (20/3).  Baginya, alasan pembangunan fisik tidak selesai karena cari duwase (hari baik), hujan  tidak bisa dijadikan pembenar karena bukan termasuk post major. Berbeda ketika terjadi bencana alam yang mengakibatkan pembangunan fisik tidak selesai tepat waktu. “Saya tidak mau tahu, duwasa sudah dijawab saat sosialisasi,” tegas pejabat asal Desa Tegak, Klungkung itu. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pencairan dana hibah yang disinyalir bermasalah itu memantik reaksi Irda Klungkung. Irda yang dipimpin Made Seger membentuk tim khusus. Hasilnya, memang ditemukan ada kesalahan administrasi  di 10 objek hibah. Hal itu terjadi, kata Seger, bukan semata-mata kesalahan penerima, melainkan kurangnya sosialisasi, verifikasi hingga pengawasan dari pemerintah. 

(bx/wan/yes/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia