27.6 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Olah TKP di Lokasi Meledaknya Kompor Mayat di Belega

Labfor Polda Bali Temukan Tabung Minyak yang Terlempar Sejauh 32 Meter

GIANYAR, BALI EXPRESS – Tim Laboratorium Forensik Polda Bali melakukan olah TKP di Setra Desa Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, yang merupakan lokasi kejadian meledaknya kompor mayat dalam upacara Ngaben Massal, Jumat petang (19/8).

 

Olah TKP dilakukan Senin (22/8) oleh tim yang dipimpin oleh AKBP Anang Kusnadi, Kompol I Made Agus Adi Putra, Penata I I Putu Suwadana, Aiptu I Made Wira Parwita, didampingi Kanit Reskrim dan 5 orang anggota Unit Reskrim Polsek Blahbatuh.

 

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan, diketahui jika pada saat terjadi ledakan dan kebakaran, kompor mayat dalam posisi hidup dan sedang melakukan proses pembakaran petulangan atau jenasah.

 

Dan berdasarkan hasil pemeriksaan serta olah TKP, pihaknya menemukan jika terjadi ledakan didalam tabung minyak kompor yang terlempar sejauh 32 meter ke arah utara dari lokasi awal tabung. “Dengan alasa tabung terlepas dan tertinggal di lokasi awal tabung,” jelasnya.

 

Ditambahkannya jika penyebab terjadinya ledakan sementara diduga akibat kebocoran pada selang kompor. Dimana bahan bakar yang keluar dari selang yang bocor tersebut tersambar oleh api proses pembakaran petulangan atau jenasah. “Kemudian merambat ke dalam tabung minyak yang berisi campuran solar dan pertalite sehingga terjadi ledakan disertai kebakaran,” lanjutnya.

Baca Juga :  Desa Sebali Ngaben Massal Setiap 5 Tahun

 

Selanjutnya, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP, berupa  swab tabung minyak kompor dan selang kompor. “Barang bukti tersebut kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Laboratorium,” tandasnya.

 

Sebelumnya diberitakan bahwa peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. Dimana ketika itu petulangan berbentuk singa yang posisinya paling selatan dan berisikan 12 sawa (jenazah) yang giliran dibakar. Awalnya pembakaran dengan menggunakan kompor mayat itu berjalan lancar, setelah 30 menit berlalu keluarga pemilik sawa pun mendekat. Namun tiba-tiba kompor meledak sehingga api menyambar belasan orang yang ada di lokasi.

 

Paling parah dialami oleh 9 orang warga yang terdiri dari tiga orang tukang kompor mayat dan lainnya merupakan warga setempat. Bahkan dua diantaranya masih anak-anak. Selanjutnya para korban pun dilarikan ke RSU Sanjiwani guna mendapatkan pertolongan. Adapun sembilan orang korban tersebut diantaranya warga Desa Adat Selat sebanyak 6 orang yakni I Ketut Muliana, 49, yang mengalami kedua jari tangan melepuh. I Gusti Nyoman Gede, 60, yang mengalami luka bakar pada siku kiri. I Gusti Made Budiarta, 50, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. I Kadek Gian Pramana Putra, 15, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. Gusti Ketut Wiriantara, 38, yang mengalami luka bakar ringan. Dan I Gusti Ngurah Pradita, 11, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh.

Baca Juga :  Ngaben Massal di Penestanan Cukup Satu Petulangan Besar

 

Kemudian tiga orang lainnya merupakan tukang kompor asal Pejeng, Tampaksiring, yakni Ketut Adi Wiranata, 32, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. Bagus Oscar Horizonhino, 34, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh, dan I Kadek Dwi Putra Jaya, 32, yang juga mengalami luka bakar disekujur tubuh. Selanjutnya 6 orang korban harus dirujuk ke RSUP Sanglah karena mengalami luka bakar berat. Sayangnya dua orang korban yakni Bagus Oscar yang mengalami luka bakar 94 persen dan I Kadek Gian Pramana Putra yang mengalami luka bakar 90 persen dinyatakan meninggal dunia.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Tim Laboratorium Forensik Polda Bali melakukan olah TKP di Setra Desa Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, yang merupakan lokasi kejadian meledaknya kompor mayat dalam upacara Ngaben Massal, Jumat petang (19/8).

