alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

23 Adegan Pembunuhan Dokter Hewan, Sempat Melawan Ditusuk Berkali-kali

TABANAN, BALI EXPRESS — Penyidik Polres Tabanan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dengan tersangka Ida Bagus Ketut Alit Surya Ambara alias Surya Brasco yang terjadi Selasa (23/3) lalu.

Rekonstruksi atau reka ulang itu berlangsung di halaman Polres Tabanan. Bukan di lokasi kejadian  di jalan desa yang masuk di lingkungan Banjar Riang Darma Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel.

Kegiatan yang dipimpin Kanit I Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tabanan, Ipda Mohammad Amir, dihadiri pihak jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan, penasihat hukum tersangka, serta beberapa orang saksi.

Sebelum rekonstruksi digelar, Ipda Mohammad Amir menerangkan alasan dilaksanakannya kegiatan tersebut di halaman Polres Tabanan. Tidak langsung di lokasi kejadian. Pertama, yakni faktor keamanan. Menghindari kemungkinan terjadinya gejolak warga. Khususnya dari keluarga korban. Selain itu, menghindari kerumunan, sehingga jalannya rekonstruksi disesuaikan dengan penerapan tata aturan kesehatan mencegah Covid-19.

Baca Juga :  Punya Efektivitas Pemulihan Tinggi, Kebutuhan Donor Konvalesen Tinggi

Total ada 23 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. Adegan diawali tersangka yang melintasi korban, dokter hewan I Made Kompyang Artawan alias Pak Dipa, dengan mengendarai sepeda motor dari arah selatan.

Salah satu yang penting dari seluruh peragaan adalah adegan kesembilan. Pada adegan itu, tersangka untuk pertama kalinya menusuk punggung korban dengan pisau lipat yang kebetulan menjadi gantungan kunci sepeda motor.

Selain itu, ada juga adegan yang memperagakan korban berusaha melakukan perlawanan setelah ditusuk beberapa kali. Perlawanan dilakukan dengan mengarahkan pukulan.

Namun pukulan tersebut berhasil ditangkis tersangka. Kemudian korban berjalan agak jauh untuk meminta bantuan dengan kondisi punggung sudah berdarah.

Pada salah satu adegan di bagian-bagian akhir rekonstruksi tersebut, tersangka melakukan adegan mencuci pisau lipat, tangan, kaki, dan membasuh wajahnya.

Baca Juga :  Atlet Bali Dapat Jaminan Asuransi

Kepala Satreskrim Polres Tabanan AKP Aji Yoga Sekar yang turut mengawasi jalannya rekonstruksi tersebut menyebutkan, adegan  yang diperagakan masih sesuai dengan BAP (Berita Acara Pemeriksaan). 

“Tidak ada yang baru. Semua masih sesuai BAP. Rekonstruksi ini hanya untuk memastikan kembali,” jelasnya. Pun demikian saat disinggung soal motif tersangka melakukan penusukan tersebut. Dia menyebutkan bahwa tersangka masih tetap pada pengakuannya bahwa perbuatannya itu dilakukan secara spontan karena emosinya tersulut mendengar perkataan korban. “Sudah kami tanyakan beberapa kali, jawaban (tersangka) masih sama. Spontanitas,” ujarnya. 


TABANAN, BALI EXPRESS — Penyidik Polres Tabanan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dengan tersangka Ida Bagus Ketut Alit Surya Ambara alias Surya Brasco yang terjadi Selasa (23/3) lalu.

Rekonstruksi atau reka ulang itu berlangsung di halaman Polres Tabanan. Bukan di lokasi kejadian  di jalan desa yang masuk di lingkungan Banjar Riang Darma Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel.

Kegiatan yang dipimpin Kanit I Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tabanan, Ipda Mohammad Amir, dihadiri pihak jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan, penasihat hukum tersangka, serta beberapa orang saksi.

Sebelum rekonstruksi digelar, Ipda Mohammad Amir menerangkan alasan dilaksanakannya kegiatan tersebut di halaman Polres Tabanan. Tidak langsung di lokasi kejadian. Pertama, yakni faktor keamanan. Menghindari kemungkinan terjadinya gejolak warga. Khususnya dari keluarga korban. Selain itu, menghindari kerumunan, sehingga jalannya rekonstruksi disesuaikan dengan penerapan tata aturan kesehatan mencegah Covid-19.

Baca Juga :  Kereta Kuda Siap Ramaikan Kawasan Heritage

Total ada 23 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. Adegan diawali tersangka yang melintasi korban, dokter hewan I Made Kompyang Artawan alias Pak Dipa, dengan mengendarai sepeda motor dari arah selatan.

Salah satu yang penting dari seluruh peragaan adalah adegan kesembilan. Pada adegan itu, tersangka untuk pertama kalinya menusuk punggung korban dengan pisau lipat yang kebetulan menjadi gantungan kunci sepeda motor.

Selain itu, ada juga adegan yang memperagakan korban berusaha melakukan perlawanan setelah ditusuk beberapa kali. Perlawanan dilakukan dengan mengarahkan pukulan.

Namun pukulan tersebut berhasil ditangkis tersangka. Kemudian korban berjalan agak jauh untuk meminta bantuan dengan kondisi punggung sudah berdarah.

Pada salah satu adegan di bagian-bagian akhir rekonstruksi tersebut, tersangka melakukan adegan mencuci pisau lipat, tangan, kaki, dan membasuh wajahnya.

Baca Juga :  Kumpulkan Kalangan BUMN dan Perbankan, Optimalkan Penanganan Pengungsi

Kepala Satreskrim Polres Tabanan AKP Aji Yoga Sekar yang turut mengawasi jalannya rekonstruksi tersebut menyebutkan, adegan  yang diperagakan masih sesuai dengan BAP (Berita Acara Pemeriksaan). 

“Tidak ada yang baru. Semua masih sesuai BAP. Rekonstruksi ini hanya untuk memastikan kembali,” jelasnya. Pun demikian saat disinggung soal motif tersangka melakukan penusukan tersebut. Dia menyebutkan bahwa tersangka masih tetap pada pengakuannya bahwa perbuatannya itu dilakukan secara spontan karena emosinya tersulut mendengar perkataan korban. “Sudah kami tanyakan beberapa kali, jawaban (tersangka) masih sama. Spontanitas,” ujarnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/