alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Pemkab Badung Pastikan Kinder Joy Tak Beredar di Badung

BADUNG, BALI EXPRESS – Setelah adanya dugaan cemaran bakteri Salmonella pada makanan ringan merek Kinder Joy, Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung pun melakukan sidak ke beberapa toko modern. Berdasarkan hasil sampling dari beberapa minimarket ini, tidak lagi ditemukan produk makanan ringan berupa coklat tersebut.

Kabid Perdagangan Diskop, UKM, dan Perdagangan Badung I Ketut Gede Suwedharma mengatakan, sidak ini dilakukan setelah ada kebijakan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pasalnya ditemukan cemaran ada dugaan makanan yang disukai anak-anak ini memiliki bahan yang berbahaya.

“Dengan adanya hal tersebut kami melakukan sampling di beberapa toko modern, mulai dari indomaret, alfamart, Circle K, Coco Mart, dan Toko Agung Jaya. Sidak ini kami lakukan kemarin (21/4) di Kecamatan Kuta Utara,” ujar Suwedharma saat dikonfirmasi Jumat (22/4).

Menurutnya, sidak juga dilakukan di Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan dengan metode yang sama. Dari hasil sidak di lapangan pihaknya mengungkapkan bahwa tidak ditemukan produk Kinder Joy yang dijual dipasaran.

“Hari ini kami juga melakukan pemantauan di Jimbaran. Berdasarkan hasil pemantauan yang sudah kami lakukan selama dua hari, semua barang Kinder Joy sudah ditarik. Tapi ada yang masih menyimpan Kinder Joy di gudang tidak untuk dijual,” ungkapnya.

Dari pelaksanaan sidak ini, Suwedharma menerangkan, ditujukan untuk memastikan keamanan dari masyarakat. Sehingga pihaknya mengaku akan terus mengikuti kebijakan BPOM terkait pengawasan makanan dan minuman. Hanya saja ia mengaku saat melakukan pemantauan menemukan produk yang memiliki kemasan serupa dengan Kinder Joy.

“Dari Hasil Sampling kami memastikan tidak ada lagi produk itu beredar, karena toko modern yang kami datangi sudah berjejaring. Untuk yang mirip Tentunya makanan itu masih kami izinkan beredar,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, BPOM RI telah memutuskan meraik produk merek Kinder setelah adanya temuan kontaminasi bakteri Salmonella (non-thypoid). Penarikan ini dilakukan sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri Salmonella.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Setelah adanya dugaan cemaran bakteri Salmonella pada makanan ringan merek Kinder Joy, Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung pun melakukan sidak ke beberapa toko modern. Berdasarkan hasil sampling dari beberapa minimarket ini, tidak lagi ditemukan produk makanan ringan berupa coklat tersebut.

Kabid Perdagangan Diskop, UKM, dan Perdagangan Badung I Ketut Gede Suwedharma mengatakan, sidak ini dilakukan setelah ada kebijakan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pasalnya ditemukan cemaran ada dugaan makanan yang disukai anak-anak ini memiliki bahan yang berbahaya.

“Dengan adanya hal tersebut kami melakukan sampling di beberapa toko modern, mulai dari indomaret, alfamart, Circle K, Coco Mart, dan Toko Agung Jaya. Sidak ini kami lakukan kemarin (21/4) di Kecamatan Kuta Utara,” ujar Suwedharma saat dikonfirmasi Jumat (22/4).

Menurutnya, sidak juga dilakukan di Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan dengan metode yang sama. Dari hasil sidak di lapangan pihaknya mengungkapkan bahwa tidak ditemukan produk Kinder Joy yang dijual dipasaran.

“Hari ini kami juga melakukan pemantauan di Jimbaran. Berdasarkan hasil pemantauan yang sudah kami lakukan selama dua hari, semua barang Kinder Joy sudah ditarik. Tapi ada yang masih menyimpan Kinder Joy di gudang tidak untuk dijual,” ungkapnya.

Dari pelaksanaan sidak ini, Suwedharma menerangkan, ditujukan untuk memastikan keamanan dari masyarakat. Sehingga pihaknya mengaku akan terus mengikuti kebijakan BPOM terkait pengawasan makanan dan minuman. Hanya saja ia mengaku saat melakukan pemantauan menemukan produk yang memiliki kemasan serupa dengan Kinder Joy.

“Dari Hasil Sampling kami memastikan tidak ada lagi produk itu beredar, karena toko modern yang kami datangi sudah berjejaring. Untuk yang mirip Tentunya makanan itu masih kami izinkan beredar,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, BPOM RI telah memutuskan meraik produk merek Kinder setelah adanya temuan kontaminasi bakteri Salmonella (non-thypoid). Penarikan ini dilakukan sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri Salmonella.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/