alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Puluhan Wisudawan STAHN Mpu Kuturan Diwisuda Secara Drive Thru

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Ada yang menarik dalam pelaksanaan Wisuda ke-III yang digelar STAHN Mpu Kuturan Singaraja, pada Rabu (21/4) pagi. Pasalnya, sebanyak 68 wisudawan dan wisudawati mengikuti wisuda model Drive Thru. Model sengaja dikonsep secara drive thru karena terkait protokol kesehatan Covid-19

Puluhan wisudawan-wisudawati ini sangat antusias mengikuti momentum kelulusan setelah mengenyam pendidikan selama 4 tahun di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker dan face shield, setiap wisudawan secara bergiliran menghadap Ketua STAHN Mpu Kuturan dengan mengendarai sepeda motor.

Setelah tali toga dipidahkan oleh Ketua, para wisudawan kemudian menerima ijazah secara simbolis. Mereka mencakupkan tangan dengan sikap Anjali sebagai salam hormat. Dengan sigap para wisudawan langsung bergeser dengan menaiki sepeda motor.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia, S.Ag, M.A mengatakan wisuda tahun ini memang berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Pasalnya digelar di tengah pandemic. Namun, regulasi pendidikan menuntut agar mahasiswa harus diwisuda.

Baca Juga :  Resahkan Warga, Petugas Bubarkan Balapan Liar di Pantai Yeh Kuning

“Sehingga wisuda drive thru menjembatani agar mereka yang ingin wisudanya disematkan langsung, tetapi tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” ujar Suwindia.

Dari 68 orang yang diwisuda tahun ini Suwindia merinci dari lulusan Jurusan Dharma Acarya 41 orang,  Pascasarjana 20 orang, Jurusan  Dharma Duta 5 orang dan Jurusan  Brahmawidya 2 orang. Suwindia optimis puluhan lulusan tersebut siap bersaing di dunia kerja.

“Sudah menjadi tanggung jawab kami dalam penyiapan sumber daya manusia Hindu yang berkualitas, berintegritas, unggul dan bermartabat memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga siap bersaing, mampu berkolaborasi cross boundaries dengan alumni manapun dalam membangun bangsa dan negara,” bebernya.

Disinggung terkait kualitas tenaga pendidik, Suwindia menyebut saat ini STAHN Mpu kuturan Singaraja memiliki 85 dosen muda yang berkualifikasi magister S2. Pihaknya yakin, dengan SDM muda yang dimiliki kualitas lulusan yang dihasilkan akan kian meningkat.

“Selain SDM, kami juga sedang membidik peningkatan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut di tahun 2023 mendatang. Saat ini proses akreditasi prodi-prodi sedang digenjot, setelah itu dilanjutkan dengan akreditasi institusi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bali Bidik Juara Umum Nasional Literasi SLB

Sementara itu Dirjen Bimas Hindu Dr. Tri Handoko Seto mengatakan keberadaan STAHN Mpu Kuturan Singaraja tergolong memiliki posisi yang cukup strategis. Sebab, selain dekat dengan Jawa Timur yang memiliki budaya yang mirip dengan Bali. Sehingga potensinya sangat bagus.

“Sebagai perguruan tinggi Hindu STAHN ini sangat luar biasa. Kelincahan keratifitas juga bisa terus ditingkatkan demi memudahkan menciptakan SDM yang memiliki kepercayaan tinggi dari SDM-nya,” ujar Tri Handoko.

Pihaknya berpesan kepada para mahasiswa yang diwisuda agar membaca peluang revolusi industri 4.0 agar semakin mudah untuk berkarir. Sebab, tantangan di era digital semakin kompleks. Sehingga menjadikan perkembangan IT sebagai kendaraan untuk bersaing.

