alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Proyek Ulapan Berproses, Pembangunan Sentral Parkir Astina Masuk Prioritas

GIANYAR, BALI EXPRESS – Penataan kawasan Ubud, Tegallalang dan Payangan yang disingkat dengan Ulapan terus berproses. Bahkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gianyar telah mengajukan proposal ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gianyar, I Gede Widarma Suharta, mengatakan bahwa pihaknya terus  bekerja menyempurnakan proposal terkait megaproyek yang rencananya akan dimulai tahun 2023 nanti. “Kita sudah menyampaikan proposal bantuan APBN untuk bidang-bidang yang direncanakan dibangun pada Tahun Anggaran (TA) 2023, karena pengajuan permohonannya harus sudah masuk ke Bappenas pada TA 2022 ini,” tegasnya Jumat (22/4).

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa, bidang usulan tersebut terdiri dari 31 bidang, dengan anggaran keseluruhannya sebesar Rp 7,6 Triliun lebih. Dimana usulan tersebut disampaikan ke Bappenas dengan tembusan ke Kementerian/Lembaga terkait di Jakarta. Anggaran tersebut nantinya bisa melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dan dengan pola Tugas Pembantuan (TP). “Ini akan dijadikan bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan penganggaran, serta prioritas pengalokasian anggaran TA 2023,” sebutnya.

Ditambahkannya lagi, berdasarkan hasil koordinasi dengan Bappenas serta pemenuhan permintaan terhadap persyaratan teknis, nampaknya ada beberapa bidang usulan yang masuk dalam rencana prioritas pembangunan TA 2022. Seperti, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Junjungan,  TPST Bitera, TPST Temesi hingga optimalisasi TPA Temesi, dengan nilai usulan keseluruhan Rp 151 Miliar. “Itu sumber dananya diarahkan menggunakan dana Bank Dunia Pemerintah Pusat,” lanjutnya.

Kemudian beberapa bidang usulan yang sudah masuk prioritas di tahun 2023 serta persyaratannya sudah lengkap adalah pembuatan Sentral Parkir Lapangan Astina Ubud dengan nilai Rp 300 Miliar lebih, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu di Junjungan dengan nilai Rp 10 Miliar, sekaligus menjadi desa wisata dalam megaproyek Ulapan yang ditetapkan menjadi lokasi prioritas untuk ditata di tahun anggaran 2023, dari total 22 kawasan yang diusulkan.

Sedangkan untuk usulan lainnya masih terus dilengkapi persyaratannya sesuai permintaan Bappenas. Dan diharapkan bidang yang menjadi prioritas untuk dibangun TA 2023 terus bertambah. Kendatipun demikian. Widarma tidak menamfik jika pihaknya sempat menemui kendala. Kendala yang dimaksud mulai dari penyiapan lahan, study kelayakan hingga pembuatan DED.

Namun pihaknya bersyukur karena seluruh pekerjaan tersebut didukung penuh oleh berbagai pihak. Diantaranya para Perbekel yang semangat untuk mengusulkan penataan kawasan desa wisata di kawasan Ulapan. “Kemudian di bidang non fisik, sedang dirintis pembentukan DMO (Destination Management Organisation) yang bertugas mengelola Kawasan Pariwisata Ulapan nantinya. Juga pembentukan DMO di setiap kawasan desa wisata di Ulapan. Kita berharap semuanya bisa berjalan lancar sesuai rencana,” tandas Widarma.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Penataan kawasan Ubud, Tegallalang dan Payangan yang disingkat dengan Ulapan terus berproses. Bahkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gianyar telah mengajukan proposal ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gianyar, I Gede Widarma Suharta, mengatakan bahwa pihaknya terus  bekerja menyempurnakan proposal terkait megaproyek yang rencananya akan dimulai tahun 2023 nanti. “Kita sudah menyampaikan proposal bantuan APBN untuk bidang-bidang yang direncanakan dibangun pada Tahun Anggaran (TA) 2023, karena pengajuan permohonannya harus sudah masuk ke Bappenas pada TA 2022 ini,” tegasnya Jumat (22/4).

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa, bidang usulan tersebut terdiri dari 31 bidang, dengan anggaran keseluruhannya sebesar Rp 7,6 Triliun lebih. Dimana usulan tersebut disampaikan ke Bappenas dengan tembusan ke Kementerian/Lembaga terkait di Jakarta. Anggaran tersebut nantinya bisa melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dan dengan pola Tugas Pembantuan (TP). “Ini akan dijadikan bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan penganggaran, serta prioritas pengalokasian anggaran TA 2023,” sebutnya.

Ditambahkannya lagi, berdasarkan hasil koordinasi dengan Bappenas serta pemenuhan permintaan terhadap persyaratan teknis, nampaknya ada beberapa bidang usulan yang masuk dalam rencana prioritas pembangunan TA 2022. Seperti, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Junjungan,  TPST Bitera, TPST Temesi hingga optimalisasi TPA Temesi, dengan nilai usulan keseluruhan Rp 151 Miliar. “Itu sumber dananya diarahkan menggunakan dana Bank Dunia Pemerintah Pusat,” lanjutnya.

Kemudian beberapa bidang usulan yang sudah masuk prioritas di tahun 2023 serta persyaratannya sudah lengkap adalah pembuatan Sentral Parkir Lapangan Astina Ubud dengan nilai Rp 300 Miliar lebih, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu di Junjungan dengan nilai Rp 10 Miliar, sekaligus menjadi desa wisata dalam megaproyek Ulapan yang ditetapkan menjadi lokasi prioritas untuk ditata di tahun anggaran 2023, dari total 22 kawasan yang diusulkan.

Sedangkan untuk usulan lainnya masih terus dilengkapi persyaratannya sesuai permintaan Bappenas. Dan diharapkan bidang yang menjadi prioritas untuk dibangun TA 2023 terus bertambah. Kendatipun demikian. Widarma tidak menamfik jika pihaknya sempat menemui kendala. Kendala yang dimaksud mulai dari penyiapan lahan, study kelayakan hingga pembuatan DED.

Namun pihaknya bersyukur karena seluruh pekerjaan tersebut didukung penuh oleh berbagai pihak. Diantaranya para Perbekel yang semangat untuk mengusulkan penataan kawasan desa wisata di kawasan Ulapan. “Kemudian di bidang non fisik, sedang dirintis pembentukan DMO (Destination Management Organisation) yang bertugas mengelola Kawasan Pariwisata Ulapan nantinya. Juga pembentukan DMO di setiap kawasan desa wisata di Ulapan. Kita berharap semuanya bisa berjalan lancar sesuai rencana,” tandas Widarma.


Most Read

Artikel Terbaru

/