28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Pasangan Mesum Berpakaian Adat Bali di Mobil Bukan Pacaran,Tapi FWB

DENPASAR, BALI EXPRESS – Polda Bali akhirnya mengungkap pasangan pelaku pembuat video mesum berpakaian adat Bali dalam mobil yang melaju, pada Kamis (22/9). Pelaku wanita bernama DNL 26, dan pelaku laki-laki bernama MMDI, 28.

Pantauan Koran Bali Express Jawa Pos Grup, Kamis (22/9) tampak kedua pelaku mengenakan seragam oranye, lengkap dengan zebo (penutup kepala dan wajah).

Kabidhumas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto menjelaskan, dari tangan kedua pelaku, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali mengamankan barang bukti berupa dua handphone yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video, berisi akun Twitter milik keduanya. Kemudian, busana adat laki-laki dan perempuan, hingga mobil yang dipakai saat beraksi. “Modusnya membuat dan menyebarkan sendiri lewat media sosial milik mereka,” ujarnya.

Adapun video tersebut mereka buat pada Kamis (1/9), saat pulang dari malukat (ritual membersihkan diri dengan air) di kawasan Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar.

Video adegan tak senonoh itu baru diunggah Sabtu (10/9). Maka dari itu, aksi bersetubuh dengan cara dipangku itu diperkirakan dilakukan di sebuah jalan, kawasan Desa Tampaksiring.

Baca Juga :  Pasca Bom Bunuh Diri di Bandung, Bali Perketat Panjagaan Pintu Masuk

Lebih detail, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali menjabarkan kronologi penangkapan. Dikatakannya, setelah video wik wik dalam mobil itu viral, Subdit V Ditreskrimsus segera melaksanakan penyelidikan.

Pihaknya melakukan profiling terhadap akun media yang berhubungan dengan para pelaku. Tapi, kedua pelaku ternyata sudah bergerak cepat menghapus akun media sosialnya masing-masing.
“Hal itu lah yang menjadi hambatan petugas dalam mengungkap kasus tersebut,” tandas Nanang.

Meski begitu, jejak digital mereka masih bisa ditelusuri, hingga didapati identitas kedua pelaku. Selanjutnya, petugas menghimpun informasi bahwa DNL berada di tempat tinggalnya di Jakarta. Sehingga, polisi mengejarnya dan menyanggong ke lokasi yang dimaksud. Akhirnya pada Sabtu (17/9), wanita asli Bogor Jawa Barat itu dapat diringkus.

Dari pendalaman keterangan wanita itu, aparat dapat mengetahui keberadaan lawan mainnya. Tak butuh waktu lama, MMDI berhasil ditangkap di Denpasar, Rabu (21/9). Saat diinterogasi, keduanya mengaku saling kenal melalui media sosial Twitter sejak Agustus 2022.

Baca Juga :  Warga 7 Desa Kuta Selatan Usul Pengakuan Komunitas Siaga Tsunami

Namun, mereka sebenarnya bukanlah pasangan kekasih. Melainkan memiliki hubungan pertemanan yang disebut ‘Friends With Benefit’ (hubungan pertemanan dengan keintiman secara fisik dan seksual).

“Si cewek datang ke Bali untuk berlibur dan munculah inisiatif keduanya untuk membuat video intim,” tambahnya. Pasangan mesum yang sama-sama berprofesi wiraswasta ini membuat video bersenggama bukan untuk dijual.

Mereka menyebar sendiri video porno hanya untuk bersenang-senang. Atas perbuatannya, DNL dan MMDI diancam Pasal Berlapis, yakni UU ITE Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 dan Pasal 4 jo Pasal 29 UU pornografi Nomor 44 tahun 2008.

Ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda Rp 6 miliar. Tetapi, mereka tidak dikenakan pelanggaran lalu lintas. Padahal mereka melakukan hubungan badan, juga bermain handphone sambil menyetir mobil yang melaju, yang tentunya sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Polda Bali akhirnya mengungkap pasangan pelaku pembuat video mesum berpakaian adat Bali dalam mobil yang melaju, pada Kamis (22/9). Pelaku wanita bernama DNL 26, dan pelaku laki-laki bernama MMDI, 28.

Pantauan Koran Bali Express Jawa Pos Grup, Kamis (22/9) tampak kedua pelaku mengenakan seragam oranye, lengkap dengan zebo (penutup kepala dan wajah).

Kabidhumas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto menjelaskan, dari tangan kedua pelaku, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali mengamankan barang bukti berupa dua handphone yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video, berisi akun Twitter milik keduanya. Kemudian, busana adat laki-laki dan perempuan, hingga mobil yang dipakai saat beraksi. “Modusnya membuat dan menyebarkan sendiri lewat media sosial milik mereka,” ujarnya.

Adapun video tersebut mereka buat pada Kamis (1/9), saat pulang dari malukat (ritual membersihkan diri dengan air) di kawasan Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar.

Video adegan tak senonoh itu baru diunggah Sabtu (10/9). Maka dari itu, aksi bersetubuh dengan cara dipangku itu diperkirakan dilakukan di sebuah jalan, kawasan Desa Tampaksiring.

Baca Juga :  KRI I Gusti Ngurah Rai Miliki Kemampuan Perang Empat Matra

Lebih detail, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali menjabarkan kronologi penangkapan. Dikatakannya, setelah video wik wik dalam mobil itu viral, Subdit V Ditreskrimsus segera melaksanakan penyelidikan.

Pihaknya melakukan profiling terhadap akun media yang berhubungan dengan para pelaku. Tapi, kedua pelaku ternyata sudah bergerak cepat menghapus akun media sosialnya masing-masing.
“Hal itu lah yang menjadi hambatan petugas dalam mengungkap kasus tersebut,” tandas Nanang.

Meski begitu, jejak digital mereka masih bisa ditelusuri, hingga didapati identitas kedua pelaku. Selanjutnya, petugas menghimpun informasi bahwa DNL berada di tempat tinggalnya di Jakarta. Sehingga, polisi mengejarnya dan menyanggong ke lokasi yang dimaksud. Akhirnya pada Sabtu (17/9), wanita asli Bogor Jawa Barat itu dapat diringkus.

Dari pendalaman keterangan wanita itu, aparat dapat mengetahui keberadaan lawan mainnya. Tak butuh waktu lama, MMDI berhasil ditangkap di Denpasar, Rabu (21/9). Saat diinterogasi, keduanya mengaku saling kenal melalui media sosial Twitter sejak Agustus 2022.

Baca Juga :  Pedanda Baka, Pesan Bijak Surya Darma Respon Situasi Pandemi

Namun, mereka sebenarnya bukanlah pasangan kekasih. Melainkan memiliki hubungan pertemanan yang disebut ‘Friends With Benefit’ (hubungan pertemanan dengan keintiman secara fisik dan seksual).

“Si cewek datang ke Bali untuk berlibur dan munculah inisiatif keduanya untuk membuat video intim,” tambahnya. Pasangan mesum yang sama-sama berprofesi wiraswasta ini membuat video bersenggama bukan untuk dijual.

Mereka menyebar sendiri video porno hanya untuk bersenang-senang. Atas perbuatannya, DNL dan MMDI diancam Pasal Berlapis, yakni UU ITE Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 dan Pasal 4 jo Pasal 29 UU pornografi Nomor 44 tahun 2008.

Ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda Rp 6 miliar. Tetapi, mereka tidak dikenakan pelanggaran lalu lintas. Padahal mereka melakukan hubungan badan, juga bermain handphone sambil menyetir mobil yang melaju, yang tentunya sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/