29.8 C
Denpasar
Tuesday, December 6, 2022

Berkas Perkara Kasus Pencabutan Penjor Dilimpahkan, Penyidik Tunggu Jawaban

GIANYAR, BALI EXPRESS – Berkas perkara kasus pencabutan penjor di Desa Adat Taro Kelod telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar. Dengan demikian, apabila berkas perkara itu dinyatakan lengkap, maka enam orang tersangka dalam kasus tersebut akan segera disidangkan.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko, menjelaskan bahwa berkas perkara pencabutan penjor di rumah Jro Mangku Ketut Warka di Desa Adat Taro Kelod, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, telah diserahkan oleh pihaknya ke Kejari Gianyar. “Berkas perkaranya sudah kita serahkan ke Kejari Gianyar beberapa waktu lalu,” ungkapnya Kamis (22/9).

Sehingga kini pihaknya masih menunggu hasil penelitian berkas perkara dari Jaksa. Apakah berkas perkara tersebut sudah lengkap (P21) atau belum lengkap. “Jadi kita masih menunggu jawaban dari jaksa, apakah berkas P21 atau belum. Ya pekan depan saya kira sudah ada jawaban,” imbuhnya sembari mengatakan jika lama waktu pemeriksaan umumnya adalah 14 hari terhitung saat masuknya berkas ke Kejaksaan.

Baca Juga :  Penyidik Kejati Periksa Anak Dewa Puspaka Kasus Suap Proyek LNG

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kasi Intel Kejari Gianyar, I Gde Ancana membenarkan jika berkas perkara kasus pencabutan penjor sudah dilimpahkan ke Kejari Gianyar. Dan saat ini masih diteliti oleh jaksa. “Untuk kapan jawabannya itu masih menunggu hasil penelitian,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa, Satreskrim Polres Gianyar telah menetapkan 6 tersangka pencabutan penjor. Adapun keenam prajuru yang ditetapkan sebagai tersangka adalah I Wayan Nangun sebagai Kelihan Adat, I Made Arsa Nata sebagai Bendahara, I Ketut Gede Adnyana Wakil Kelihan Adat Tempek Kelod Sema, I Ketut Wardana Wakil Kelihan adat Tempek Kauh, I Ketut Suardana Pekaseh Subak Taro Kelod, I Made Wardana Sekretaris Kelian Adat Adat Taro Kelod.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara, para tersangka dikenakan pasal berlapis. Yakni Pasal 170 ayat I, Pasal 156 A huruf a dan Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman selama-lamanya lima tahun. Dimana pasal-pasal tersebut tentang dugaan tidak pidana tentang pengrusakan secara bersama-sama hingga tindak pidana penistaan agama.

Baca Juga :  DPRD Jembrana Rekomendasikan Pilkel Serentak Ditunda

Pencabutan penjor itu sendiri dilakukan saat Hari Penampahan Galungan. Ketika iu penjor milik keluarga I Ketut Warka yang ditancapkan di depan pekarangannya di Banjar Taro Kelod, Taro, Tegallalang. Pencabutan penjor dilakukan oleh para terlapor kemudian alat-alat penjor yang telah dicabut tersebut, digeletakkan tak jauh dari sebelumnya penjor berdiri. Pencabutan penjor ini adalah buntut dari permasalahan di desa adat setempat. Dimana Ketut Warka saat ini tengah ‘kesepekang’ atau dikucilkan oleh Desa Adat Taro Kelod.

Hal itu bermula ketika Jro Mangku Warka sempat memenangkan gugatan atas sengketa tanah dengan krama setempat di pengadilan.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Berkas perkara kasus pencabutan penjor di Desa Adat Taro Kelod telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar. Dengan demikian, apabila berkas perkara itu dinyatakan lengkap, maka enam orang tersangka dalam kasus tersebut akan segera disidangkan.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko, menjelaskan bahwa berkas perkara pencabutan penjor di rumah Jro Mangku Ketut Warka di Desa Adat Taro Kelod, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, telah diserahkan oleh pihaknya ke Kejari Gianyar. “Berkas perkaranya sudah kita serahkan ke Kejari Gianyar beberapa waktu lalu,” ungkapnya Kamis (22/9).

Sehingga kini pihaknya masih menunggu hasil penelitian berkas perkara dari Jaksa. Apakah berkas perkara tersebut sudah lengkap (P21) atau belum lengkap. “Jadi kita masih menunggu jawaban dari jaksa, apakah berkas P21 atau belum. Ya pekan depan saya kira sudah ada jawaban,” imbuhnya sembari mengatakan jika lama waktu pemeriksaan umumnya adalah 14 hari terhitung saat masuknya berkas ke Kejaksaan.

Baca Juga :  Puri Agung Ubud Jadi Rumah Restorative Justice Genah Adhyaksa Kejari Gianyar

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kasi Intel Kejari Gianyar, I Gde Ancana membenarkan jika berkas perkara kasus pencabutan penjor sudah dilimpahkan ke Kejari Gianyar. Dan saat ini masih diteliti oleh jaksa. “Untuk kapan jawabannya itu masih menunggu hasil penelitian,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa, Satreskrim Polres Gianyar telah menetapkan 6 tersangka pencabutan penjor. Adapun keenam prajuru yang ditetapkan sebagai tersangka adalah I Wayan Nangun sebagai Kelihan Adat, I Made Arsa Nata sebagai Bendahara, I Ketut Gede Adnyana Wakil Kelihan Adat Tempek Kelod Sema, I Ketut Wardana Wakil Kelihan adat Tempek Kauh, I Ketut Suardana Pekaseh Subak Taro Kelod, I Made Wardana Sekretaris Kelian Adat Adat Taro Kelod.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara, para tersangka dikenakan pasal berlapis. Yakni Pasal 170 ayat I, Pasal 156 A huruf a dan Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman selama-lamanya lima tahun. Dimana pasal-pasal tersebut tentang dugaan tidak pidana tentang pengrusakan secara bersama-sama hingga tindak pidana penistaan agama.

Baca Juga :  Kejari Gianyar Lelang Online Ratusan Tabung Gas LPG

Pencabutan penjor itu sendiri dilakukan saat Hari Penampahan Galungan. Ketika iu penjor milik keluarga I Ketut Warka yang ditancapkan di depan pekarangannya di Banjar Taro Kelod, Taro, Tegallalang. Pencabutan penjor dilakukan oleh para terlapor kemudian alat-alat penjor yang telah dicabut tersebut, digeletakkan tak jauh dari sebelumnya penjor berdiri. Pencabutan penjor ini adalah buntut dari permasalahan di desa adat setempat. Dimana Ketut Warka saat ini tengah ‘kesepekang’ atau dikucilkan oleh Desa Adat Taro Kelod.

Hal itu bermula ketika Jro Mangku Warka sempat memenangkan gugatan atas sengketa tanah dengan krama setempat di pengadilan.


Most Read

Artikel Terbaru

/