Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Kasus Zaenal Tayeb, Hedar Disebut Beri Kesaksian Palsu

22 September 2021, 20: 56: 37 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kasus Zaenal Tayeb, Hedar Disebut Beri Kesaksian Palsu

SIDANG: Online Zaenal Tayeb yang digelar Selasa (21/9). (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Zainal Tayeb, 65, melalui penasihat hukumnya membacakan eksepsi (keberatan atas dakwaan) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Ramdoni dalam sidang online yang digelar Selasa (21/9). Dalam eksepsinya, Zainal Tayeb menolak seluruh dakwaan dan menyebut adanya maladministrasi dalam proses penyidikan.

“Dalam konteks ini kami berpendapat bahwa persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar ini dapat dikualifikasikan sebagai rangkaian penegakan hukum yang menuntut seseorang atas perbuatan yang tidak dilakukannya melalui proses tidak adil,” sebut penasihat hukum Zainal yang dikomando Mila Tayeb diawal eksepsi.

Selanjutnya dibeber kronologis perkara hingga alasan keberatan terdakwa atas dakwaan JPU. Yang salah satunya menyebut jika perkara ini merupakan murni perkara perdata dan bukan perkara pidana. “Dakwaan JPU tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap sehingga kabur (obscuur libel) sebagai surat dakwaan jaksa,” tegas Mila.

Baca juga: Sambut HUT TNI, Kodam IX/Udayana Gelar Baksos Donor Darah

Pengacara senior ini juga menyebut isi surat dakwaan memuat tuduhan palsu dengan fakta yang saling berkesuaian. Ditegaskan, berdasarkan fakta hukum tergambar jika pelapor Hedar Glacomo Boy Syam awalnya mendudukkan diri secara palsu seolah-olah sebagai pembeli tanah.

Padahal terbukti penyidik tidak memiliki bukti berupa akta jual beli yang menggambarkan kedudukan Hedar sebagai pembeli dan Zainal Tayeb sebagai penjual. Lalu Hedar membuat pengakuan palsu dengan mendalilkan membeli tanah dari Zainal Tayeb seluas 13.700 m2 akan tetapi yang diterima hanya 8.892 m2. Hedar juga beralibi dirugikan Rp 21 milyar lebih.

“Bahwa kedudukan palsu ini juga dilegitimasi oleh tim penyidik Sat Reskrim Polres Badung dengan menaikkan status perkara ini menjadi penyidikan dan menetapkan Zainal Tayeb sebagai tersangka,” ujar Mila. “Bahwa faktanya kedudukan hukum Hedar hanyalah sebatas selaku pelaksana pembangunan dan pemasaran proyek ppropety Ombak Luxury Residence,” tambahnya.

Diakhir eksepsi, Mila memohon kepada majelis hakim menerima eksepsi terdakwa dan menyatakan surat dakwaan batal demi hukum. “Menyatakan terdakwa lepas demi hukum,” pungkasnya.

(bx/har/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia