alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Tokoh Kesehatan Masyarakat Prof. Wirawan Berpulang

DENPASAR, BALI EXPRESS – Prof. dr. DN Wirawan, MPH., Guru Besar Fakultas Kedokteran  Universitas Udayana, meninggal dunia, Selasa (22/9) sekitar pukul 03.00 Wita. Pensiunan Guru Besar Universitas Udayana ini, meninggal dunia dalam usia 71 tahun.

Prof. Wirawan adalah tokoh kesehatan masyarakat yang juga pendiri Yayasan Kerti Praja di Sesetan, Denpasar, Selatan.

Almarhum memulai karier sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada tahun 1978. Hingga akhir hidup homebasenya di Prodi  S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Kabag Humas RSUP Sanglah, Dewa Kresna, mengatakan, sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Prof. Wirawan dirawat sejak 9 September 2020. Dewa Kresna mengatakan, belum ada konfirmasi pasti terkait penyebab meninggalnya almarhum.

Dikatakannya, sosok almarhum dikenal  karena telah melakukan pengabdiannya pada masyarakat. Yayasan Kerti Praja yang didirikannya, lanjutnya, dibentuk untuk menangani masalah kesehatan seksual dan reproduksi. Selain itu, juga fokus menangani orang-orang di komunitas para pekerja seks, LSL ( lelaki seks lelaki), transgender, dan juga para pengguna narkoba. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Prof. dr. DN Wirawan, MPH., Guru Besar Fakultas Kedokteran  Universitas Udayana, meninggal dunia, Selasa (22/9) sekitar pukul 03.00 Wita. Pensiunan Guru Besar Universitas Udayana ini, meninggal dunia dalam usia 71 tahun.

Prof. Wirawan adalah tokoh kesehatan masyarakat yang juga pendiri Yayasan Kerti Praja di Sesetan, Denpasar, Selatan.

Almarhum memulai karier sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada tahun 1978. Hingga akhir hidup homebasenya di Prodi  S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Kabag Humas RSUP Sanglah, Dewa Kresna, mengatakan, sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Prof. Wirawan dirawat sejak 9 September 2020. Dewa Kresna mengatakan, belum ada konfirmasi pasti terkait penyebab meninggalnya almarhum.

Dikatakannya, sosok almarhum dikenal  karena telah melakukan pengabdiannya pada masyarakat. Yayasan Kerti Praja yang didirikannya, lanjutnya, dibentuk untuk menangani masalah kesehatan seksual dan reproduksi. Selain itu, juga fokus menangani orang-orang di komunitas para pekerja seks, LSL ( lelaki seks lelaki), transgender, dan juga para pengguna narkoba. 


Most Read

Artikel Terbaru

/