alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Masuk Tahap Tender, Perbaikan Jalan Amblas di Pejeng Dianggarkan Rp 3,5 M

GIANYAR, BALI EXPRESS – Jalan penghubung Banjar Kelusu, Desa Pejeng Kelod dengan Banjar Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, yang amblas tiga bulan lalu akhirnya akan segera diperbaiki. Dimana saat ini proses perbaikannya telah memasuki tahap tender.

Hal itu pun dibenarkan oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Ia mengatakan jika perbaikan jalan tersebut sudah memasuki proses tender dengan pagu anggaran Rp 3,5 Miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Gianyar. “Sudah proses tender,” ujarnya Jumat (22/4).

Nantinya setelah proses tender rampung dan terpilih pemenang, rencananya perbaikan jalan akan mulai dikerjakan bulan Juni 2022 mendatang. Adapun desain perbaikan pada jalan yang amblas tersebut nantinya akan dibuat box decker atau jembatan. “Akan dibuat box decker atau jembatan,” tandasnya.

Jalan penghubung Banjar Kelusu, Desa Pejeng Kelod dengan Banjar Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, itu sendiri keberadaannya cukup vital bagi masyarakat setempat.

Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak terkait. Padahal jalan tersebut sejatinya sangat penting keberadaannya bagi warga setempat. Sebab akses jalan tersebut sebelumnya biasa digunakan warga Banjar Kelusu untuk menuju Desa Pejeng. Sedangkan saat ini warga harus menempuh jarak sekitar 1 kilometer dan memutar melalui Bedulu.

Saat ini kondisi jalan tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi saat jalan tersebut amblas pada Senin tanggal 15 November 2021 lalu. Terlihat barier berwarna orange masih terpasang ditepi jalan yang amblas sebagai tanda agar masyarakat tidak mendekati lokasi tersebut. Karena bisa saja jalanan itu kembali amblas hingga akses jalan itu benar-benar putus.

Amblasnya jalan sepanjang kurang lebih 25 meter tersebut juga membuat usaha milik warga yang ada didekat lokasi mengalami penurunan pendapatan. Sehingga diharapkan pemerintah bisa segera melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut. “Semoga cepat diperbaiki,” ujar salah seorang warga setempat, I Wayan Suarsana, 32.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Jalan penghubung Banjar Kelusu, Desa Pejeng Kelod dengan Banjar Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, yang amblas tiga bulan lalu akhirnya akan segera diperbaiki. Dimana saat ini proses perbaikannya telah memasuki tahap tender.

Hal itu pun dibenarkan oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Ia mengatakan jika perbaikan jalan tersebut sudah memasuki proses tender dengan pagu anggaran Rp 3,5 Miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Gianyar. “Sudah proses tender,” ujarnya Jumat (22/4).

Nantinya setelah proses tender rampung dan terpilih pemenang, rencananya perbaikan jalan akan mulai dikerjakan bulan Juni 2022 mendatang. Adapun desain perbaikan pada jalan yang amblas tersebut nantinya akan dibuat box decker atau jembatan. “Akan dibuat box decker atau jembatan,” tandasnya.

Jalan penghubung Banjar Kelusu, Desa Pejeng Kelod dengan Banjar Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, itu sendiri keberadaannya cukup vital bagi masyarakat setempat.

Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak terkait. Padahal jalan tersebut sejatinya sangat penting keberadaannya bagi warga setempat. Sebab akses jalan tersebut sebelumnya biasa digunakan warga Banjar Kelusu untuk menuju Desa Pejeng. Sedangkan saat ini warga harus menempuh jarak sekitar 1 kilometer dan memutar melalui Bedulu.

Saat ini kondisi jalan tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi saat jalan tersebut amblas pada Senin tanggal 15 November 2021 lalu. Terlihat barier berwarna orange masih terpasang ditepi jalan yang amblas sebagai tanda agar masyarakat tidak mendekati lokasi tersebut. Karena bisa saja jalanan itu kembali amblas hingga akses jalan itu benar-benar putus.

Amblasnya jalan sepanjang kurang lebih 25 meter tersebut juga membuat usaha milik warga yang ada didekat lokasi mengalami penurunan pendapatan. Sehingga diharapkan pemerintah bisa segera melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut. “Semoga cepat diperbaiki,” ujar salah seorang warga setempat, I Wayan Suarsana, 32.


Most Read

Artikel Terbaru

/