 

Olah TKP dilakukan Senin (22/8) oleh tim yang dipimpin oleh AKBP Anang Kusnadi, Kompol I Made Agus Adi Putra, Penata I I Putu Suwadana, Aiptu I Made Wira Parwita, didampingi Kanit Reskrim dan 5 orang anggota Unit Reskrim Polsek Blahbatuh.

 

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan, diketahui jika pada saat terjadi ledakan dan kebakaran, kompor mayat dalam posisi hidup dan sedang melakukan proses pembakaran petulangan atau jenasah.

 

Dan berdasarkan hasil pemeriksaan serta olah TKP, pihaknya menemukan jika terjadi ledakan didalam tabung minyak kompor yang terlempar sejauh 32 meter ke arah utara dari lokasi awal tabung. “Dengan alasa tabung terlepas dan tertinggal di lokasi awal tabung,” jelasnya.

 

Ditambahkannya jika penyebab terjadinya ledakan sementara diduga akibat kebocoran pada selang kompor. Dimana bahan bakar yang keluar dari selang yang bocor tersebut tersambar oleh api proses pembakaran petulangan atau jenasah. “Kemudian merambat ke dalam tabung minyak yang berisi campuran solar dan pertalite sehingga terjadi ledakan disertai kebakaran,” lanjutnya.

Baca Juga :  Satu Korban Kompor Mayat Negari Meninggal

 

Selanjutnya, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP, berupa  swab tabung minyak kompor dan selang kompor. “Barang bukti tersebut kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Laboratorium,” tandasnya.

 

Sebelumnya diberitakan bahwa peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. Dimana ketika itu petulangan berbentuk singa yang posisinya paling selatan dan berisikan 12 sawa (jenazah) yang giliran dibakar. Awalnya pembakaran dengan menggunakan kompor mayat itu berjalan lancar, setelah 30 menit berlalu keluarga pemilik sawa pun mendekat. Namun tiba-tiba kompor meledak sehingga api menyambar belasan orang yang ada di lokasi.

 

Paling parah dialami oleh 9 orang warga yang terdiri dari tiga orang tukang kompor mayat dan lainnya merupakan warga setempat. Bahkan dua diantaranya masih anak-anak. Selanjutnya para korban pun dilarikan ke RSU Sanjiwani guna mendapatkan pertolongan. Adapun sembilan orang korban tersebut diantaranya warga Desa Adat Selat sebanyak 6 orang yakni I Ketut Muliana, 49, yang mengalami kedua jari tangan melepuh. I Gusti Nyoman Gede, 60, yang mengalami luka bakar pada siku kiri. I Gusti Made Budiarta, 50, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. I Kadek Gian Pramana Putra, 15, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. Gusti Ketut Wiriantara, 38, yang mengalami luka bakar ringan. Dan I Gusti Ngurah Pradita, 11, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh.

Baca Juga :  Ini Saran GPS Soal Kasus Ngaben Sudaji dan Kerumunan Kampung Jawa

 

Kemudian tiga orang lainnya merupakan tukang kompor asal Pejeng, Tampaksiring, yakni Ketut Adi Wiranata, 32, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. Bagus Oscar Horizonhino, 34, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh, dan I Kadek Dwi Putra Jaya, 32, yang juga mengalami luka bakar disekujur tubuh. Selanjutnya 6 orang korban harus dirujuk ke RSUP Sanglah karena mengalami luka bakar berat. Sayangnya dua orang korban yakni Bagus Oscar yang mengalami luka bakar 94 persen dan I Kadek Gian Pramana Putra yang mengalami luka bakar 90 persen dinyatakan meninggal dunia.


Most Read

Artikel Terbaru

/