alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Kasus PMK Serang Puluhan Sapi, Badung Gencarkan Vaksinasi

MANGUPURA, BALI EXPRESS  – Guna menghentikan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemerintah Kabupaten badung terus menggencarkan vaksinasi. Bahkan berdasarkan data Satgas Penanganan PMK Badung, hingga saat ini, vaksinasi telah mencapai 3.006 sasaran.

Sekretaris Satgas Penanganan PMK Badung Wayan Darma mengatakan, kegiatan vaksinasi ini akan menyasar ke seluruh daerah Kabupaten Badung, dengan jumlah keseluruhan populasi sapi mencapai 34.141 ekor. Sementara ternak lainnya yang rentan terhadap PMK, seperti sapi perah 22 ekor, kerbau dua ekor, kambing 482 ekor, dan babi 23.116 ekor. Saat ini capaian vaksinasi mencapai 3.006 sasaran.

“Vaksinasi ini dalam sehari bertambah lebih dari 100 sasaran. Dari Rabu (20/7) 1.902 sasaran. Data kemarin mencapai 2.442 sasaran. saat ini bertambah dari vaksinasi di Desa Baha, Sobanganm, dan Ayunan menjadi 3.006,” ujar Darma saat dikonfirmasi Jumat (22/7).

Baca Juga :  Rp 5,5 Miliar untuk Renovasi Bendungan Subak Nungnung

Untuk menanggulangi penyebaran PMK, Kalaksa BPBD Badung ini menerangkan, melibatkan tenaga medik veteriner 25 orang, tenaga paramedik veteriner 16 orang, dan balai penyuluh pertanian 15 orang. selain menggencarkan vaksinasi, strategi dan rencana penanganan PMK di Gumi Keris adalah pemotongan bersyarat pada ternak yang terkonfirmasi PMK. sementara untuk ternak lainnya yang berada dalam satu kandang  dengan yang infektif, dilakukan penyemprotan desinfeksi dan disposal.

“Untuk vaksinasi kami lakukan pada radius 3-10 Km, dari titik kasus (case point). Selain itu pengetatan lalu lintas hewan dan produk hewan rentan PMK, biosekuriti pada pada ternak sehat dan memberikan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat terkait PMK,” terang birokrat asal Sangeh tersebut.

Seperti diketahui, penyebaran kasus PMK mencapai puluhan kasus yang seluruhnya menyerang sapi. Berdasarkan data Satgas Penanganan PMK, Kamis (21/7), puluhan sapi yang tertular PMK tertinggi ditemukan di Desa Baha, Kecamatan Mengwi dengan jumlah 13 ekor. Disusul Desa Dalung, Kuta Utara sebanyak enam ekor, Sempidi empat ekor sapi di Desa Darmasaba, Abiansemal dua ekor, Cemagi sebanyak satu ekor sapi, dan Sempidi empat ekor sapi. Puluhan sapi yang terjangkit ini telah dilakukan pemotongan bersyarat untuk memutus penularan PMK.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi LPD Gulingan Segera Ditahan

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Wayan Wijana menjelaskan belum menerima petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terkait besaran biaya ganti rugi untuk satu ekor sapi yang dipotong bersyarat. Namun ia menerangkan sudah ada rencana Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan kepada peternak yang sapinya dipotong bersyarat. “Sebelum juklak dan juknis turun kami belum berani menyebutkan besaran bantuan,” jelasnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS  – Guna menghentikan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemerintah Kabupaten badung terus menggencarkan vaksinasi. Bahkan berdasarkan data Satgas Penanganan PMK Badung, hingga saat ini, vaksinasi telah mencapai 3.006 sasaran.

Sekretaris Satgas Penanganan PMK Badung Wayan Darma mengatakan, kegiatan vaksinasi ini akan menyasar ke seluruh daerah Kabupaten Badung, dengan jumlah keseluruhan populasi sapi mencapai 34.141 ekor. Sementara ternak lainnya yang rentan terhadap PMK, seperti sapi perah 22 ekor, kerbau dua ekor, kambing 482 ekor, dan babi 23.116 ekor. Saat ini capaian vaksinasi mencapai 3.006 sasaran.

“Vaksinasi ini dalam sehari bertambah lebih dari 100 sasaran. Dari Rabu (20/7) 1.902 sasaran. Data kemarin mencapai 2.442 sasaran. saat ini bertambah dari vaksinasi di Desa Baha, Sobanganm, dan Ayunan menjadi 3.006,” ujar Darma saat dikonfirmasi Jumat (22/7).

Baca Juga :  Bupati Suradnyana Minta Izin Mas Sumantri untuk Ambil Material di Kubu

Untuk menanggulangi penyebaran PMK, Kalaksa BPBD Badung ini menerangkan, melibatkan tenaga medik veteriner 25 orang, tenaga paramedik veteriner 16 orang, dan balai penyuluh pertanian 15 orang. selain menggencarkan vaksinasi, strategi dan rencana penanganan PMK di Gumi Keris adalah pemotongan bersyarat pada ternak yang terkonfirmasi PMK. sementara untuk ternak lainnya yang berada dalam satu kandang  dengan yang infektif, dilakukan penyemprotan desinfeksi dan disposal.

“Untuk vaksinasi kami lakukan pada radius 3-10 Km, dari titik kasus (case point). Selain itu pengetatan lalu lintas hewan dan produk hewan rentan PMK, biosekuriti pada pada ternak sehat dan memberikan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat terkait PMK,” terang birokrat asal Sangeh tersebut.

Seperti diketahui, penyebaran kasus PMK mencapai puluhan kasus yang seluruhnya menyerang sapi. Berdasarkan data Satgas Penanganan PMK, Kamis (21/7), puluhan sapi yang tertular PMK tertinggi ditemukan di Desa Baha, Kecamatan Mengwi dengan jumlah 13 ekor. Disusul Desa Dalung, Kuta Utara sebanyak enam ekor, Sempidi empat ekor sapi di Desa Darmasaba, Abiansemal dua ekor, Cemagi sebanyak satu ekor sapi, dan Sempidi empat ekor sapi. Puluhan sapi yang terjangkit ini telah dilakukan pemotongan bersyarat untuk memutus penularan PMK.

Baca Juga :  Bubarkan Aksi Balap Liar di Anggungan, Polisi Amankan 36 Remaja

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Wayan Wijana menjelaskan belum menerima petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terkait besaran biaya ganti rugi untuk satu ekor sapi yang dipotong bersyarat. Namun ia menerangkan sudah ada rencana Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan kepada peternak yang sapinya dipotong bersyarat. “Sebelum juklak dan juknis turun kami belum berani menyebutkan besaran bantuan,” jelasnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/