alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Intensifkan Patroli, Tindak Tegas Pembalakan Liar

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Setidaknya sudah ada empat kasus pembalakan liar pernah ditangani Polsek Rendang, Karangasem. Ini membuktikan aksi pembalakan liar memang marak di kawasan hutan lindung Munduk Beji, Puregai, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang.

Sebenarnya polisi sudah sering melaksanakan patroli. Yakni empat kali dalam seminggu. Ke depan, Polsek Rendang menganggap perlu meningkatkan lagi patroli bersama petugas kehutanan RPH Rendang. Para petani yang tergabung dalam kelompok tani di kawasan hutan terus diberikan edukasi agar ikut melakukan pengawasan.

Kapolsek Rendang Kompol I Made Sudartawan mengakui, pembalakan di kawasan hutan lindung bagian barat Karangasem memang marak. Sudah empat kasus yang ditangani pihaknya. Tiga di antaranya sudah masuk meja hijau. Terakhir, jajaran Polsek Rendang menangkap Nyoman Jawi, 57.

Sudartawan menjelaskan, berkas kasus Jawi sudah hampir rampung. Pengakuan pelaku kepada polisi, aksi tersebut dilakukan baru pertama kali. Jawi menjual kayu itu ke salah satu industri,  dijadikan bahan baku gagang sabit dan pisau. “Namanya pelaku bilangnya hanya sekali. Meski kami curiga lebih dari itu. Cuma kan kami tidak bisa mengira-ngira tanpa bukti yang jelas,” ucap kapolsek, Senin (22/3).

Dia menegaskan, polisi tidak memberikan toleransi kepada pelaku pembalakan liar karena nyata telah melanggar hukum. Aksi pembabatan kayu ilegal telah mengancam kelestarian hutan. “Jadi kami tindak tegas,” tegas mantan kasat Sabhara Polres Karangasem itu.

Selama ini pihak kepolisian juga memiliki banyak informan untuk melaporkan setiap kejadian perbuatan melawan hukum oleh oknum di kawasan hutan lindung Munduk Beji ini. Edukasi kepada masyarakat untuk tidak menebang kayu di hutan lindung sembarangan. “Pihak kehutanan juga punya kelompok-kelompok tani yang diberdayakan di hutan tersebut. Seperti petani madu lebah, petani rumput gajah dan lainnya,” terang Sudartawan. 

 


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Setidaknya sudah ada empat kasus pembalakan liar pernah ditangani Polsek Rendang, Karangasem. Ini membuktikan aksi pembalakan liar memang marak di kawasan hutan lindung Munduk Beji, Puregai, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang.

Sebenarnya polisi sudah sering melaksanakan patroli. Yakni empat kali dalam seminggu. Ke depan, Polsek Rendang menganggap perlu meningkatkan lagi patroli bersama petugas kehutanan RPH Rendang. Para petani yang tergabung dalam kelompok tani di kawasan hutan terus diberikan edukasi agar ikut melakukan pengawasan.

Kapolsek Rendang Kompol I Made Sudartawan mengakui, pembalakan di kawasan hutan lindung bagian barat Karangasem memang marak. Sudah empat kasus yang ditangani pihaknya. Tiga di antaranya sudah masuk meja hijau. Terakhir, jajaran Polsek Rendang menangkap Nyoman Jawi, 57.

Sudartawan menjelaskan, berkas kasus Jawi sudah hampir rampung. Pengakuan pelaku kepada polisi, aksi tersebut dilakukan baru pertama kali. Jawi menjual kayu itu ke salah satu industri,  dijadikan bahan baku gagang sabit dan pisau. “Namanya pelaku bilangnya hanya sekali. Meski kami curiga lebih dari itu. Cuma kan kami tidak bisa mengira-ngira tanpa bukti yang jelas,” ucap kapolsek, Senin (22/3).

Dia menegaskan, polisi tidak memberikan toleransi kepada pelaku pembalakan liar karena nyata telah melanggar hukum. Aksi pembabatan kayu ilegal telah mengancam kelestarian hutan. “Jadi kami tindak tegas,” tegas mantan kasat Sabhara Polres Karangasem itu.

Selama ini pihak kepolisian juga memiliki banyak informan untuk melaporkan setiap kejadian perbuatan melawan hukum oleh oknum di kawasan hutan lindung Munduk Beji ini. Edukasi kepada masyarakat untuk tidak menebang kayu di hutan lindung sembarangan. “Pihak kehutanan juga punya kelompok-kelompok tani yang diberdayakan di hutan tersebut. Seperti petani madu lebah, petani rumput gajah dan lainnya,” terang Sudartawan. 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/