28.7 C
Denpasar
Thursday, June 8, 2023

Razia Vaksin di Jembrana, Mengaku Takut, Warga Tolak Divaksin 

NEGARA, BALI EXPRESS – Tim gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Jembrana menggelar razia vaksinasi Covid-19, Kamis (22/7). Dalam razia itu, puluhan pengguna jalan yang melintas di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan/Kabupaten Jembrana terjaring karena belum melakukan vaksinasi Covid-19.

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), setiap pengguna jalan diperiksa kelengkapan prokes, helm serta susrat-surat kendaraan dan bukti vaksinasi Covid-19. Selanjutnya, puluhan warga yang kedapatan belum divaksin Covid-19 diarahkan untuk melakukan screening vaksin langsung di halaman Makodim 1617/Jembrana sebelum divaksinasi.

Beberapa warga yang belum divaksin sempat adu mulut dengan petugas, ngotot menolak dan tidak mau divaksin dengan berbagai alasan. Namun, setelah dilakukan pembinaan dan diberikan pemahaman terkait pentingnya vaksinasi Covid-19, mereka akhirnya bersedia untuk divaksin. 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat pemantauan razia vaksinasi  mengatakan, pihaknya akan terus mengingatkan masyarakat Jembrana untuk patuh pada dua hal ini. “Disiplin protokol kesehatan serta ikuti vaksinasi. Guna tercapainya kekebalan kelompok, vaksin harus digenjot. Kali ini kami akan terus menggenjot razia vaksinasi,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Puluhan Peninggalan di Buleleng Timur, dari Pemujaan hingga Pelabuhan

Sementara itu, salah seorang warga yang menolak divaksin saat terjaring razia berinisial RA asal Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, mengatakan, berita yang tersebar di media sosial membuatnya takut untuk divaksin.

“Ada berita setelah di suntik meninggal, saya takut saja. Disini tidak akurat menurut saya alat pengecekannya, hanya responsif saja dan cuman cek tensi. Jadi saya cuman ingin diundur dan menggunakan vaksin berbayar saja,” terangnya. 

Sejumlah warga yang menolak vaksinasi Covid-19 itu, kemudian mendapat penjelasan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata beserta petugas medis Puskesmas II Melaya. “Ya tadi ada lima orang warga yang menolak divaksin, kami berusaha menjelaskan dibantu dengan TNI/Polri akhirnya mereka bersedia untuk divaksin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata. 

Baca Juga :  Meski Terpuruk, Pengusaha Bali Optimis Tetap Berikan Hak Pekerja

Lebih lanjut dijelaskan Parwata, masyarakat yang terjaring razia vaksin Covid-19 sebanyak 35 orang. Setelah dilakukan screening, mereka lolos dan dialnjutkan menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama. 

“Untuk warga yang terjaring astungkara lolos screening dan seluruhnya sudah divaksinasi. Kami mengharapkan kesadaran masyarakat untuk segera vaksin, ” ujarnya. Sementara itu, jumlah masyarakat Jembrana yang sudah divaksinasi untuk dosis pertama 196.645 atau sekitar 85,64 persen. “Untuk yang belum divaksin berjumlah 34.009 orang,” pungkasnya. 


NEGARA, BALI EXPRESS – Tim gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Jembrana menggelar razia vaksinasi Covid-19, Kamis (22/7). Dalam razia itu, puluhan pengguna jalan yang melintas di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan/Kabupaten Jembrana terjaring karena belum melakukan vaksinasi Covid-19.

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), setiap pengguna jalan diperiksa kelengkapan prokes, helm serta susrat-surat kendaraan dan bukti vaksinasi Covid-19. Selanjutnya, puluhan warga yang kedapatan belum divaksin Covid-19 diarahkan untuk melakukan screening vaksin langsung di halaman Makodim 1617/Jembrana sebelum divaksinasi.

Beberapa warga yang belum divaksin sempat adu mulut dengan petugas, ngotot menolak dan tidak mau divaksin dengan berbagai alasan. Namun, setelah dilakukan pembinaan dan diberikan pemahaman terkait pentingnya vaksinasi Covid-19, mereka akhirnya bersedia untuk divaksin. 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat pemantauan razia vaksinasi  mengatakan, pihaknya akan terus mengingatkan masyarakat Jembrana untuk patuh pada dua hal ini. “Disiplin protokol kesehatan serta ikuti vaksinasi. Guna tercapainya kekebalan kelompok, vaksin harus digenjot. Kali ini kami akan terus menggenjot razia vaksinasi,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Soal Statemen Menparekraf, Begini Tanggapan Ketua PHRI Tabanan

Sementara itu, salah seorang warga yang menolak divaksin saat terjaring razia berinisial RA asal Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, mengatakan, berita yang tersebar di media sosial membuatnya takut untuk divaksin.

“Ada berita setelah di suntik meninggal, saya takut saja. Disini tidak akurat menurut saya alat pengecekannya, hanya responsif saja dan cuman cek tensi. Jadi saya cuman ingin diundur dan menggunakan vaksin berbayar saja,” terangnya. 

Sejumlah warga yang menolak vaksinasi Covid-19 itu, kemudian mendapat penjelasan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata beserta petugas medis Puskesmas II Melaya. “Ya tadi ada lima orang warga yang menolak divaksin, kami berusaha menjelaskan dibantu dengan TNI/Polri akhirnya mereka bersedia untuk divaksin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata. 

Baca Juga :  Ditetapkan Jadi Tersangka, Oknum Dosen Diberhentikan, NID Dicabut

Lebih lanjut dijelaskan Parwata, masyarakat yang terjaring razia vaksin Covid-19 sebanyak 35 orang. Setelah dilakukan screening, mereka lolos dan dialnjutkan menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama. 

“Untuk warga yang terjaring astungkara lolos screening dan seluruhnya sudah divaksinasi. Kami mengharapkan kesadaran masyarakat untuk segera vaksin, ” ujarnya. Sementara itu, jumlah masyarakat Jembrana yang sudah divaksinasi untuk dosis pertama 196.645 atau sekitar 85,64 persen. “Untuk yang belum divaksin berjumlah 34.009 orang,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru