28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Griya Gede Gelar Fragmen & Wangsuh Pusaka Peringati Perang Banjar

BULELENG, BALI EXPRESS -Griya Gede Banjar, Buleleng kembali akan memeringati momen historis perang Banjar yang puncaknya dilaksanakan Selasa (20/9) malam. Pada peringatan ke-154 ini, digelar sejumlah acara.

Ida Bagus Wika Krishna, yang merupakan generasi kelima dari pemimpin Perang Banjar Ida Made Rai menjelaskan, hampir dua tahun peringatan Perang Banjar tidak dilaksanakan lantaran pandemi Covid-19. Setelah kondisi mulai berangsur pulih, pasemetonan Griya Gede Banjar bersama para warih yang terlibat dalam Perang Banjar sepakat kembali memeringati peristiwa heroik yang terkenal dengan spirit Sura Magada ini.

Persiapan sudah mulai dilakukan sejak Senin (19/9) pagi. “Tepat 20 September 2022 peringatan Perang Banjar ke-154 diperingati. Pada peringatan kali ini ada beberapa kegiatan tambahan yaitu kirab pusaka Perang Banjar yang dilaksanakan dari Pura Melanting ke Griya Gede Banjar,” kata pria yang juga Wakil Ketua III STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini.

Baca Juga :  Gianyar Gelontorkan Rp 5,6 M, Beli Delapan Kendaraan Operasional

Pria yang akrab disapa Gus Wika ini menambahkan, nantinya pusaka suci tersebut disambut oleh pementasan pencak silat dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Silat Mpu Kuturan Singaraja dan Tarian Baris Gede.

Dalam peringatan kali ini griya setempat juga mengundang Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana. Salah satu caranya adalah fragmen Perang Banjar dengan melibatkan anak-anak TK Negeri Banjar. “Jadi, pada tahun ini anak-anak usia dini dilibatkan dalam peringatan Perang Banjar. Karena bagi kami sangat penting untuk mewariskan nilai-nilai Perang Banjar untuk anak usia dini. Dalam konteks bagaimana menjaga tanah kelahiran,” paparnya.

Seperti peringatan sebelumnya, proses tahun ini tetap dilakukan dengan ritual ngawangsuh pusaka. Seluruh pusaka yang pernah digunakan dalam perlawanan melawan penjajah saat perang akan dikeluarkan. Pusaka ini menurutnya menjadi simbolik bagaimana nilai-nilai kepahlawanan dan juga keberanian leluhur yang berjuang. Diharapkan memberikan vibrasi positif dalam menjaga bangsa dan negara.

Baca Juga :  Rooftop Pasar Banyuasri Akan Disulap Jadi MPP

Selain melibatkan masyarakat Desa Banjar, dalam peringatan kali ini juga melibatkan sejumlah masyarakat dari Desa Cempaga, Sidatapa, Kayu Putih hingga Patemon. “Menariknya di daerah Patemon ini kami menghadirkan keturunan Warih I Dade yang baru saja kita bertemu,” imbuhnya.

Seperti sebelumnya, peringatan dipusatkan di Griya Gede Banjar. Bukan tanpa alasan, mengingat secara historis, griya ini yang menjalankan konsep Raja Rsi pada masa itu, erat kaitannya dengan pemimpin perang Banjar Ida Made Rai.

 






Reporter: Dian Suryantini

BULELENG, BALI EXPRESS -Griya Gede Banjar, Buleleng kembali akan memeringati momen historis perang Banjar yang puncaknya dilaksanakan Selasa (20/9) malam. Pada peringatan ke-154 ini, digelar sejumlah acara.

Ida Bagus Wika Krishna, yang merupakan generasi kelima dari pemimpin Perang Banjar Ida Made Rai menjelaskan, hampir dua tahun peringatan Perang Banjar tidak dilaksanakan lantaran pandemi Covid-19. Setelah kondisi mulai berangsur pulih, pasemetonan Griya Gede Banjar bersama para warih yang terlibat dalam Perang Banjar sepakat kembali memeringati peristiwa heroik yang terkenal dengan spirit Sura Magada ini.

Persiapan sudah mulai dilakukan sejak Senin (19/9) pagi. “Tepat 20 September 2022 peringatan Perang Banjar ke-154 diperingati. Pada peringatan kali ini ada beberapa kegiatan tambahan yaitu kirab pusaka Perang Banjar yang dilaksanakan dari Pura Melanting ke Griya Gede Banjar,” kata pria yang juga Wakil Ketua III STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini.

Baca Juga :  Gianyar Gelontorkan Rp 5,6 M, Beli Delapan Kendaraan Operasional

Pria yang akrab disapa Gus Wika ini menambahkan, nantinya pusaka suci tersebut disambut oleh pementasan pencak silat dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Silat Mpu Kuturan Singaraja dan Tarian Baris Gede.

Dalam peringatan kali ini griya setempat juga mengundang Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana. Salah satu caranya adalah fragmen Perang Banjar dengan melibatkan anak-anak TK Negeri Banjar. “Jadi, pada tahun ini anak-anak usia dini dilibatkan dalam peringatan Perang Banjar. Karena bagi kami sangat penting untuk mewariskan nilai-nilai Perang Banjar untuk anak usia dini. Dalam konteks bagaimana menjaga tanah kelahiran,” paparnya.

Seperti peringatan sebelumnya, proses tahun ini tetap dilakukan dengan ritual ngawangsuh pusaka. Seluruh pusaka yang pernah digunakan dalam perlawanan melawan penjajah saat perang akan dikeluarkan. Pusaka ini menurutnya menjadi simbolik bagaimana nilai-nilai kepahlawanan dan juga keberanian leluhur yang berjuang. Diharapkan memberikan vibrasi positif dalam menjaga bangsa dan negara.

Baca Juga :  Bentuk Kepedulian Untuk Duafa, Melalui DSM Berbagi 72 Paket Daging Kambing

Selain melibatkan masyarakat Desa Banjar, dalam peringatan kali ini juga melibatkan sejumlah masyarakat dari Desa Cempaga, Sidatapa, Kayu Putih hingga Patemon. “Menariknya di daerah Patemon ini kami menghadirkan keturunan Warih I Dade yang baru saja kita bertemu,” imbuhnya.

Seperti sebelumnya, peringatan dipusatkan di Griya Gede Banjar. Bukan tanpa alasan, mengingat secara historis, griya ini yang menjalankan konsep Raja Rsi pada masa itu, erat kaitannya dengan pemimpin perang Banjar Ida Made Rai.

 






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/