alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Jatuh dari Pohon Kelapa Saat Cari Janur, Lanus Ditemukan Membusuk

GIANYAR, BALI EXPRESS – I Dewa Putu Lanus, 66, warga Banjar Triwangsa, Desa Siangan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, ditemukan tak bernyawa di perkebunan yang ada di Banjar Triwangsa, Desa Siangan, Gianyar, Jumat (22/4) sekitar pukul 09.30 WITA. Korban diduga jatuh dari pohon kelapa saat hendak mencari janur.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan peristiwa itu bermula ketika pada hari Kamis (21/4)  sekitar pukul 11.00 WITA korban sudah pergi meninggalkan rumahnya. Namun hingga keesokan harinya, Jumat (22/4) korban tak juga pulang. Sehingga keluarga korban berinisiatif mencari keberadaan korban ke kebun. Dimana sehari-hari, korban biasanya mencari janur di kebun milik I Dewa Putu Budiarta yang berada di timur Desa.

 

Dan benar saja, setibanya di kebun para saksi terkejut melihat korban berada dibawah pohon kelapa dengan posisi badan tengkurap dimana kepala korban mengarah ke timur dan kaki mengarah ke barat. Serta terdapat pelapah dauh kelapa yang sudah kering diatas badan korban, serta disekitar korban ditemukan janur yang sudah diikat. Saat ditemukan korban sudah meninggal dunia dan jenazahnya mulai membusuk. Kemudian para saksi meminta bantuan warga untuk membantu mengevakuasi korban dan menghubungi pihak yang berwajib.

 

Kapolsek Gianyar, Kompol I Gede Putu Putra Astawa membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan setelah menerima informasi dari warga pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

“Kita juga mengumpulkan keterangan saksi serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Gianyar dan dokter Puskesmas 2 Gianyar untuk pemeriksaan luar terhadap korban,” ungkapnya.

 

Dan berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim medis, diketahui jika kondisi tubuh korban sudah bengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap dan dikerumuni belatung. Saat ditemukan tangan korban memegang satu buah sabit serta terdapat pelapah dauh kelapa yang sudah kering diatas badan korban. “Setelah dilakukan pemeriksaan pada tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan dan disekitar korban ditemukan janur yang sudah diikat. Dan diprediksi meninggal dunia sudah lebih dari 24 jam,” imbuhnya.

 

Sedangkan berdasarkan hasil oleh TKP diduga korban meninggal dunia karena terjatuh dari pohon kelapa saat sedang mencari janur. Hal itu dibuktikan dengan mata sebelah kanan korban sudah keluar diperkirakan karena benturan keras karena jatuh dari ketinggian. “Juga ditemukan luka pada bagian atas kepala dan keluar darah pada telinga, dengan kondisi darah sudah mengering,” sebutnya.

 

Menurut keluarga korban, korban  memiliki riwayat sakit kejiwaan yang sudah lama dan untuk keseharian memang mencari janur selanjutnya dijual di warung. Keluarga korban pun mengikhlaskan kepergian korban dan menerimanya sebagai musibah. “Jenazah korban selanjutnya dibawa oleh keluarga bersama warga menuju ke setra Desa Siangan untuk dilakukannya prosesi penguburan,” tandas Kompol Astawa.


GIANYAR, BALI EXPRESS – I Dewa Putu Lanus, 66, warga Banjar Triwangsa, Desa Siangan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, ditemukan tak bernyawa di perkebunan yang ada di Banjar Triwangsa, Desa Siangan, Gianyar, Jumat (22/4) sekitar pukul 09.30 WITA. Korban diduga jatuh dari pohon kelapa saat hendak mencari janur.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan peristiwa itu bermula ketika pada hari Kamis (21/4)  sekitar pukul 11.00 WITA korban sudah pergi meninggalkan rumahnya. Namun hingga keesokan harinya, Jumat (22/4) korban tak juga pulang. Sehingga keluarga korban berinisiatif mencari keberadaan korban ke kebun. Dimana sehari-hari, korban biasanya mencari janur di kebun milik I Dewa Putu Budiarta yang berada di timur Desa.

 

Dan benar saja, setibanya di kebun para saksi terkejut melihat korban berada dibawah pohon kelapa dengan posisi badan tengkurap dimana kepala korban mengarah ke timur dan kaki mengarah ke barat. Serta terdapat pelapah dauh kelapa yang sudah kering diatas badan korban, serta disekitar korban ditemukan janur yang sudah diikat. Saat ditemukan korban sudah meninggal dunia dan jenazahnya mulai membusuk. Kemudian para saksi meminta bantuan warga untuk membantu mengevakuasi korban dan menghubungi pihak yang berwajib.

 

Kapolsek Gianyar, Kompol I Gede Putu Putra Astawa membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan setelah menerima informasi dari warga pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

“Kita juga mengumpulkan keterangan saksi serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Gianyar dan dokter Puskesmas 2 Gianyar untuk pemeriksaan luar terhadap korban,” ungkapnya.

 

Dan berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim medis, diketahui jika kondisi tubuh korban sudah bengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap dan dikerumuni belatung. Saat ditemukan tangan korban memegang satu buah sabit serta terdapat pelapah dauh kelapa yang sudah kering diatas badan korban. “Setelah dilakukan pemeriksaan pada tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan dan disekitar korban ditemukan janur yang sudah diikat. Dan diprediksi meninggal dunia sudah lebih dari 24 jam,” imbuhnya.

 

Sedangkan berdasarkan hasil oleh TKP diduga korban meninggal dunia karena terjatuh dari pohon kelapa saat sedang mencari janur. Hal itu dibuktikan dengan mata sebelah kanan korban sudah keluar diperkirakan karena benturan keras karena jatuh dari ketinggian. “Juga ditemukan luka pada bagian atas kepala dan keluar darah pada telinga, dengan kondisi darah sudah mengering,” sebutnya.

 

Menurut keluarga korban, korban  memiliki riwayat sakit kejiwaan yang sudah lama dan untuk keseharian memang mencari janur selanjutnya dijual di warung. Keluarga korban pun mengikhlaskan kepergian korban dan menerimanya sebagai musibah. “Jenazah korban selanjutnya dibawa oleh keluarga bersama warga menuju ke setra Desa Siangan untuk dilakukannya prosesi penguburan,” tandas Kompol Astawa.


Most Read

Artikel Terbaru

/