alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Hujan Deras, Empat Bencana Terjadi di Karangasem

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem melaporkan terjadi empat peristiwa bencana alam dalam sehari, Selasa (22/9). Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Senin (21/9) malam mengakibatkan terjadi pohon tumbang dan longsor di tiga kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa menjelaskan, peristiwa longsor terjadi di tiga lokasi, yakni di Kecamatan Rendang dan Bebandem. Seperti ruas jalan Arca di Desa Rendang, tertutup material longsoran. Akibatnya, kendaran yang melintas di jalur Amlapura-Rendang itu sempat terhambat.

Ada tiga titik longsoran di ruas jalan itu. Penanganan turut dibantu petugas Bina Marga PUPR Karangasem wilayah Rendang. Pembersihan material longsor yang dimulai pukul 07.00 selesai sekitar hampir 60 menit. “Kendaraan roda empat dan sepeda motor sudah bisa melintas,” kata pejabat asal Buleleng ini.

Pada hari yang sama, longsor dan pohon kelapa tumbang juga terjadi di Jalan Batusesa, Desa Menanga, Kecamatan Rendang. Penanganan dilakukan bersama BPBD, Bina Marga PUPR, PLN Karangasem, perangkat desa dan masyarakat setempat.

Pemindahan material terbilang cukup merepotkan petugas. Sebab petugas butuh waktu sekitar 3,5 jam, dimulai pukul 08.00. Tak ada korban jiwa dari kejadian itu.

Arimbawa mengatakan, pohon tumbang jenis enau disertai longsoran juga terjadi di kawasan Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Tim TRC BPBD Karangasem bersama masyarakat setempat melakukan penanganan pohon tumbang dan membersihkan material longsoran.

Selain itu, rumpun bambu juga dilaporkan tumbang menimpa seluruh badan jalan di Dusun Sukaluwih, Kecamatan Selat. Penanganan dilakukan BPBD Karangasem, dibantu Bina Marga PUPR Karangasem, perangkat desa, dan masyarakat setempat. “Penanganan hampir sejam” imbuhnya.

Arimbawa mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berada di luar rumah, terutama saat hujan deras. Sebab beberapa wilayah berpotensi terjadi bencana yang cukup tinggi sehingga perlu lebih waspada.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem melaporkan terjadi empat peristiwa bencana alam dalam sehari, Selasa (22/9). Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Senin (21/9) malam mengakibatkan terjadi pohon tumbang dan longsor di tiga kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa menjelaskan, peristiwa longsor terjadi di tiga lokasi, yakni di Kecamatan Rendang dan Bebandem. Seperti ruas jalan Arca di Desa Rendang, tertutup material longsoran. Akibatnya, kendaran yang melintas di jalur Amlapura-Rendang itu sempat terhambat.

Ada tiga titik longsoran di ruas jalan itu. Penanganan turut dibantu petugas Bina Marga PUPR Karangasem wilayah Rendang. Pembersihan material longsor yang dimulai pukul 07.00 selesai sekitar hampir 60 menit. “Kendaraan roda empat dan sepeda motor sudah bisa melintas,” kata pejabat asal Buleleng ini.

Pada hari yang sama, longsor dan pohon kelapa tumbang juga terjadi di Jalan Batusesa, Desa Menanga, Kecamatan Rendang. Penanganan dilakukan bersama BPBD, Bina Marga PUPR, PLN Karangasem, perangkat desa dan masyarakat setempat.

Pemindahan material terbilang cukup merepotkan petugas. Sebab petugas butuh waktu sekitar 3,5 jam, dimulai pukul 08.00. Tak ada korban jiwa dari kejadian itu.

Arimbawa mengatakan, pohon tumbang jenis enau disertai longsoran juga terjadi di kawasan Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Tim TRC BPBD Karangasem bersama masyarakat setempat melakukan penanganan pohon tumbang dan membersihkan material longsoran.

Selain itu, rumpun bambu juga dilaporkan tumbang menimpa seluruh badan jalan di Dusun Sukaluwih, Kecamatan Selat. Penanganan dilakukan BPBD Karangasem, dibantu Bina Marga PUPR Karangasem, perangkat desa, dan masyarakat setempat. “Penanganan hampir sejam” imbuhnya.

Arimbawa mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berada di luar rumah, terutama saat hujan deras. Sebab beberapa wilayah berpotensi terjadi bencana yang cukup tinggi sehingga perlu lebih waspada.


Most Read

Artikel Terbaru

/