alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Tidak Ada Hari Baik, Jenazah di RSUD Karangasem Menumpuk

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Tidak adanya hari baik untuk mengubur jenazah, menjadikan kamar jenazah RSUD Karangasem menerima titipan yang cukup banyak. Bahkan ruangan tersebut sempat terisi melebihi kapasitas ideal.

 

Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, dr. I Komang Wirya, saat dikonfirmasi Selasa (22/3) menyampaikan, biasanya rata-rata per hari ruangan tersebut berisikan dua sampai sepuluh jenazah paling banyak. Tetapi, karena titipan tidak kunjung diambil, sehingga mengakibatkan ruangan tersebut teruas mengalami penambahan, bahkan sampai terisi 20, padahal ruangan tersebut paling ideal berisi 14 jenazah.

 

Tidak hanya sehari atau dua hari, Wirya menyebut, penitipan pernah dilakukan hingga sepuluh hari. Sehingga jenazah yang dititip terus mengalami penumpukan.

 

Ia pun memperkirakan karena tidak adanya hari baik untuk mengubur, atau membawa jenazah kerumah, membuat titipan jenazah mengalami peningkatan. Itu dikatakan mulai terjadi sejak Kamis  (17/3) lalu. “Karena dewasa (hari baik) tidak ada. Disamping itu, dari purnama kedasa kan banyak yang tidak bisa mengubur, membakar atau membawa jenazah ke rumah,” kata Wirya.

 

Meskipun terisi 20 jenazah, Wirya menjelaskan, tempat tersebut bisa menampung dengan jumlah tersebut, tetapi jaraknya sedikit berdesakan. “Kalau kepepet, 20 jenazah bisa masuk, tapi dengan jarak yang agak mepet. Karena idealnya disana sebenarnya 14,” lanjutnya.

 

Disinggung mengenai adanya jenazah yang berjejer diluar ruangan, Wirya pun menjelaskan, itu dilakukan untuk memandikan jenazah Covid-19 yang berada didalam ruangan. Karena jumlah terlalu banyak, jenazah disampingnya pun harus dikeluarkan sementara, supaya petugas bisa bergerak dengan leluasa. “Setelah selesai dimandikan, kalau tidak ada yang dimandikan hari ini, semua dimasukkan kembali,” jelasnya.

 

Bahkan, Wirya menyebut, hanya di RSUD Karangasem yang memfasilitasi keluarga jenazah ikut memandikan, tetapi tetap dengan SOP yang ditentukan. “Kami berikan keluarganya paling tidak dua orang untuk ikut memandikan. Karena kita di Bali dresta kan beda-beda, perlakuan terhadap jenazah itu beda-beda di setiap daerah. Itu kami akomodasi, tapi tetap dengan protokol kesehatan, kami berikan APD lengkap,” imbuhnya. (dir)


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Tidak adanya hari baik untuk mengubur jenazah, menjadikan kamar jenazah RSUD Karangasem menerima titipan yang cukup banyak. Bahkan ruangan tersebut sempat terisi melebihi kapasitas ideal.

 

Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, dr. I Komang Wirya, saat dikonfirmasi Selasa (22/3) menyampaikan, biasanya rata-rata per hari ruangan tersebut berisikan dua sampai sepuluh jenazah paling banyak. Tetapi, karena titipan tidak kunjung diambil, sehingga mengakibatkan ruangan tersebut teruas mengalami penambahan, bahkan sampai terisi 20, padahal ruangan tersebut paling ideal berisi 14 jenazah.

 

Tidak hanya sehari atau dua hari, Wirya menyebut, penitipan pernah dilakukan hingga sepuluh hari. Sehingga jenazah yang dititip terus mengalami penumpukan.

 

Ia pun memperkirakan karena tidak adanya hari baik untuk mengubur, atau membawa jenazah kerumah, membuat titipan jenazah mengalami peningkatan. Itu dikatakan mulai terjadi sejak Kamis  (17/3) lalu. “Karena dewasa (hari baik) tidak ada. Disamping itu, dari purnama kedasa kan banyak yang tidak bisa mengubur, membakar atau membawa jenazah ke rumah,” kata Wirya.

 

Meskipun terisi 20 jenazah, Wirya menjelaskan, tempat tersebut bisa menampung dengan jumlah tersebut, tetapi jaraknya sedikit berdesakan. “Kalau kepepet, 20 jenazah bisa masuk, tapi dengan jarak yang agak mepet. Karena idealnya disana sebenarnya 14,” lanjutnya.

 

Disinggung mengenai adanya jenazah yang berjejer diluar ruangan, Wirya pun menjelaskan, itu dilakukan untuk memandikan jenazah Covid-19 yang berada didalam ruangan. Karena jumlah terlalu banyak, jenazah disampingnya pun harus dikeluarkan sementara, supaya petugas bisa bergerak dengan leluasa. “Setelah selesai dimandikan, kalau tidak ada yang dimandikan hari ini, semua dimasukkan kembali,” jelasnya.

 

Bahkan, Wirya menyebut, hanya di RSUD Karangasem yang memfasilitasi keluarga jenazah ikut memandikan, tetapi tetap dengan SOP yang ditentukan. “Kami berikan keluarganya paling tidak dua orang untuk ikut memandikan. Karena kita di Bali dresta kan beda-beda, perlakuan terhadap jenazah itu beda-beda di setiap daerah. Itu kami akomodasi, tapi tetap dengan protokol kesehatan, kami berikan APD lengkap,” imbuhnya. (dir)


Most Read

Artikel Terbaru

/