alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Puluhan SD di Karangasem Alami Rusak Sedang Hingga Berat

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Karangasem sudah berlangsung sejak dua minggu lalu. Tetapi, hingga Selasa (22/3), di Bumi Lahar masih terdapat beberapa Sekolah Dasar (SD) yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Jumlahnya pun mencapai 15 sekolah yang tersebar di delapan kecamatan.

Dari data yang diberikan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Wayan Sutrisna, setiap kecamatan ada saja yang mengalami kerusakan sekolah, jumlahnya pun paling banyak tiga sekolah. “Kecamatan Abang, Karangasem, Bebandem, Manggis, Kubu masing-masing dua sekolah, Sidemen dan Rendang masing-masing satu sekolah, sedangkan di Selat ada tiga sekolah,” ujarnya.

Melihat situasi tersebut, Sutrisna pun mengaku sudah mengajukan usulan perbaikan sejak tahun 2020 lalu, tetapi dananya masih terkendala karena terkena refocusing terkait dengan Covid-19. “Pada tahun 2020 kami sudah usulkan, tapi terkena refocusing. Begitu juga dengan tahun 2021. Nah semoga saja untuk tahun ini tidak ada refocusing sehingga perbaikan bisa secepatnya dilakukan,” lanjutnya.

Meskipun terjadi kerusakan kelas, Sutrisna menyebut, proses PTM tetap bisa dilaksanakan dengan baik. Karena pada sekolah tersebut terdapat ruang perpustakaan ataupun ruang UKS, sehingga tempat tersebut digunakan untuk melaksanakan proses belajar mengajar. (dir)


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Karangasem sudah berlangsung sejak dua minggu lalu. Tetapi, hingga Selasa (22/3), di Bumi Lahar masih terdapat beberapa Sekolah Dasar (SD) yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Jumlahnya pun mencapai 15 sekolah yang tersebar di delapan kecamatan.

Dari data yang diberikan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Wayan Sutrisna, setiap kecamatan ada saja yang mengalami kerusakan sekolah, jumlahnya pun paling banyak tiga sekolah. “Kecamatan Abang, Karangasem, Bebandem, Manggis, Kubu masing-masing dua sekolah, Sidemen dan Rendang masing-masing satu sekolah, sedangkan di Selat ada tiga sekolah,” ujarnya.

Melihat situasi tersebut, Sutrisna pun mengaku sudah mengajukan usulan perbaikan sejak tahun 2020 lalu, tetapi dananya masih terkendala karena terkena refocusing terkait dengan Covid-19. “Pada tahun 2020 kami sudah usulkan, tapi terkena refocusing. Begitu juga dengan tahun 2021. Nah semoga saja untuk tahun ini tidak ada refocusing sehingga perbaikan bisa secepatnya dilakukan,” lanjutnya.

Meskipun terjadi kerusakan kelas, Sutrisna menyebut, proses PTM tetap bisa dilaksanakan dengan baik. Karena pada sekolah tersebut terdapat ruang perpustakaan ataupun ruang UKS, sehingga tempat tersebut digunakan untuk melaksanakan proses belajar mengajar. (dir)


Most Read

Artikel Terbaru

/