alexametrics
28.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Kasus LPD Bakas, Kejari Masih Klarifikasi Nasabah

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung masih menyelidiki kasus dugaan penyimpangan keuangan di LPD Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Beberapa pihak seperti nasabah dan warga sudah dimintai klarifikasi sejak beberapa hari lalu, sebelum Galungan.

 

Kasi Intel Kejari Klungkung, Erfandy Kurnia Rahman mengatakan, ada belasan warga yang utamanya para nasabah di LPD Bakas sudah dipanggil untuk dimintai klarifikasi. “Bahkan kemungkinan orang-orang yang diklasifikasi ini terus bertambah,” kata Erfandy, Rabu (22/6).

 

Pihaknya menegaskan, sejauh ini penanganan dugaan penyelewengan keuangan di LPD tersebut masih penyelidikan. Pihaknya masih perlu mengumpulkan beberapa keterangan mendalam terkait permasalahan yang dihadapi lembaga keuangan adat di desa tersebut.

 

Berdasarkan laporan, beberapa nasabah di sana kesulitan saat menarik dana depositonya. Di sisi lain, pihak LPD Bakas sempat memberikan pernyataan bahwa kondisi pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kondisi keuangan di LPD.

 

Sebab, ada beberapa nasabah justru kesulitan membayar angsuran pinjaman sehingga saat ada penarikan dana, LPD mengaku kelabakan mencari dana. Alhasil pihak LPD sudah mengejar beberapa kredit nasabah yang macet untuk bisa dananya dialihkan ke para nasabah yang lain.

 

“Ini baru dugaan (penyelewengan). Jadi kami masih perlu mengumpulkan banyak informasi soal laporan ini. Masih penyelidikan. Jika ada perkembangan akan disampaikan kembali,” tegas Erfandy.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung masih menyelidiki kasus dugaan penyimpangan keuangan di LPD Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Beberapa pihak seperti nasabah dan warga sudah dimintai klarifikasi sejak beberapa hari lalu, sebelum Galungan.

 

Kasi Intel Kejari Klungkung, Erfandy Kurnia Rahman mengatakan, ada belasan warga yang utamanya para nasabah di LPD Bakas sudah dipanggil untuk dimintai klarifikasi. “Bahkan kemungkinan orang-orang yang diklasifikasi ini terus bertambah,” kata Erfandy, Rabu (22/6).

 

Pihaknya menegaskan, sejauh ini penanganan dugaan penyelewengan keuangan di LPD tersebut masih penyelidikan. Pihaknya masih perlu mengumpulkan beberapa keterangan mendalam terkait permasalahan yang dihadapi lembaga keuangan adat di desa tersebut.

 

Berdasarkan laporan, beberapa nasabah di sana kesulitan saat menarik dana depositonya. Di sisi lain, pihak LPD Bakas sempat memberikan pernyataan bahwa kondisi pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kondisi keuangan di LPD.

 

Sebab, ada beberapa nasabah justru kesulitan membayar angsuran pinjaman sehingga saat ada penarikan dana, LPD mengaku kelabakan mencari dana. Alhasil pihak LPD sudah mengejar beberapa kredit nasabah yang macet untuk bisa dananya dialihkan ke para nasabah yang lain.

 

“Ini baru dugaan (penyelewengan). Jadi kami masih perlu mengumpulkan banyak informasi soal laporan ini. Masih penyelidikan. Jika ada perkembangan akan disampaikan kembali,” tegas Erfandy.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/