“Saya yakin, para lulusan akan siap bersaing dalam dunia kerja. Karena selama 4 tahun ditempa sudah pasti banyak hal yang didapatkan. Jangan lupa tetap jaga nama baik almamater STAHN Mpu Kuturan Singaraja,” pungkasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Ada yang menarik dalam pelaksanaan Wisuda ke-III yang digelar STAHN Mpu Kuturan Singaraja, pada Rabu (21/4) pagi. Pasalnya, sebanyak 68 wisudawan dan wisudawati mengikuti wisuda model Drive Thru. Model sengaja dikonsep secara drive thru karena terkait protokol kesehatan Covid-19

Puluhan wisudawan-wisudawati ini sangat antusias mengikuti momentum kelulusan setelah mengenyam pendidikan selama 4 tahun di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker dan face shield, setiap wisudawan secara bergiliran menghadap Ketua STAHN Mpu Kuturan dengan mengendarai sepeda motor.

Setelah tali toga dipidahkan oleh Ketua, para wisudawan kemudian menerima ijazah secara simbolis. Mereka mencakupkan tangan dengan sikap Anjali sebagai salam hormat. Dengan sigap para wisudawan langsung bergeser dengan menaiki sepeda motor.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia, S.Ag, M.A mengatakan wisuda tahun ini memang berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Pasalnya digelar di tengah pandemic. Namun, regulasi pendidikan menuntut agar mahasiswa harus diwisuda.

Baca Juga :  Tak Punya Uang dan Sakit Hati, Dua Pemuda Curi Mesin Kompresor

“Sehingga wisuda drive thru menjembatani agar mereka yang ingin wisudanya disematkan langsung, tetapi tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” ujar Suwindia.

Dari 68 orang yang diwisuda tahun ini Suwindia merinci dari lulusan Jurusan Dharma Acarya 41 orang,  Pascasarjana 20 orang, Jurusan  Dharma Duta 5 orang dan Jurusan  Brahmawidya 2 orang. Suwindia optimis puluhan lulusan tersebut siap bersaing di dunia kerja.

“Sudah menjadi tanggung jawab kami dalam penyiapan sumber daya manusia Hindu yang berkualitas, berintegritas, unggul dan bermartabat memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga siap bersaing, mampu berkolaborasi cross boundaries dengan alumni manapun dalam membangun bangsa dan negara,” bebernya.

Disinggung terkait kualitas tenaga pendidik, Suwindia menyebut saat ini STAHN Mpu kuturan Singaraja memiliki 85 dosen muda yang berkualifikasi magister S2. Pihaknya yakin, dengan SDM muda yang dimiliki kualitas lulusan yang dihasilkan akan kian meningkat.

“Selain SDM, kami juga sedang membidik peningkatan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut di tahun 2023 mendatang. Saat ini proses akreditasi prodi-prodi sedang digenjot, setelah itu dilanjutkan dengan akreditasi institusi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Oleng, Mobilio Terguling ke Parit di Desa Nyalian

Sementara itu Dirjen Bimas Hindu Dr. Tri Handoko Seto mengatakan keberadaan STAHN Mpu Kuturan Singaraja tergolong memiliki posisi yang cukup strategis. Sebab, selain dekat dengan Jawa Timur yang memiliki budaya yang mirip dengan Bali. Sehingga potensinya sangat bagus.

“Sebagai perguruan tinggi Hindu STAHN ini sangat luar biasa. Kelincahan keratifitas juga bisa terus ditingkatkan demi memudahkan menciptakan SDM yang memiliki kepercayaan tinggi dari SDM-nya,” ujar Tri Handoko.

Pihaknya berpesan kepada para mahasiswa yang diwisuda agar membaca peluang revolusi industri 4.0 agar semakin mudah untuk berkarir. Sebab, tantangan di era digital semakin kompleks. Sehingga menjadikan perkembangan IT sebagai kendaraan untuk bersaing.

“Saya yakin, para lulusan akan siap bersaing dalam dunia kerja. Karena selama 4 tahun ditempa sudah pasti banyak hal yang didapatkan. Jangan lupa tetap jaga nama baik almamater STAHN Mpu Kuturan Singaraja,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/